- Romy Soekarno Gandeng KPU Kota Blitar Dorong Gen Z Jadi Pengawal Demokrasi Digital.
- Kamenag Kab Tangerang Dampingi Stafsus Kementrian Agama Persoalan GKPI.
- Pangkogabwilhan II Jadi Narasumber Latihan Posko OMP Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026.
- Romy Soekarno : Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan Sosial.
- Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi.
- Praktisi Hukum M Haryono S.H., M.H., : Elim Tyu Samba Masih Layak Menggunakan Azas Praduga Tak Bersalah ini Penjelasanya.
- Dugaan Ancaman Golok Saat Ibadah GKPI Rajeg, LBH Gekira Desak Penyelidikan Menyeluruh
- Kementerian UMKM dan UI Perkuat Sinergi Kewirausahaan Berbasis Inovasi
- PELNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
Pidato Presiden Disikapi Anggota Komisi VII
Politisasi agama dan Waspada Buzzer

Keterangan Gambar : Anggota Komisi VII DPR RI Bukhori Yusuf
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Bukhori Yusuf menyikapi pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta jangan sampai terjadi politisasi agama dalam kancah pelaksanaan pemilu, Rabu (17/08/22).Sidang tahunan rapat paripurna DPR RI.
Menurut Bukhori Yusuf, politik berbasis agama adalah ajaran ajaran yang memberikan moralitas cara berpikir secara baik. "Berkeadilan, berkemajuan, berperadaban dan berperikemanusiaan,"tuturnya di sampaikan di laman medsos DPR RI.
Masih katanya, selama ini praktek berpolitisasi agama terutama dalam konteks khususnya saat kampanye inikan tidak dilakukan oleh partai politik. "Tetapi para buzzer itulah yang tidak mendapatkan cukup tentang pengetahuan berperiperadaban,"pungkasnya.(wahyu)

.jpg)

.jpg)












