- Menteri Maman Ajak Pengusaha UMKM di NTT Optimalkan KUR
- Tak Pakai Helm hingga Lawan Arus? Kini Langsung Tertangkap ETLE Handheld di Kota Tangerang
- Kejati Banten Diduga Lamban Tangani Lapdu LSM Barata
- Baznas Kabupaten Blitar Hadir Dengan Konsep Nyata Bedah Kesenjangan Sosial dan Ekonomi
- DPRD Kota Tangerang Desak RDF Dibangun di Tiap Kecamatan, Sampah Rawa Kucing Bisa Berkurang Drastis
- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
- Komite Lintas Agama Gelar Halal Bihalal di Jakarta Barat, Perkuat Toleransi dan Persatuan Bangsa
- Jelang May Day 2026, Bupati Majalengka Kumpulkan Serikat Buruh : Janji Serap Tenaga Kerja hingga Jaga Kondusivitas Investasi
- Kapolres Majalengka Tegaskan Pengamanan Humanis May Day 2026 : Aspirasi Buruh Dijamin, Ketertiban Jadi Prioritas
- Heboh! Warga Temukan Mayat Mengambang di Sungai, Polisi Pastikan Bukan Pembunuhan
Pidato Presiden Disikapi Anggota Komisi VII
Politisasi agama dan Waspada Buzzer

Keterangan Gambar : Anggota Komisi VII DPR RI Bukhori Yusuf
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Bukhori Yusuf menyikapi pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta jangan sampai terjadi politisasi agama dalam kancah pelaksanaan pemilu, Rabu (17/08/22).Sidang tahunan rapat paripurna DPR RI.
Menurut Bukhori Yusuf, politik berbasis agama adalah ajaran ajaran yang memberikan moralitas cara berpikir secara baik. "Berkeadilan, berkemajuan, berperadaban dan berperikemanusiaan,"tuturnya di sampaikan di laman medsos DPR RI.
Masih katanya, selama ini praktek berpolitisasi agama terutama dalam konteks khususnya saat kampanye inikan tidak dilakukan oleh partai politik. "Tetapi para buzzer itulah yang tidak mendapatkan cukup tentang pengetahuan berperiperadaban,"pungkasnya.(wahyu)




.jpg)












