- Mensos Gus Ipul Minta Pejabat Baru Fokus Validasi Data dan Berantas Korupsi
- Kinerja BNI Melesat, Transformasi Digital dan BRAVE Jadi Motor Pertumbuhan
- PTPN I Percepat Optimalisasi Aset, Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru untuk Ketahanan Pangan
- Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Pemkab Barito Utara Laksanakan Kaji Tiru ke DIY
- Elim Tyu Samba Dampingi Ketua MPR RI Ziarah Ke Makam Bung Karno
- Ateng Sutisna dan Viking Majalengka Gelar Festival Nobar Persib Meriah
- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
Pidato Presiden Disikapi Anggota Komisi VII
Politisasi agama dan Waspada Buzzer

Keterangan Gambar : Anggota Komisi VII DPR RI Bukhori Yusuf
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Bukhori Yusuf menyikapi pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta jangan sampai terjadi politisasi agama dalam kancah pelaksanaan pemilu, Rabu (17/08/22).Sidang tahunan rapat paripurna DPR RI.
Menurut Bukhori Yusuf, politik berbasis agama adalah ajaran ajaran yang memberikan moralitas cara berpikir secara baik. "Berkeadilan, berkemajuan, berperadaban dan berperikemanusiaan,"tuturnya di sampaikan di laman medsos DPR RI.
Masih katanya, selama ini praktek berpolitisasi agama terutama dalam konteks khususnya saat kampanye inikan tidak dilakukan oleh partai politik. "Tetapi para buzzer itulah yang tidak mendapatkan cukup tentang pengetahuan berperiperadaban,"pungkasnya.(wahyu)

.jpg)

.jpg)








.jpg)




