- Dipenghujung Ramadhan 1447 H, Pemkab Barut Pererat Silaturahmi Bersama Masyarakat, Dalam Nuansa Ramah Tamah Dan Buka Puasa Bersama
- Ribuan Warga Terima Bantuan, Pemkab Barito Utara Salurkan Kartu Huma Betang
- Musrenbang RKPD 2027 di Palangka Raya, Shalahuddin Gaspol Perjuangkan Program Prioritas Barito Utara
- BAMUS Betawi Gaungkan Persatuan Bangsa Lewat Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan
- Wujud Solidaritas, Ratusan Paket Lebaran Dibagikan untuk Wartawan dan Masyarakat Prasejahtera
- KNPI Majalengka Konsolidasi Besar, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Wakil Ketua DPC Gerindra: Peran Media Diakui Jembatan Komunikasi Kemasyarakatan Handal.
- Kapolda Metro Cek Pos Pengamanan Cikunir dan Pastikan Arus Mudik Lebaran 2026 Aman, Lancar
- IR H Ateng Sutisna Tegaskan Peran Strategis Jurnalis, Jadi Penyambung Lidah Rakyat
- Robotika untuk Negeri Menyapa Nias: PRSI Sumut Gelar Program Edukasi Teknologi di Gunungsitoli
Petani Muda Jadi Motor Inovasi, Kementan Dorong Magang Pertanian ke Taiwan
.jpg)
Keterangan Gambar : Poto: dok Puslatan
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Kementerian Pertanian (Kementan) terus memprioritaskan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian melalui berbagai program pelatihan, penyuluhan, pendidikan, hingga magang ke luar negeri. Upaya ini bertujuan mencetak SDM yang kompeten, modern, dan berdaya saing global.
Salah satu program strategis adalah Magang Taiwan Batch 7 yang akan dilaksanakan pada November 2025. Sebanyak 65 peserta terpilih siap diberangkatkan ke Taiwan untuk menjalani program magang selama satu tahun, dengan peluang perpanjangan kontrak. Proses seleksi dilakukan ketat melalui tahap administrasi, pembekalan bahasa dan budaya, hingga penguatan fisik, mental, dan disiplin peserta.
Baca Lainnya :
- Kementan Umumkan Harga Daging Sapi Disepakati Rp 55 Ribu per Kg, Berlaku hingga Lebaran 2026
- Kementerian Pertanian Pastikan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Sumatera Barat Segera Tersalurkan
- Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh
- Sabang Kondusif Pasca Penyegelan 250 Ton Beras Ilegal, Warga Justru Beri Dukungan ke Aparat
- Instruksi Tegas Mentan: Semua Bantuan Pertanian Harus untuk Petani Gurem dan Berpendapatan Rendah
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Tedy Dirhamsyah, menegaskan pentingnya program ini dalam proses regenerasi petani. “Petani muda memiliki posisi strategis. Ilmu dan teknologi yang didapat selama magang harus bisa ditularkan setelah kembali ke tanah air. Harapannya, peserta dapat meningkatkan skala usaha pertanian serta berkontribusi bagi kemajuan ekonomi daerah masing-masing,” ungkapnya.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Kementan dengan Taiwan Economic Trade Office (TETO). Fokus utamanya adalah membentuk SDM unggul melalui penguasaan keterampilan teknis, etika kerja, serta adaptasi budaya. Lebih dari itu, magang juga menjadi solusi mengurangi pengangguran, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan generasi muda.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa SDM merupakan motor penggerak utama pembangunan pertanian. “Melalui program magang, terutama bagi generasi muda, kita bekali keterampilan praktis dan wawasan agar mereka bisa menjadi penggerak pertanian modern yang inovatif dan berdaya saing,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya integritas peserta. “Kegiatan magang bukan sekadar menambah keterampilan, tetapi juga membangun karakter dan komitmen. Peserta harus memahami kontrak dengan cermat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari,” jelasnya.
Program magang ini juga telah melahirkan kisah sukses, salah satunya petani muda asal Tasikmalaya yang mampu mengembangkan usaha tani lebih maju setelah pulang dari Taiwan. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa investasi pada SDM pertanian adalah langkah tepat menuju pertanian Indonesia yang maju, mandir
i, dan modern.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















