- Partai NasDem Terima Aspirasi Gerakan Koperasi, Peran Perkoperasian Diperkuat
- Kapolri Silaturahmi Ramadan 2026 Bareng Buruh KSPSI di Jawa Timur
- Gelombang Pertama Evakuasi WNI dari Iran Tiba di Indonesia, Imigrasi Beri Layanan Prioritas
- Transaksi Makin Praktis, Bank Jakarta Dorong Digitalisasi di Bazar Ramadan Pasar Jaya
- Resmikan Sundra Family Care, Menkop Apresiasi Diversifikasi Bisnis Kopontren Sunan Drajat Jatim
- Pemkab Barito Utara Hadiri Paripurna DPRD Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi RPJMD 2025–2029
- Paripurna DPRD Bahas Pendapat Akhir Fraksi terhadap RPJMD Barito Utara
- Fraksi DPRD Sampaikan Pendapat Akhir terhadap Raperda RPJMD Barito Utara 2025–2029
- DPRD Barito Utara Gelar Paripurna Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi terhadap RPJMD 2025–2029
- Parmana Setiawan, Safari Ramadhan Bukti Sinergi Eksekutif dan Legislatif di Tengah Masyarakat
Petani Muda Jadi Motor Inovasi, Kementan Dorong Magang Pertanian ke Taiwan
.jpg)
Keterangan Gambar : Poto: dok Puslatan
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Kementerian Pertanian (Kementan) terus memprioritaskan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian melalui berbagai program pelatihan, penyuluhan, pendidikan, hingga magang ke luar negeri. Upaya ini bertujuan mencetak SDM yang kompeten, modern, dan berdaya saing global.
Salah satu program strategis adalah Magang Taiwan Batch 7 yang akan dilaksanakan pada November 2025. Sebanyak 65 peserta terpilih siap diberangkatkan ke Taiwan untuk menjalani program magang selama satu tahun, dengan peluang perpanjangan kontrak. Proses seleksi dilakukan ketat melalui tahap administrasi, pembekalan bahasa dan budaya, hingga penguatan fisik, mental, dan disiplin peserta.
Baca Lainnya :
- Kementan Umumkan Harga Daging Sapi Disepakati Rp 55 Ribu per Kg, Berlaku hingga Lebaran 2026
- Kementerian Pertanian Pastikan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Sumatera Barat Segera Tersalurkan
- Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh
- Sabang Kondusif Pasca Penyegelan 250 Ton Beras Ilegal, Warga Justru Beri Dukungan ke Aparat
- Instruksi Tegas Mentan: Semua Bantuan Pertanian Harus untuk Petani Gurem dan Berpendapatan Rendah
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Tedy Dirhamsyah, menegaskan pentingnya program ini dalam proses regenerasi petani. “Petani muda memiliki posisi strategis. Ilmu dan teknologi yang didapat selama magang harus bisa ditularkan setelah kembali ke tanah air. Harapannya, peserta dapat meningkatkan skala usaha pertanian serta berkontribusi bagi kemajuan ekonomi daerah masing-masing,” ungkapnya.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Kementan dengan Taiwan Economic Trade Office (TETO). Fokus utamanya adalah membentuk SDM unggul melalui penguasaan keterampilan teknis, etika kerja, serta adaptasi budaya. Lebih dari itu, magang juga menjadi solusi mengurangi pengangguran, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan generasi muda.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa SDM merupakan motor penggerak utama pembangunan pertanian. “Melalui program magang, terutama bagi generasi muda, kita bekali keterampilan praktis dan wawasan agar mereka bisa menjadi penggerak pertanian modern yang inovatif dan berdaya saing,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya integritas peserta. “Kegiatan magang bukan sekadar menambah keterampilan, tetapi juga membangun karakter dan komitmen. Peserta harus memahami kontrak dengan cermat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari,” jelasnya.
Program magang ini juga telah melahirkan kisah sukses, salah satunya petani muda asal Tasikmalaya yang mampu mengembangkan usaha tani lebih maju setelah pulang dari Taiwan. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa investasi pada SDM pertanian adalah langkah tepat menuju pertanian Indonesia yang maju, mandir
i, dan modern.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















