- Tak Sekadar Santunan, Pemkot Tangerang Dorong Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Lebih Produktif
- Serahkan 5.000 Sertifikat Halal, Maryono: Sinergi Wujudkan UMKM Makin Naik Kelas
- Harganas 2026, Kemensos Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Keluarga Indonesia
- Momentum Harganas Ke-33, Sachrudin: Keluarga Berkualitas Fondasi Wujudkan Generasi Emas
- Hendi Budi Yuantoro Menuju Kursi Parlemen DPRD Kabupaten Blitar PAW PDI P perjuangan
- USDEK BIRAWA ADI GUNA GPM Gelar Konsolidasi Nasional, Perkuat Soliditas Kader di Seluruh Indonesia
- Jangan Tunda Lagi: Ratifikasi OPCAT dan Sahkan RANHAM
- MUBES Jakmania: Seluruh Jakmania Harus Memiliki Hak yang Sama dalam Demokrasi
- Harap Perdamaian, Keluarga Salah Satu Tersangka Kasus Padel Gelar Doa Bersama
- PRSI Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Robotik di SDN Pancoran 07 Pagi Jakarta Selatan
Persiapan MUI Kota Tangerang Menjelang Bulan Ramadan 1444 H

Keterangan Gambar : Menjelang Ramadan tiba, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang mengadakan beberapa persiapan serta memberikan himbauan kepada masyarakat
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Bulan Ramadan 1444 H sudah hampir di depan mata dan tinggal menghitung hari. Menjelang Ramadan tiba, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang mengadakan beberapa persiapan serta memberikan himbauan kepada masyarakat setempat mengenai masuknya bulan suci Ramadan tahun ini.
Sekretaris III Dewan Pengurus Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang KH Zaki Mubarok menjelaskan persoalan mengenai persiapan yang dilakukan menjelang bulan Ramadan 1444 H.
"Biasanya yang kita kerjain itu agak padat kesibukannya, seperti mengadakan pertemuan-pertemuan menjelang Ramadan ataupun mengutus bagian-bagian kami dari MUI pusat Kota Tangerang di masing-masing masjid, terutama di masjid besar ini Masjid Raya Al-A'zhom, diantara mereka itu pengisi-pengisi khutbahnya, tarawihnya ataupun qiyamul lailnya. Dan rata-rata itu dari MUI Kota Tangerang. Adapun kegiatan rutinitas biasa, cuman semuanya nanti kita bekerja sama dengan Masjid Raya Al-A'zhom," ungkapnya.
Baca Lainnya :
- Sidak di RW 05 Poris Gaga, Komisi I : Para Pengembang di Kota Tangerang Harap Berikan Akses Jalan Untuk Warga
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
Beliau juga menambahkan suasana Ramadan tahun ini jauh lebih baik dibandingkan dengan 2 tahun sebelumnya, sebab pada saat itu angka kasus Covid-19 masih terus meningkat dan diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Indonesia.
"Agak berbeda, karena saat 2021 dan tahun sebelumnya itu masih ada Pandemi Covid-19. Kalau di tahun 2022 agak merenggang dibanding tahun sebelumnya. Kalau di tahun ini, Insya Allah kita terbuka lebar sampai qiyamul lail, i'tikafnya dan bukbernya juga kita sediakan. Dan sekali lagi kita juga bekerja sama dengan Masjid Raya Al-A'zhom, dengan melibatkan donatur-donatur tetap dan selalu ada," jelasnya.
MUI Kota Tangerang pun menambahkan himbauan atau peraturan untuk masyarakat setempat terkait masuknya bulan suci Ramadan tahun ini.
"Kami akan mengadakan himbauan, selain himbauan berbau keagamaan ataupun sosial. Diantaranya, meminimalisir perdagangan di sekitar Masjid Raya Al-A'zhom ataupun sekitaran MUI Kota Tangerang. Himbauan yang berbau keagamaan kepada khususnya masyarakat Kota Tangerang yaitu jangan melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar peraturan atau ibadah agama Islam," imbuh KH Zaki Mubarok.
"Sebetulnya bahasa ngabuburit di dalam Islam itu tidak ada, semacam menjelang magrib ataupun menjelang buka puasa mereka jalan itu tidak ada. Yang paling bagus itu himbauan kami adalah menjelang magrib itu di rumah masing-masing, di mushola ataupun di masjid, seperti mengadakan tadarusan ataupun kajian-kajian keagamaan," lanjutnya.
Beliau menegaskan untuk dapat meminimalisir bahasa ngabuburit dikalangan masyarakat dengan membuat himbauan seperti, tidak sering melakukan ngabuburit menjelang magrib dan lebih baik mengadakan tadarus ataupun kajian keagamaan.
Sementara itu, Bendahara I Dewan Pengurus Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Ida Rosidah menjelaskan kegiatan-kegiatan yang akan dipersiapkan oleh MUI Kota Tangerang untuk masyarakat setempat dalam menjalankan ibadah suci bulan Ramadan.
"Kita ada dakwah melalui aplikasi YouTube, berbentuk podcast dan ada siaran dakwah dari hari pertama sampai hari terakhir. Kita punya 30 judul yang akan disampaikan, tinggal bagaimana narasumber itu menyampaikan isinya seperti apa," tuturnya.
Podcast dan siaran dakwah yang direncanakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang ini nantinya akan diunggah melalui aplikasi YouTube dengan jumlah durasi kurang lebih 2 menit.
"Kita juga bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang mengenai dakwah setiap hari selama bulan Ramadan mulai dari pukul 08.00 pagi di Masjid Raya Al-A'zhom, dan ada pengajian rutin juga di sana yang bekerja sama dengan MUI Kota Tangerang," tambahnya. ** (Jhn)














