Breaking News
- Pari Purna DPRD Kota Blitar Pilih Sabotase Absen, Ini Alasannya
- Bupati Eman Ajak KAHMI Bersatu, Kolaborasi Jadi Kunci Majalengka SAE
- Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute: Kemerdekaan Pers Indonesia Bukan Lagi Sensor Negara, Tapi Tekanan Ekonomi
- Sinergi Fiskal Moneter: Arah Baru Industri Jasa Keuangan
- Bupati Majalengka Ultimatum KONI Majalengka: Saatnya Bangkit Raih Prestasi
- Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Sambangi Mako Korps Marinir
- Munjirin Minta FKDM Jakarta Timur Perkuat Deteksi Dini demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
- Kementerian UMKM Sambut PEWIRA Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional
- Kementerian UMKM dan BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan Olahan UMK
- Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
Pemkot dan Polres Tangsel Raih Rekor Muri

MEGAPOLITANPOS.COM, Ciputat-Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama Polres dan Pemuda Indonesia Center (PIC) meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). Acara tersebut berlangsung di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Ciputat, Sabtu, (18/12). Penghargaan MURI ini tentang rekor esai mengenai bela negara. Sebanyak 3.000 hasil karya literasi berupa esai hasil karya pemuda se-Indonesia dalam rangka menyambut HUT Bela Negara, berhasil meraih MURI. Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menjelaskan, penghargaan ini merupakan pembuktian bahwa pemuda memiliki peran besar dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Jadi ini digagas oleh anak-anak muda juga. Yang hadir di sini katakanlah mereka yang terbaik dari seluruh tulisan yang ada," ujar Benyamin usai menerima penghargaan rekor MURI. Benyamin pun mengapresiasi gerakan pemuda ini, terutama yang sudah membangkitkan bangsa akan literasi. "Saya kira ini sebuah gerakan membangun kesadaran di tengah-tengah krisis pandemi. Ini sangat penting sekali untuk membangkitkan nasionalisme untuk para pemuda kita," terangnya. Menurutnya, kesadaran dan semangat bela negara ini harus tetap ditanamkan bagi generasi muda yang mulai mengalami krisis persatuan. Mengingat, kini kembali banyak kejadian dan tindakan anak muda yang justru saling bertengkar. "Apa lagi masih ada intoleransi, tawuran dan lain-lain. Memang ini sedang menemukan momentumnya untuk bergairah dan bangkit untuk di Tangsel, melalui berbagai macam kegiatan” kata Benyamin. (Dra)


.jpg)














