Breaking News
- Sekda Minta Jajarannya Bergerak Lebih Cepat!
- Usaha Laundry Tumbuh di Berbagai Daerah, Menteri UMKM Ingatkan Risiko Persaingan
- Open Turnamen Piala Panglima TNI Atlit PSHT Cabang Kota Blitar Borong 6 Medali Luar Biasa.
- Babinsa Koramil Ciledug Dan Serpong Bersama Komduk Aktif Patroli Malam.
- Tembus 3.000 Pelari, Sachrudin: Tangerang 10K Semakin Ramai dan Berdampak.
- Koramil 10/Sepatan Gelar Baksos, Komsos dan Santunan Anak Yatim.
- Kompi Produksi Kodim 0808/Blitar Aktif Kelola Pertanian, Peternakan Kambing dan Perikanan Untuk ini.
- Paguyuban Jawa Tengah dan Persejasi DKI Jakarta Tampilkan Sepakbola Berjalan (Walking Football)
- Warga RW 11 VTE Antusias Ikuti Skrining Kesehatan
- Bupati Barito Utara Sampaikan Apresiasi kepada AKBP Singgih, Sambut Kapolres Baru
Pemkot dan Polres Tangsel Raih Rekor Muri

MEGAPOLITANPOS.COM, Ciputat-Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama Polres dan Pemuda Indonesia Center (PIC) meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). Acara tersebut berlangsung di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Ciputat, Sabtu, (18/12). Penghargaan MURI ini tentang rekor esai mengenai bela negara. Sebanyak 3.000 hasil karya literasi berupa esai hasil karya pemuda se-Indonesia dalam rangka menyambut HUT Bela Negara, berhasil meraih MURI. Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menjelaskan, penghargaan ini merupakan pembuktian bahwa pemuda memiliki peran besar dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Jadi ini digagas oleh anak-anak muda juga. Yang hadir di sini katakanlah mereka yang terbaik dari seluruh tulisan yang ada," ujar Benyamin usai menerima penghargaan rekor MURI. Benyamin pun mengapresiasi gerakan pemuda ini, terutama yang sudah membangkitkan bangsa akan literasi. "Saya kira ini sebuah gerakan membangun kesadaran di tengah-tengah krisis pandemi. Ini sangat penting sekali untuk membangkitkan nasionalisme untuk para pemuda kita," terangnya. Menurutnya, kesadaran dan semangat bela negara ini harus tetap ditanamkan bagi generasi muda yang mulai mengalami krisis persatuan. Mengingat, kini kembali banyak kejadian dan tindakan anak muda yang justru saling bertengkar. "Apa lagi masih ada intoleransi, tawuran dan lain-lain. Memang ini sedang menemukan momentumnya untuk bergairah dan bangkit untuk di Tangsel, melalui berbagai macam kegiatan” kata Benyamin. (Dra)


.jpg)




.jpg)
.jpg)







