- Pempek King Al-Bar99 Sensasi Khas Palembang Hadir di Pasar Kemis.
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
Komisi II DPRD Minta Kemarau Agar Bupati Blitar Fokus Pola Pertanian Gogorancah

Keterangan Gambar : Poto : Istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Pada musim kemarau panjang sekarang menjadi tantangan di sektor pertanian, khususnya di Kabupaten Blitar masalah kekeringan mendapat perhatian Suwito Saren Satoto selaku Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, menurutnya hal yang paling signifikan ketika mengalami krisis air saat ini kita dituntut banyak inovasi yang cepat dan tepat membantu para petani mengolah pertanian yang maksimal.
"Kami minta kepada Bupati dalam menghadapi kondisi sulit air atau kekeringan, penciptaan bibit pangan unggul yang adaptif menjadi kunci utama untuk menjaga ketahanan pangan,"kata Suwito, Senin (17/08/26).
Suwito Saren berharap pemerintah kabupaten Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) fokus dalam menciptakan dan memilih bibit pangan di masa sulit air saat ini dan memberikan pendampingan yang baik kepada kelompok tani di kabupaten Blitar.
Baca Lainnya :
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Pilkades Kedungbanteng 2026-2034\"Dua Hati Satu Tujuan\" Tentukan Arah Pembangunan.
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Program Revitalisasi di Blitar Disinyalir Banyak Campur Tangan Siapa Mereka ? .
"Jika kita memiliki bibit unggul yang ramah kekeringan dan memiliki genotipe yang mampu bertahan hidup dan tetap berproduksi meski kekurangan air, maka kita tidak khawatir dengan ancaman kekurangan pangan,"jelasnya.

Suwito Saren Satoto juga menyampaikan bahwa, Komoditas pangan alternatif jika padi sawah konvensional sulit tumbuh, diperlukan bibit-bibit pangan lain untuk menjadi solusi. Contohnya padi gogo salah satu varietas padi yang dirancang untuk lahan kering atau tadah hujan dan sorgum salah satu tanaman pangan yang sangat tangguh di cuaca panas dan minim air.
"Jagung hibrida tahan kering. Ubi jalar dan singkong, adalah varietas tanaman yang akarnya cepat berkembang saat mendeteksi tanah, menjadi komoditas pangan yang relatif stabil dalam kondisi minim irigasi,"tandasnya.
Suwito Saren juga mengapresiasi langkah dari pemerintah daerah dengan, mengoptimalkan proyek kolaborasi irigasi perpompaan untuk menyedot dan mengalirkan air ke lahan-lahan sawah yang kritis. Sebelum puncak kemarau, dinas terkait mengoptimalkan Gerakan Tanam guna memastikan target luas tanam padi tetap terpenuhi.
Pembuatan sumur ladang oleh petani secara mandiri maupun berkelompok membuat sumur Bor di ladang area persawahan sebagai sumber air alternatif utama. Sebagai langkah antisipatif terhadap kemarau panjang yang terjadi saat ini.
"Semoga langkah langkah strategis dari pemerintah ini menjadi solusi bagi swasembada pangan di kabupaten Blitar," pungkasnya.
Khususnya di Blitar Selatan saat ini memang sudah dilakukan pasokan air bersih untuk warga masyarakat akibat dampak kemarau panjang tahun ini, upaya Pemkab Blitar telah melakukan droping air bersih di Blitar Selatan. (adv/za/mp )



.jpg)

.jpg)

.jpg)


.jpg)
.jpg)




