- Revitalisasi 130 Sekolah di Majalengka Dikebut, Pemkab Jemput Bola ke Pusat
- Bupati Shalahuddin Kembali Sisir Titik Karhutla di Teweh Selatan
- Karhutla Melanda Barito Utara, Shalahuddin, Felix Turun Langsung Lapangan
- KAI dan INKA Pastikan Perawatan 7 Trainset KRL iE305 Tepat Target, Safety Jadi Prioritas
- Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat.
- Patroli Malam Bersama Komduk Perkuat Kamtibmas di Wilayah Kodim 0506/Tgr.
- Mintarsih Ungkap Hutang Blue Bird Taxi Lebih Dari Hartanya dan Aset Minus
- Dokumen Boedel Pailit Dipersoalkan, Kuasa Hukum Abu Hasan Minta Pengadilan Lakukan Audit
- Komisi II DPRD Kota Blitar Panggil Suplayer dan Toko Mitra KKMP Atas Temuan Beras Apeg di Masyarakat.
- Kodim 0510/Tigaraksa Gelar Pembinaan Mental untuk Perkuat Ketahanan Personel.
Karhutla Melanda Barito Utara, Shalahuddin, Felix Turun Langsung Lapangan

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Barito Utara mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Kecamatan Teweh Selatan menjadi salah satu wilayah yang mengalami kebakaran cukup luas sehingga membutuhkan penanganan intensif.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin didampingi wabup dan sekda bersama tim gabungan tidak hanya melakukan koordinasi dari ruang rapat, tetapi turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan titik-titik kebakaran berjalan maksimal.
Selasa (15/09/2026), Bupati bersama jajaran menggelar rapat koordinasi penanganan Karhutla di Kecamatan Teweh Selatan. Rakor tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menyatukan langkah seluruh unsur dalam menghadapi kebakaran yang masih terjadi.
Baca Lainnya :
- Revitalisasi 130 Sekolah di Majalengka Dikebut, Pemkab Jemput Bola ke Pusat
- Bupati Shalahuddin Kembali Sisir Titik Karhutla di Teweh Selatan
- Karhutla Melanda Barito Utara, Shalahuddin, Felix Turun Langsung Lapangan
- KAI dan INKA Pastikan Perawatan 7 Trainset KRL iE305 Tepat Target, Safety Jadi Prioritas
- Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat.
Tidak berselang lama setelah rakor, Bupati bersama jajaran langsung bergerak menuju sejumlah titik, salah satunya pemantauan di kawasan sekitar Bandara H. Muhammad Sidik, kecamatan Teweh Baru.
Di lokasi, Bupati melakukan pemantauan sekaligus mengecek kondisi titik api, kesiapan personel serta sarana dan prasarana yang digunakan tim gabungan.
Keseriusan pemkab dalam penanganan terhadap Karhutla tersebut memang terlihat ketika Bupati bersama sejumlah kepala perangkat daerah turun langsung ke lapangan.
Bahkan, dalam kondisi tertentu Bupati ikut memegang selang pemadam untuk membantu upaya memadamkan api.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla tidak cukup hanya dilakukan melalui rapat dan instruksi, tetapi harus diikuti dengan tindakan nyata di lapangan.
Bupati H. Shalahuddin meminta seluruh tim bergerak cepat setiap kali menerima laporan mengenai titik api. Menurutnya, keterlambatan penanganan dapat menyebabkan api semakin meluas dan menyulitkan proses pemadaman.
“Begitu ada laporan titik panas atau kejadian kebakaran, seluruh tim harus cepat bergerak. Jangan sampai terjadi keterlambatan dalam penanganan,” tegas Bupati.
Ia juga meminta seluruh peralatan pemadam dipastikan dalam kondisi siap digunakan. Kendala di lapangan, terutama menyangkut sumber air dan akses menuju lokasi kebakaran, harus segera dicarikan solusi.
Bupati mengajak seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, perusahaan serta masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan penanganan Karhutla.
Masyarakat juga diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Kalau melihat ada titik api, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar karena semakin besar kebakaran, semakin sulit penanganannya,” pesan Bupati.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara memastikan pemantauan dan penanganan Karhutla akan terus dilakukan bersama tim gabungan, khususnya pada wilayah yang masih terdapat titik api.
Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas serta mengurangi dampak terhadap masyarakat, lingkungan dan aktivitas warga di Kabupaten Barito Utara.
(Dd)


.jpg)
.jpg)











