Revitalisasi 130 Sekolah di Majalengka Dikebut, Pemkab Jemput Bola ke Pusat

By Sigit 16 Sep 2026, 15:41:41 WIB Jawa Barat
Revitalisasi 130 Sekolah di Majalengka Dikebut, Pemkab Jemput Bola ke Pusat

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman saat meninjau ke beberapa sekolah.


MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Upaya memperbaiki wajah pendidikan di Kabupaten Majalengka mulai menyentuh langsung ruang belajar siswa. Program revitalisasi satuan pendidikan yang menyasar 130 sekolah digulirkan untuk memperbaiki fasilitas sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, sehat dan nyaman.

Langkah tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Majalengka. Pasalnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan guru dan proses pembelajaran, tetapi juga kondisi ruang dan fasilitas tempat siswa menimba ilmu setiap hari.

Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan, revitalisasi sekolah bukan sekadar proyek mempercantik bangunan. Lebih jauh, program tersebut menyangkut keselamatan dan kenyamanan peserta didik sekaligus upaya menciptakan kondisi belajar yang lebih mendukung.

Baca Lainnya :

"Revitalisasi sekolah ini bukan sekadar memperbaiki bangunan. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita bisa belajar dengan aman, nyaman, dan lebih bersemangat. Ketika ruang kelasnya layak dan lingkungan sekolahnya baik, tentu akan memberikan pengaruh terhadap kualitas belajar mereka," ujar Eman, Rabu (16/9/2026).

Menurut Eman, kebutuhan perbaikan sarana pendidikan di Majalengka masih cukup besar. Sementara kemampuan APBD memiliki keterbatasan sehingga seluruh kebutuhan tidak mungkin dituntaskan dalam satu waktu.

Karena itu, Pemkab Majalengka memilih strategi jemput bola dengan aktif mengusulkan pembangunan dan rehabilitasi sekolah kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Kita setiap tahun terus melakukan jemput bola. Kita datang dan mengusulkan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi agar pembangunan dan rehabilitasi sekolah di Majalengka bisa mendapatkan dukungan. Kita tidak hanya menunggu, tetapi aktif memperjuangkan kebutuhan sekolah-sekolah kita," tegasnya.

Eman mengatakan, sinergi lintas pemerintahan diperlukan agar percepatan pemerataan sarana pendidikan dapat dilakukan secara bertahap.

"Kalau hanya mengandalkan APBD, tentu tidak semua kebutuhan bisa diselesaikan sekaligus. Karena itu, kita terus mencari sumber dukungan lain, baik dari pemerintah pusat maupun provinsi. Yang penting bagaimana sekolah-sekolah yang kondisinya membutuhkan perbaikan bisa kita tangani secara bertahap," katanya.

Ia memastikan pengajuan program pembangunan dan rehabilitasi tidak dilakukan tanpa melihat kebutuhan di lapangan. Kondisi serta tingkat kerusakan masing-masing satuan pendidikan menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan prioritas penanganan.

"Target kita bukan hanya membangun gedung yang bagus, tetapi memastikan anak-anak Majalengka belajar di tempat yang aman, sehat dan nyaman. Setiap tahun kita akan terus berikhtiar, melakukan jemput bola dan mengawal usulan-usulan tersebut agar pembangunan pendidikan di Majalengka semakin baik," ujarnya.

130 Sekolah Jadi Sasaran Revitalisasi

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka H. Muhamad Umar Ma'ruf mengungkapkan, program revitalisasi ruang sekolah saat ini mencakup 130 satuan pendidikan.

Program tersebut tidak hanya menyentuh ruang kelas. Sejumlah fasilitas pendukung pendidikan juga menjadi sasaran perbaikan, di antaranya toilet, ruang UKS dan sarana penunjang lainnya.

Revitalisasi mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP.

"Revitalisasi ini mencakup 130 sekolah. Pekerjaannya tidak hanya ruang kelas, tetapi juga toilet, UKS dan sarana pendukung lainnya. Kita ingin sekolah memiliki lingkungan yang lebih layak sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik," ungkap Muhamad Umar Ma'ruf.

Ia menilai pembenahan fasilitas pendidikan memiliki keterkaitan langsung dengan kualitas penyelenggaraan pembelajaran.

Fasilitas yang layak memberikan ruang yang lebih baik bagi guru dalam menjalankan proses pembelajaran. Di sisi lain, siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dalam lingkungan yang lebih nyaman.

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Sekolah, kata dia, harus menjadi ruang yang aman bagi siswa, guru maupun seluruh warga sekolah.

"Harapannya, revitalisasi ini benar-benar memberikan manfaat langsung kepada sekolah. Anak-anak bisa belajar dengan nyaman, guru bisa mengajar dengan lebih baik, dan seluruh warga sekolah dapat beraktivitas dengan aman," tambahnya.

Orang Tua Sambut Perubahan

Perubahan kondisi fasilitas sekolah juga mendapat respons positif dari orang tua siswa. Mereka menilai sarana pendidikan yang layak memberikan ketenangan tersendiri ketika anak-anak menjalani aktivitas belajar.

Siti (42), warga Waringin, mengaku senang melihat kondisi sekolah anaknya setelah mendapatkan perbaikan.

"Sebagai orang tua tentu kami senang. Anak-anak sekarang lebih nyaman ke sekolah. Kalau ruang kelas bagus, bersih dan fasilitasnya memadai, kami juga merasa lebih tenang ketika anak belajar,"ujarnya.

Menurutnya, kenyamanan lingkungan sekolah turut memengaruhi semangat anak dalam mengikuti pembelajaran.

"Anak juga lebih semangat kalau sekolahnya nyaman. Mudah-mudahan program seperti ini terus dilanjutkan, terutama untuk sekolah-sekolah yang masih membutuhkan perbaikan," katanya.

Hal serupa disampaikan Dedi (45), warga Palasah. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap kondisi sarana pendidikan.

"Bagi kami orang tua, sekolah yang aman dan nyaman itu sangat penting. Anak-anak menghabiskan banyak waktu di sekolah. Kalau fasilitasnya baik, tentu kami lebih tenang dan anak juga bisa lebih fokus belajar," ungkapnya.

Namun, Dedi berharap pembangunan fisik tersebut diikuti pemeliharaan secara berkelanjutan.

"Setelah diperbaiki, tentunya harus sama-sama dijaga. Sekolah, siswa, guru dan masyarakat harus ikut merawat fasilitas yang sudah dibangun supaya manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang lama," katanya.

Program revitalisasi 130 sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Majalengka mempersempit kesenjangan sarana pendidikan antarsekolah.

Pemerintah daerah juga terus mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sekolah, komite sekolah, orang tua dan masyarakat.

Bagi Pemkab Majalengka, revitalisasi tidak berhenti pada perubahan fisik bangunan. Lebih dari itu, program tersebut diarahkan untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu menunjang keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kualitas proses belajar siswa.

Bupati Eman Suherman menegaskan pemerintah daerah akan terus memperjuangkan kebutuhan pendidikan melalui berbagai sumber dukungan.

"Pendidikan adalah investasi untuk masa depan. Karena itu, pemerintah daerah akan terus berusaha mencari dukungan dan memperjuangkan pembangunan serta rehabilitasi sekolah. Kita ingin seluruh anak di Majalengka mendapatkan hak yang sama untuk belajar di lingkungan yang layak, aman dan nyaman,"pungkasnya. ** (Agit)




  • DPRD Kota Bogor Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pengharmonisasian Raperda

    🕔19:07:47, 19 Sep 2026
  • Revitalisasi 130 Sekolah di Majalengka Dikebut, Pemkab Jemput Bola ke Pusat

    🕔15:41:41, 16 Sep 2026
  • 10 Propemperda 3 di Prakarsa DPRD Kabupaten Bandung.

    🕔08:10:56, 15 Sep 2026
  • Polres Majalengka Musnahkan 2.700 Botol Miras, Total Tembus 20 Ribu

    🕔15:19:09, 14 Sep 2026
  • Kapolres Majalengka Bongkar Modus COD Miras, Warga Diminta Melapor

    🕔16:03:47, 14 Sep 2026