Breaking News
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
- Bupati Barito Utara Sholat Idulfitri Bersama Warga di Masjid Raya Shirathal Mustaqim
- Takbir Bergema, Barito Utara Rayakan Malam Kemenangan Dengan Pawai Meriah
- Wasekjen PRSI Muhamad Ied Hadiri Halal Bihalal di Balai Kota DKI
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
- Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit
Pastikan Kota Blitar Aman PMK, Walikota Terjun Langsung Sidak Pasar Hewan Dimoro

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar- Untuk memastikan Kota Blitar apakah aman dari penyebaran Penyakit Kuku dan Mulut (Foot and Mouth Disease (FMD), yang sangat mencemaskan dan menggegerkan masyarakat, Pemerintah Kota Blitar pada Selasa (17/05/22) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pasar hewan Dimoro. Sidak dipimpin langsung oleh Walikota Blitar Drs. Santoso, M.P.d diikuti kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Blitar bersama satgas pangan dan dinas teknis.
Orang nomor satu Pemkot Blitar mengatakan, sidak hewan ternak di Pasar Hewan Dimoro sebagai bentuk perhatian untuk menjaga kesehatan hewan ternak sapi, dan kambing Hal itu dilakukan untuk mencegah wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) yang diperjual belikan di satu satunya pasar hewan di Kota Blitar, kunjungan Santoso kali ini ingin memastikan peredaran hewan tersebut terkontrol petugas.
"Ini kita lakukan karena kita peduli, bagaimana mencegah wabah Penyakit Mulut dan Kuku, kami melakukan pengawasan satu satunya pusat jual beli hewan tersebut yakni di Pasar Hewan Dimoro," ungkap Santoso.
Karena pasar hewan Dimoro banyak pedagang sapi maupun kambing yang dari luar kota, maka pihaknya juga wanti wanti kepada pedagang agar tidak sembarangan memperdagangkan hewan ternak, dan tidak menjual hewan yang terdeteksi terpapar PMK. Dan yang terpenting semua hewan ternak yang akan masuk ke Pasar Dimoro dipastikan sehat terlebih dahulu. Semua yang akan masuk di lokasi pasar semua kendaraan Truck atau pick up, juga gledhekan harus dilakukan penyemprotan dengan disinfektan.
"Jadi kita perketat semua jenis kendaraan pengangkut hewan disemprot, setelah itu baru dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak. Kita siapkan petugas kesehatan hewan dan dokter hewan, untuk memastikan kesehatan hewan dan bebas PMK," ucapnya.
Karena saat itu sedang hari pasaran hewan, tercatat oleh petugas ada 400 ekor hewan sapi yang disemprot disinfektan, dan dari hasil pemeriksaan saat itu, petugas menyatakan hasilnya tidak menemukan hewan ternak yang terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"Alhamdulillah tadi dilaporkan oleh petugas bahwa seluruh ternak di sini aman tidak ada satupun yang dinyatakan PMK," tandasnya.
Selanjutnya Walikota Blitar juga menghimbau kepada masyarakat yang memiliki hewan ternak sapi, kambing, kerbau dan babi agar waspada, selalu menjaga kebersihan kandang, apa bila ada tanda tanda hewan ternak mengalami gejala yang mengarah ke Penyakit Mulut dan Kuku, masyarakat agar memberitahukan kepada mantri hewan, melakukan karantina dan tidak menjual hewan ternak yang dalam kondisi sakit PMK.
"Saya menghimbau agar masyarakat tetap menjaga kewaspadaan, agar Kota Blitar betul - betul aman dan terbebas dari Penyakit Mulut Kuku, kami juga mengapresiasi kerja keras TNI Polri yang turut membantu melakukan pengawasan dan penyuluhan kepada masyarakat," pungkasnya. (adv.kmftik/za/mp)

















