Breaking News
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
- Lebih dari Seabad Berdiri, Sekolah Panggung di Malabar Simpan Sejarah Pendidikan Bangsa
- Ghost Buzzer Bidik 300 Ribu Penonton, Hadir di XXI dan Netflix
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
Pastikan Kota Blitar Aman PMK, Walikota Terjun Langsung Sidak Pasar Hewan Dimoro

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar- Untuk memastikan Kota Blitar apakah aman dari penyebaran Penyakit Kuku dan Mulut (Foot and Mouth Disease (FMD), yang sangat mencemaskan dan menggegerkan masyarakat, Pemerintah Kota Blitar pada Selasa (17/05/22) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pasar hewan Dimoro. Sidak dipimpin langsung oleh Walikota Blitar Drs. Santoso, M.P.d diikuti kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Blitar bersama satgas pangan dan dinas teknis.
Orang nomor satu Pemkot Blitar mengatakan, sidak hewan ternak di Pasar Hewan Dimoro sebagai bentuk perhatian untuk menjaga kesehatan hewan ternak sapi, dan kambing Hal itu dilakukan untuk mencegah wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) yang diperjual belikan di satu satunya pasar hewan di Kota Blitar, kunjungan Santoso kali ini ingin memastikan peredaran hewan tersebut terkontrol petugas.
"Ini kita lakukan karena kita peduli, bagaimana mencegah wabah Penyakit Mulut dan Kuku, kami melakukan pengawasan satu satunya pusat jual beli hewan tersebut yakni di Pasar Hewan Dimoro," ungkap Santoso.
Karena pasar hewan Dimoro banyak pedagang sapi maupun kambing yang dari luar kota, maka pihaknya juga wanti wanti kepada pedagang agar tidak sembarangan memperdagangkan hewan ternak, dan tidak menjual hewan yang terdeteksi terpapar PMK. Dan yang terpenting semua hewan ternak yang akan masuk ke Pasar Dimoro dipastikan sehat terlebih dahulu. Semua yang akan masuk di lokasi pasar semua kendaraan Truck atau pick up, juga gledhekan harus dilakukan penyemprotan dengan disinfektan.
"Jadi kita perketat semua jenis kendaraan pengangkut hewan disemprot, setelah itu baru dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak. Kita siapkan petugas kesehatan hewan dan dokter hewan, untuk memastikan kesehatan hewan dan bebas PMK," ucapnya.
Karena saat itu sedang hari pasaran hewan, tercatat oleh petugas ada 400 ekor hewan sapi yang disemprot disinfektan, dan dari hasil pemeriksaan saat itu, petugas menyatakan hasilnya tidak menemukan hewan ternak yang terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"Alhamdulillah tadi dilaporkan oleh petugas bahwa seluruh ternak di sini aman tidak ada satupun yang dinyatakan PMK," tandasnya.
Selanjutnya Walikota Blitar juga menghimbau kepada masyarakat yang memiliki hewan ternak sapi, kambing, kerbau dan babi agar waspada, selalu menjaga kebersihan kandang, apa bila ada tanda tanda hewan ternak mengalami gejala yang mengarah ke Penyakit Mulut dan Kuku, masyarakat agar memberitahukan kepada mantri hewan, melakukan karantina dan tidak menjual hewan ternak yang dalam kondisi sakit PMK.
"Saya menghimbau agar masyarakat tetap menjaga kewaspadaan, agar Kota Blitar betul - betul aman dan terbebas dari Penyakit Mulut Kuku, kami juga mengapresiasi kerja keras TNI Polri yang turut membantu melakukan pengawasan dan penyuluhan kepada masyarakat," pungkasnya. (adv.kmftik/za/mp)

.jpg)






.jpg)








