- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- Kantah Kabupaten Tangerang Salurkan UGK Untuk Pembangunan KSCS, Dukung Manfaat Air Baku bagi Masyarakat
- Perkuat Budaya Antikorupsi, Kantah Kabupaten Tangerang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK
- Kantah Kabupaten Pandeglang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK Bangun Budaya Anti Korupsi
- Lima Hari Kades Sangkanhurip Sulit Ditemui, Warga Pertanyakan Pelayanan Desa
- Kementerian UMKM Lanjutkan Pendampingan Usaha bagi UMKM Aceh Pascabencana
- MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli di Indonesia Tetap Digelar
- DPRD Barito Utara Hadiri Pemakaman H Nadalsyah Koyem, Patih Herman Sampaikan Duka Mendalam
- HUT Humas Polri ke-75, Kapolres Majalengka Tegaskan Wartawan Saudara
- Pakar Hukum: Pengembalian Dana Nasabah oleh Bank BUMN Tak Otomatis Jadi Kerugian Negara
Panti Putra Utama Kembangkan Urban Farming, Bekali Penghuni Keterampilan Hidup Mandiri

Keterangan Gambar : Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, memberikan manfaat ganda bagi para penghuni panti.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Program urban farming atau pertanian perkotaan yang dikembangkan di lingkungan Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, memberikan manfaat ganda bagi para penghuni panti. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga menjadi sarana terapi psikologis dan pembelajaran keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.
Program tersebut dilaksanakan dengan memanfaatkan lahan terbatas di area panti yang berlokasi di Jalan Swadaya Raya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Berbagai jenis tanaman sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat keluarga dibudidayakan menggunakan metode sederhana seperti penanaman dalam polybag, vertikultur, hidroponik, serta pemanfaatan pekarangan yang tersedia.
Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3, Ratu Dian Cherrawati, menjelaskan bahwa kegiatan urban farming tidak hanya menghasilkan produk pertanian yang dapat dikonsumsi oleh penghuni panti, tetapi juga menjadi media edukasi yang memberikan pengalaman langsung dalam bercocok tanam.
Baca Lainnya :
- Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pramono Anung: Generasi Muda Harus Berani Memimpin
- OJK Apresiasi Bank Jakarta dalam Mendorong Inklusi Keuangan Lewat FinFest 2026
- Pemprov DKI, OJK, dan Bank Jakarta Perkuat Inklusi Keuangan Lewat Financial Festival 2026
- Sinergi BUMD-BUMN Diperluas, Jakarta Percepat Pengembangan Kota Global
- Pemprov DKI dan TNI/Polri Sepakat Dirikan Posko Pengamanan di Manggarai Cegah Tawuran
“Melalui kegiatan ini, para penghuni belajar mulai dari proses penyemaian, perawatan tanaman, hingga masa panen. Selain menambah pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini juga membangun rasa tanggung jawab serta kebersamaan,” ujar Ratu Dian, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, keterlibatan aktif para penghuni dalam kegiatan berkebun terbukti mampu meningkatkan rasa percaya diri dan memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental.
“Aktivitas berkebun juga membantu mengurangi tingkat stres sehingga menjadi salah satu bentuk terapi yang bermanfaat bagi para penghuni,” tambahnya.
Hasil panen yang diperoleh dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari di lingkungan panti. Dengan demikian, program ini turut membantu menekan pengeluaran operasional sekaligus meningkatkan kemandirian pangan.
Ratu Dian menilai urban farming merupakan solusi efektif untuk mengoptimalkan lahan terbatas karena mudah diterapkan dan tidak membutuhkan biaya besar. Oleh karena itu, program tersebut akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan penghuni panti.
“Program ini diharapkan dapat terus berkembang untuk mendukung ketahanan pangan, meningkatkan keterampilan penghuni, serta mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang lebih mandiri di masa depan,” pungkasnya.(AS/MP).
















