- Sinergi PTPN I dan TNI Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Hilirisasi Tebu
- FAZ Perluas Jaringan Distribusi Ikan, Teh, Tanaman, dan Pengadaan Barang ke Berbagai Sektor
- Wamen UMKM Tinjau PLUT KUMKM Kulon Progo, Perkuat Pendampingan Wirausaha
- KemenUMKM dan Aprindo Fasilitasi Pembebasan Bea Administrasi UMKM Masuk Ritel Modern
- Jalan Rusak Akibat Aktivitas Tambang, Bupati Barito Utara Beri Ultimatum kepada PT BBN
- Komitmen Dukung Pendidikan Usia Dini, Bupati Barito Utara Serahkan Bantuan SIP PINTAR
- Wabup Felix Hadiri Peringatan Hari Jadi ke-61 Pemkot dan ke-69 Kota Palangka Raya
- Bupati Barito Utara Perkuat Sinergi dengan Kejari untuk Tata Kelola Keuangan Daerah yang Akuntabel
- Alfamart dan Cussons Baby Kembali Berkolaborasi melalui Alfamart Sahabat Posyandu, Sasar 2.800 Ibu dan Anak di Juli
- Fraksi Demokrat Apresiasi Pemkab Barito Utara Pertahankan ke 11 kalinya Opini WTP
Panti Putra Utama Kembangkan Urban Farming, Bekali Penghuni Keterampilan Hidup Mandiri

Keterangan Gambar : Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, memberikan manfaat ganda bagi para penghuni panti.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Program urban farming atau pertanian perkotaan yang dikembangkan di lingkungan Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, memberikan manfaat ganda bagi para penghuni panti. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga menjadi sarana terapi psikologis dan pembelajaran keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.
Program tersebut dilaksanakan dengan memanfaatkan lahan terbatas di area panti yang berlokasi di Jalan Swadaya Raya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Berbagai jenis tanaman sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat keluarga dibudidayakan menggunakan metode sederhana seperti penanaman dalam polybag, vertikultur, hidroponik, serta pemanfaatan pekarangan yang tersedia.
Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3, Ratu Dian Cherrawati, menjelaskan bahwa kegiatan urban farming tidak hanya menghasilkan produk pertanian yang dapat dikonsumsi oleh penghuni panti, tetapi juga menjadi media edukasi yang memberikan pengalaman langsung dalam bercocok tanam.
Baca Lainnya :
- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- Panti Putra Utama Kembangkan Urban Farming, Bekali Penghuni Keterampilan Hidup Mandiri
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- JKB Audiensi dengan PSI di DPRD DKI, Bahas Pencegahan Radikalisme dan Kolaborasi Sosial
- Pemkot Jaktim Perkuat Sinergi Wajib Belajar 13 Tahun dan Penanganan Anak Tidak Sekolah
“Melalui kegiatan ini, para penghuni belajar mulai dari proses penyemaian, perawatan tanaman, hingga masa panen. Selain menambah pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini juga membangun rasa tanggung jawab serta kebersamaan,” ujar Ratu Dian, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, keterlibatan aktif para penghuni dalam kegiatan berkebun terbukti mampu meningkatkan rasa percaya diri dan memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental.
“Aktivitas berkebun juga membantu mengurangi tingkat stres sehingga menjadi salah satu bentuk terapi yang bermanfaat bagi para penghuni,” tambahnya.
Hasil panen yang diperoleh dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari di lingkungan panti. Dengan demikian, program ini turut membantu menekan pengeluaran operasional sekaligus meningkatkan kemandirian pangan.
Ratu Dian menilai urban farming merupakan solusi efektif untuk mengoptimalkan lahan terbatas karena mudah diterapkan dan tidak membutuhkan biaya besar. Oleh karena itu, program tersebut akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan penghuni panti.
“Program ini diharapkan dapat terus berkembang untuk mendukung ketahanan pangan, meningkatkan keterampilan penghuni, serta mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang lebih mandiri di masa depan,” pungkasnya.(AS/MP).

.jpg)








.jpg)






