- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Papan Proyek Jalan Sumberjaya Disorot, PUTR : Bukan Proyek Kami
- Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Balaraja, Pemkab Tangerang dan Kejaksaan Agung Sinergikan Layanan Kesehatan Inklusif.
Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission

Keterangan Gambar : PTPN I menegaskan komitmennya mempercepat transisi energi nasional
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan transisi energi nasional melalui pengembangan bioenergi berbasis potensi sektor perkebunan. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN I, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, saat menjadi pembicara pada seminar internasional "Biomethane to LNG: Green Transition Towards Net Zero in ASEAN" yang digelar Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) bersama ASEAN Centre for Energy (ACE) di Jakarta, Kamis (23/7).
Forum tersebut mempertemukan para pemangku kepentingan dari sektor energi, pemerintah, akademisi, industri, hingga organisasi profesi dari berbagai negara ASEAN guna membahas strategi percepatan pengembangan biomethane dan bioenergi sebagai solusi energi rendah karbon.
Baca Lainnya :
Dalam paparannya, Abdul Rivai Ras menegaskan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama bioenergi di kawasan ASEAN. Menurutnya, kekuatan sektor perkebunan nasional harus dioptimalkan sebagai fondasi pengembangan energi baru terbarukan berbasis sumber daya domestik.
"Transisi energi tidak dapat bertumpu pada satu sumber energi saja. Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan bioenergi berbasis biomethane maupun bioetanol secara paralel sehingga mampu menciptakan sistem energi yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berbasis sumber daya domestik," ujar Abdul Rivai Ras.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, PTPN I melalui anak usahanya, Energi Agro Nusantara (ENERO), terus memperkuat produksi bioetanol berbahan baku molases tebu. Saat ini ENERO memiliki kapasitas produksi sekitar 100 kiloliter per hari, yang dimanfaatkan untuk kebutuhan energi, alkohol industri, karbon dioksida (CO₂) food grade, hingga pupuk organik melalui penerapan konsep zero waste industry.
Menurut Abdul Rivai Ras, model bisnis tersebut membuktikan bahwa sektor perkebunan tidak hanya menghasilkan komoditas primer, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi yang mendukung ekonomi sirkular dan pembangunan rendah karbon.
"Setiap produk samping kami manfaatkan kembali sehingga menciptakan efisiensi, mengurangi limbah, sekaligus menghasilkan energi bersih. Inilah transformasi yang sedang dibangun PTPN I untuk menghadirkan industri perkebunan yang semakin modern dan berkelanjutan," jelasnya.
Ia juga menilai tantangan utama pengembangan bioenergi nasional saat ini bukan hanya pada aspek teknologi maupun kapasitas produksi, melainkan kepastian pasar dan kebijakan yang mampu mendorong investasi secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari implementasi strategi tersebut, PTPN I telah menjalin kerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga dalam penyediaan bioetanol untuk mendukung pengembangan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Perusahaan juga terus memperluas kapasitas produksi guna mendukung program pemerintah dalam pengembangan energi baru terbarukan.
Abdul Rivai Ras menegaskan bahwa transformasi PTPN I tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
"PTPN I berkomitmen menjadi bagian dari solusi ketahanan energi Indonesia melalui pengembangan bioenergi berbasis sumber daya perkebunan. Dengan memperkuat hilirisasi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor, kami optimistis bioenergi akan menjadi salah satu pilar penting menuju ekonomi hijau dan masa depan energi yang berkelanjutan," tegasnya.
Melalui partisipasi aktif dalam forum regional tersebut, PTPN I kembali menegaskan perannya sebagai BUMN perkebunan yang terus bertransformasi dan mengambil posisi strategis dalam mendorong agenda transisi energi nasional sekaligus memperkuat kolaborasi menuju ekosistem energi hijau di kawasan ASEAN.(AS/MP).
















