Breaking News
- Dukung Ekonomi Berkeadilan, Pemerintah Perkuat Ekosistem UMKM Lewat Bursa Wirausaha Unggulan
- Hendik Budi Yuantoro Penerima Mandat PAW DPP PDI Perjuangan
- Prabowo: Obat Generik Murah dan Modernisasi Rumah Sakit Jadi Prioritas Pemerintah
- LSM GANNAS Geruduk Dewan Atas Rencana Pembangunan Farm Greenfields 3 di Doko
- Pertamina: Harga BBM Pertamax 92 Naik Menjadi Rp 16.250/liter, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
Pansus DPRD Bersama Greenfields Bahas CSR dan Dampak Lingkungan

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Panitia Khusus (Pansus) Greenfields DPRD Kabupaten Blitar, kembali menggelar rapat kerja yang melibatkan kepala desa dan perwakilan masyarakat terdampak pencemaran limbah dari peternakan farm PT Greenfields Indonesia, rapat kerja pada Selasa (22/02/22), dipimpin Endar Suparno selaku ketua Pansus Greenfields.Rapat kali ini juga menghadirkan Camat Wlingi, Kapolsek dan Danramil. Muharram Sulistiono, anggota pansus usai rapat kepada wartawan mengemukakan, hendaknya investor bisa memberikan manfaat kepada disekitarnya, jangan justru memberi masalah dengan adanya limbah. “Yang seharusnya Greenfields memberikan kontribusi kepada masyarakat yang terdampak limbah itu,” ungkapnya Mengapa Legislatif sampai membentuk pansus, sambung Sulistiyono, itu karena desakan masyarakat seperti warga Tegalsari, Balerejo, Ngadirenggo. Namun, semuanya sudah disampaikan oleh perwakilan kepala desa, tidak ada warga masyarakat yang ikut action dengan permasalah Greenfields. “Tujuan kami membentuk pansus Greenfields ini untuk kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai ada investor masuk membawa permasalahan baru di masyarakat, tapi memberikan manfaat kepada warga sekitar. Contohnya, di desa Balerejo setiap bulan warga menerima CSR,” imbuhnya. Dilain pihak Rizki Renandya Kepala Desa Ngadirenggo menyampaikan, hampir satu tahun ini pihaknya berkerja sama dengan CSR, dan kegiatan sosial lainnya. Kerjasama itu berbentuk Susu Greenfield untuk siswa SD dan PMT untuk stanting mendapat 30-35 paket setiap bulannya. Sedanghkan, tahun ini hanya 2-3 bulan sekali, dan membantu perbaikan infrastruktur. “Namun, kami sepakat untuk tidak melupakan persoalan tentang pencemaran limbah ini yang mengalir di sungai genjong,” tukasnya. (za/mp)

















