Breaking News
- Bupati Shalahuddin Apresiasi Pandangan Fraksi PKB terhadap Raperda Perubahan APBD 2026
- Erick Soedjasa Pulang ke Indonesia atas Kemauan Sendiri, Kuasa Hukum: Bukan untuk Hindari Proses Hukum
- Pemkab Barito Utara Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi Terkait APBD-P 2026
- Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Babinsa Koramil CBD Dan Ciputat Patroli Kamtibmas Malam.
- Bupati Barito Utara Minta Penyelesaian Batas Desa Mea dan Tongka Dipercepat
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Sosialisasi PSDN, Dorong Kesadaran Bela Negara dan Penguatan Komcad.
- Babinsa Cireundeu Hadiri Penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Banten 2026.
- Catat Tanggalnya, Pemkot Tangerang Buka Layanan KB Gratis 15–18 September 2026.
- Akses Pedestrian Jadi Prioritas, Trotoar Jalan Bouraq-Lio Baru Kota Tangerang Diperbaiki.
- Tangerang 10K Dongkrak Okupansi Hotel, 1.362 Kamar Terisi Dua Hari.
Pansus DPRD Bersama Greenfields Bahas CSR dan Dampak Lingkungan

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Panitia Khusus (Pansus) Greenfields DPRD Kabupaten Blitar, kembali menggelar rapat kerja yang melibatkan kepala desa dan perwakilan masyarakat terdampak pencemaran limbah dari peternakan farm PT Greenfields Indonesia, rapat kerja pada Selasa (22/02/22), dipimpin Endar Suparno selaku ketua Pansus Greenfields.Rapat kali ini juga menghadirkan Camat Wlingi, Kapolsek dan Danramil. Muharram Sulistiono, anggota pansus usai rapat kepada wartawan mengemukakan, hendaknya investor bisa memberikan manfaat kepada disekitarnya, jangan justru memberi masalah dengan adanya limbah. “Yang seharusnya Greenfields memberikan kontribusi kepada masyarakat yang terdampak limbah itu,” ungkapnya Mengapa Legislatif sampai membentuk pansus, sambung Sulistiyono, itu karena desakan masyarakat seperti warga Tegalsari, Balerejo, Ngadirenggo. Namun, semuanya sudah disampaikan oleh perwakilan kepala desa, tidak ada warga masyarakat yang ikut action dengan permasalah Greenfields. “Tujuan kami membentuk pansus Greenfields ini untuk kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai ada investor masuk membawa permasalahan baru di masyarakat, tapi memberikan manfaat kepada warga sekitar. Contohnya, di desa Balerejo setiap bulan warga menerima CSR,” imbuhnya. Dilain pihak Rizki Renandya Kepala Desa Ngadirenggo menyampaikan, hampir satu tahun ini pihaknya berkerja sama dengan CSR, dan kegiatan sosial lainnya. Kerjasama itu berbentuk Susu Greenfield untuk siswa SD dan PMT untuk stanting mendapat 30-35 paket setiap bulannya. Sedanghkan, tahun ini hanya 2-3 bulan sekali, dan membantu perbaikan infrastruktur. “Namun, kami sepakat untuk tidak melupakan persoalan tentang pencemaran limbah ini yang mengalir di sungai genjong,” tukasnya. (za/mp)


.jpg)




.jpg)








