- Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih
- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- PRSI Dukung Robotic Competition 2026 di Kupang, Pemkot Beri Dukungan Penuh
- BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
- Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
Operasi Zebra 2022 Serentak Digelar Hingga 16 Oktober di Seluruh Polda se Indonesia

Keterangan Gambar : KaKorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi saat memberikan keterangan usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Zebra 2022
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar Operasi Zebra 2022. Operasi tertib lalu lintas dengan mengusung tema "Tertib Berlalu Lintas Guna Mewujudkan Kamseltiblancar yang Presisi" resmi secara serentak diberlakukan di seluruh Polda se Indonesia mulai 3 Oktober hingga 16 Oktober 2022.
"Bahwa cerminan dari kemajuan budaya suatu bangsa dapat dilihat dari perilaku berlalu lintasnya. Karena dari berlalu lintas kita dapat melihat tertib, disiplin dan ketaatan suatu masyarakat. Mulai tertibnya berkendara, taat membayar pajak, serta disiplin berkendara dalam berlalu lintas," ujar Kepala Korps Lalu Lintas (KaKorlantas) Polri, Irjen Pol Firman Shantyabudi saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Zebra 2022 di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Senin (3/10/2022).
Firman menyebut, kemacetan dan kecelakaan menjadi sebuah permasalahan utama dalam berlalu lintas apalagi jika sampai merenggut nyawa seseorang.
Baca Lainnya :
- Proyek Geothermal Halmahera Barat Disorot, Komisi XII DPR RI Dorong Evaluasi
- Wamen ATR/Waka BPN Apresiasi Peran Strategis MAPPI dalam Sistem Penilaian Nasional
- Hadiri Milad PUI ke-108 di Majalengka, Kapolri Ingatkan Risiko Global dan Pentingnya Stabilitas Nasional
- Menkop Dorong Polri Perkuat Sinergi Sukseskan Kopdes Merah Putih
- HPN 2026 : Pers Nasional Didorong Sehat, Mandiri, dan Berdaulat di Era Digital
"Salah satu dari penyebab utama kecelakaan berlalu lintas adalah karena rendahnya kesadaran dalam berlalu lintas terutama pada kasus pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengemudi (Human Error)," imbuhnya.
Diungkap Firman, tercatat jumlah laka lantas tahun 2022 sampai dengan bulan 5 agustus berjumlah sebanyak 6.707 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 452 orang, luka berat sebanyak 972 orang dan luka ringan sebanyak 6.704 orang, dengan kerugian materil mencapai Rp 13.451.150.000 (tiga belas miliar empat ratus lima puluh satu juta seratus lima puluh ribu rupiah).
"Tentunya hal ini perlu kita cermati bersama dalam rangka evaluasi untuk mengurangi angka kecelakaan tersebut. Kunci utama yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan kesadaran berlalu lintas yang baik di masyarakat," bebernya.
Orang nomor satu di korps lalu lintas ini juga meminta para anggota untuk melaksanakan operasi dengan persuasif, humanis, simpatik, dan bertanggung jawab.
"Saya mengingatkan seluruh personel yang bertugas di lapangan khususnya yang melaksanakan Operasi Zebra Jaya 2022 agar melaksanakan tugas operasi dengan persuasif, humanis, dan simpatik, dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab," harap Irjen Firman.
Dalam kesempatan sama, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman menyampaikan, sasaran Operasi Zebra kali ini yakni pengendara yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Penindakan bisa berupa imbauan hingga penilangan.
"Tentunya yang potensial kecelakaan lalu lintas. Seperti pengguna dalam keadaan mabuk, melawan arus, kayak gitu yang sangat membahayakan," ujar Latif saat ditemui wartawan.
"Jadi kalau masih bisa diingatkan, ya diingatkan, tidak harus dengan tilang," tambahnya.
Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Jaya Tahun 2022 turut dihadiri oleh Wakapolda Metro Jaya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Kasdam Jaya, Kasgartap I/Jakarta, Danpom TNI AL, AU dan AD, Dirut PT Jasa Raharja, Dirut PT Jasa Marga, pejabat utama dan Kapolres jajaran Polda Metro Jaya.

















