- Kejari Kota Tangerang Musnahkan BB 210 Perkara, Pidum Dan Pidsus.
- Diduga Hubungan Arus Pendek Listrik Pemilik Toko Bangunan di Gandusari Rugi Ratusan Juta Toko Ludes Terbakar.
- Hadiri Talkshow Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
- Anggaran BPJS Kota Bogor Tak Ditambah, Dedi Khawatir Banyak BPJS Warga ang Nonaktif
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Film \'People Pleaser\' Si Paling Gak Enakan, Siap Tayang 19 November
- Hadir di Tengah Warga, Babinsa Koramil Perkuat Keamanan, Kebersamaan Lewat Patroli Malam.
- Mendagri dan Mentan Teken SEB, Guna Sukseskan Swasembada Pangan
- Brigjen Aries Syahbudin Resmi Menjabat Kepala Korlantas Polri
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
OKK PWI Jaya 2025 Berjalan Lancar, Ujian Hard News Tulis Tangan Pertama Kali Diterapkan

Keterangan Gambar : Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Jaya Angkatan ke-23 Tahun 2025 resmi digelar di Ruang Nusantara, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (19/11).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta,--Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Jaya Angkatan ke-23 Tahun 2025 resmi digelar di Ruang Nusantara, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (19/11). Sebanyak 44 peserta calon anggota PWI Jaya mengikuti kegiatan pembekalan yang menjadi syarat awal bagi wartawan untuk bergabung sebagai anggota organisasi profesi tertua di Indonesia tersebut.

Baca Lainnya :
- Wali Kota Jakpus Buka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, Tekankan Pentingnya Akurasi dan Kompetensi Wartawan
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- PWI Banten Doakan Keselamatan Lima Jurnalis yang Dilaporkan Hilang saat Liputan GAK
- PWI Jaya Kembali Gelar UKW, Wartawan Dituntut Profesional dan Berintegritas
- Jakarta Bidik Empat Sukses PON 2028, Siapkan Rp166 Miliar untuk Sulap Venue Bertaraf Nasional
OKK tahun ini mengusung tema “Melalui OKK Kita Lahirkan Wartawan Beretika dan Berintegritas”, yang menegaskan pentingnya kompetensi, etika, dan tanggung jawab profesi dalam menjalankan tugas jurnalistik di tengah tantangan era digital.
Ketua PWI Jaya, Kesit B. Handoyo, membuka kegiatan secara resmi sekaligus memberikan arahan kepada para peserta. Dalam sambutannya, Kesit menekankan bahwa OKK bukan hanya seremonial, tetapi proses pembentuk karakter dan profesionalisme wartawan.

“PWI hadir untuk memastikan anggotanya bukan hanya kompeten, tetapi juga berintegritas. OKK adalah fondasi untuk memahami sejarah, nilai, dan tanggung jawab moral seorang wartawan,” ujarnya.
Ujian tertulis kepada seluruh peserta diberikan dari pemateri di sesi ketiga, terkait penulisan dan dinamika media, yang disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jaya Dr.Bagus Sudarmanto. Mantan Pemimpin Redaksi Terbit dan Wakil Pemimpin Umum Pos Kota itu memberikan soal kepada seluruh peserta, yang jawabannya diberikan melalui tulisan tangan di atas kertas bergaris.
Selain inovasi penilaian, OKK kali ini juga menghadirkan pemateri dari berbagai bidang di lingkungan PWI Jaya, yakni:
Penerus Bonar, Wakil Ketua Bidang Advokasi & Pembelaan Wartawan, dengan materi Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT).
Retno Intani ZA, anggota Dewan Kehormatan, menyampaikan materi UU Pers No. 40/1999, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak.
Haresty Arsysy Amrihani, sekretaris II PWI Jaya, membantu ketiga pemateri.
Memperkenalkan ujian tertulis berupa penulisan berita hard news sebagai komponen baru dalam proses OKK adalah inovasi luar biasa dari PWI Jaya. Langkah ini diambil untuk memberikan instrumen penilaian yang lebih objektif terkait kemampuan dasar jurnalistik para calon anggota. Melalui ujian tersebut, peserta diminta menulis berita dengan format 5W1H, sehingga penguji dapat melihat langsung ketepatan mereka dalam mengolah informasi, memilih angle, dan menerapkan kode etik.
"Penilaian dilakukan berdasarkan empat kriteria utama, yakni kelengkapan unsur berita, Struktur dan akurasi penulisan, Ketepatan bahasa jurnalistik, dan Kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ)," papar Dr.Bagus Sudarmanto.
Penerapan ujian tertulis ini merupakan respons PWI Jaya terhadap dinamika industri media dan kebutuhan untuk memastikan bahwa calon anggota memiliki kemampuan menulis berita yang memadai, bukan hanya pengalaman lapangan atau portofolio semata. Dengan demikian, proses seleksi menjadi lebih menyeluruh, terukur, dan berorientasi pada kualitas.
Selain ujian, peserta juga menerima pembekalan mengenai dasar-dasar jurnalistik, hukum pers, peran organisasi PWI, serta penguatan etika profesi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif.
PWI Jaya berharap OKK Angkatan ke-23 ini dapat melahirkan wartawan baru yang beretika, berintegritas, dan mampu menjaga marwah profesi, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia pers di Jakarta dan nasional.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).







.jpg)
.jpg)






