- Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026
- Bupati Hasbi Sambut Menhan Sjafrie di Lebak, Yonif TP 840 Diminta Dukung Pembangunan Daerah.
- Hadapi Cuaca Ekstrem, Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026 polres Blitar Apel Siaga Bencana.
- 30 Tahun ke Depan, Sachrudin Siapkan Arah Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.
- Menjaga Keamanan, Babinsa Dan Komduk Senergi Patroli Malam.
- Polisi Hentikan Penyelidikan Dugaan Pelanggaran Perjanjian Pengalihan Merek, SIAL Food & Drinks Indonesia Sambut Baik
- Dewan Hasrat Minta Program Antinarkoba Berbasis Pemetaan, Anggaran Harus Terukur hingga Hasilnya
- Hasrat PAN Usulkan Lomba Cerita Pendek Bahaya Narkoba, Edukasi Generasi Muda Lewat Media Sosial
- Hasrat Minta SOP Perlindungan Relawan Antinarkoba, Masyarakat Pelapor Jangan Dibiarkan Takut
- Hasrat PAN Dukung Perda P4GN dan Anggaran Antinarkoba, Selamatkan Generasi Muda Barito Utara
Penutupan UKW PWI Jabar, Atal S Depari Ingatkan Bahaya Berita Tak Terverifikasi

Keterangan Gambar : Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S. Depari
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S. Depari, menegaskan bahwa integritas merupakan aset paling berharga bagi seorang wartawan, jauh melampaui selembar sertifikat kompetensi.
Pesan itu disampaikan Atal saat menutup Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Provinsi Jawa Barat Angkatan 77, 78, dan 79 yang berlangsung di Kabupaten Majalengka, Kamis (23/7/2026).
Menurut Atal, UKW bukanlah ajang mencari siapa yang paling hebat atau sekadar mengejar status kompeten, melainkan menjadi ruang evaluasi bagi wartawan untuk mengukur kemampuan, mengetahui kekurangan, serta meningkatkan kualitas profesinya.
Baca Lainnya :
- Nurhadi Anggota DPR RI : Perlancar Layanyan Kesehatan Serahkan Mobil Ambulan Untuk Pemdes Bacem.
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
- Kapolres Majalengka Bongkar Dua Kasus Pengeroyokan, Ini Kronologinya
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
"Sertifikat bisa dicetak dalam hitungan menit. Tetapi integritas dibangun bertahun-tahun dan bisa runtuh hanya karena satu berita yang tidak terverifikasi," tegas Atal.
Ia mengingatkan, wartawan memikul tanggung jawab besar dalam menjaga akurasi informasi. Kepercayaan publik terhadap media, kata dia, lahir dari konsistensi dalam menyajikan berita yang benar, berimbang, dan sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Atal juga menilai tantangan profesi wartawan saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu. Arus informasi yang begitu cepat menuntut jurnalis tetap mengedepankan verifikasi dan tidak terjebak pada kecepatan semata.
Sementara itu, perwakilan peserta kelas utama, Jejep Falahul Alam, mengungkapkan pelaksanaan UKW berlangsung ketat dan menguras kemampuan peserta, terutama dalam sesi wawancara narasumber serta penyusunan dokumen uji kompetensi.
Ia berharap UKW terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya mencetak wartawan yang profesional, berintegritas, dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh penguji yang telah membimbing dan menguji peserta dengan sangat profesional," ujarnya.
Dalam laporan panitia yang disampaikan Rita, disebutkan sebanyak 80 wartawan terdaftar mengikuti UKW, terdiri dari 44 peserta tingkat Muda, 26 Madya, dan 10 Utama. Dari jumlah tersebut, 60 peserta hadir, sementara 20 lainnya tidak hadir.
Hasilnya, 56 wartawan dinyatakan kompeten dan 4 peserta belum kompeten, sehingga tingkat kelulusan mencapai 93,33 persen.
Dengan tambahan tersebut, jumlah wartawan yang telah dinyatakan kompeten secara nasional kini mencapai 20.869 orang, memperkuat upaya peningkatan profesionalisme pers Indonesia di tengah tantangan era digital. ** (Agit)










.jpg)





