- Kemenkop Dukung Penghargaan Koperasi Berkelanjutan, 34 Koperasi Terbaik Terima Award 2026
- Pengedar Sabu Dibekuk, Polisi Sita 35 Paket Narkoba di Majalengka
- Fraksi Karya Indonesia Raya Dorong SiLPA Rp2 Triliun Difokuskan untuk Program Prioritas
- Serapan APBD Baru 82,26 Persen, Fraksi Karya Indonesia Raya Dorong Evaluasi Belanja Daerah
- Fraksi Karya Indonesia Raya Apresiasi Pemkab Barito Utara Raih Opini WTP dan Lampaui Target Pendapatan
- Kolaborasi UKM KPI Unhas dan Pemkab Bone, Sulawesi Selatan, Revitalisasi Program P2L KWT melalui Penyaluran 1.300 Bibit Hortikultura
- Pemdes Gaparang Salurkan BLT DD Tahap II untuk 34 KPM
- Semarak Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke 51. MUI Kec. Periuk Mengikuti Empat Cabang Lomba
- Diskominfo Majalengka Gerak Cepat, 250 Admin Medsos Dilatih Hadapi Sentimen Negatif
- PKB Harapkan Pembahasan Ranperda Berjalan Konstruktif demi Tata Kelola Keuangan yang Lebih Baik
Nama Bank Jakarta Jadi Merek Dagang Baru Bank DKI, Berikut Filosofinya

Keterangan Gambar : Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Hari Ulang Tahun ke-498 Jakarta menjadi momentum peluncuran logo baru dan penggunaan nama “Bank Jakarta” sebagai call name atau merek dagang baru dari PT Bank DKI. Hal ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meresmikan call name dan logo baru Bank DKI di Taman Literasi Christina Martha Tiahahu, Jakarta, pada Sabtu (22/6).
Perubahan call name ini merupakan bagian dari persiapan implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Pemilihan nama baru merupakan aspirasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selaku Pemegang Saham Pengendali, guna mempertahankan identitas Jakarta pada bank milik daerah tersebut.
Nama “Jakarta” dipilih karena dinilai sederhana, universal, mudah dipahami, serta mampu memosisikan Jakarta setara dengan kota-kota finansial dunia. Hal ini tercermin pada identitas visual yang tetap mempertahankan ikon Monumen Nasional, digambarkan dengan tiga garis diagonal tanpa lingkaran pembatas.
Baca Lainnya :
- Direktur Utama Bank Jakarta: Keamanan Siber Kunci Masa Depan Perbankan Digital
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Memperluas Akses Pendidikan Bagi Masyarakat, Pemprov DKI Mulai Merealisasikan Program Sekolah Swasta Gratis
- Pemprov DKI Siap Gelar Lebaran Betawi ke-18, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Jakarta
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
“Logo baru menyerupai api Monas yang menjulang bebas ke langit, melambangkan aspirasi Jakarta yang tak terbatas ruang dan waktu menuju panggung global,” ujar Pramono.
Dari sisi warna, dilakukan perubahan dari merah menjadi merah jingga. Menurut Pramono, pemilihan warna ini lebih merepresentasikan identitas Jakarta dan budaya Betawi. Warna merah jingga diharapkan mencerminkan energi kreatif dan optimisme Jakarta, sementara warna hitam memberikan kesan fondasi yang kokoh dan kepercayaan institusional.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, menjelaskan bahwa peluncuran identitas baru Bank DKI bertepatan dengan HUT ke-498 Kota Jakarta, bertujuan menyampaikan pesan kuat bahwa transformasi Bank DKI adalah bagian dari transformasi besar Jakarta menuju kota global yang inklusif, modern, dan berdaya saing tinggi.
“Kami memilih hari ini, 22 Juni 2025, agar semangat perubahan Bank DKI berkorelasi langsung dengan semangat perubahan Jakarta itu sendiri,” ujar Agus.
Agus juga menambahkan bahwa pemilihan Taman Literasi Blok M sebagai lokasi peluncuran bukanlah kebetulan. Menurutnya, taman ini selain sebagai ruang terbuka hijau, juga menjadi simbol pengetahuan, pembelajaran, dan kebangkitan kreativitas masyarakat kota.
“Di tempat ini, kami ingin menyampaikan bahwa perubahan kami bukan hanya kosmetik, tapi substantif, mendalam, dan berakar pada misi sosial serta tanggung jawab publik,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank DKI, Arie Rinaldi, menyampaikan bahwa penggunaan call name dan logo baru “Bank Jakarta” akan diterapkan secara bertahap. Selama masa transisi, identitas lama masih akan digunakan secara bersamaan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap upaya penipuan yang mengatasnamakan perubahan identitas Bank DKI, dan memastikan seluruh informasi resmi hanya diperoleh melalui kanal resmi bank dan Call Center 1500 351.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















