- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
Harganas 2026 Meledak! Bupati Majalengka Guncang Isu Ayah Absen

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman dan Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Majalengka, Senin (29/6/2026), berubah menjadi panggung kritik sosial yang mengguncang. Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., secara terbuka menyoroti fenomena "ayah absen" yang dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa.
Di hadapan jajaran Forkopimda, pejabat daerah, hingga tokoh masyarakat, Bupati melontarkan pernyataan keras: krisis keluarga saat ini bukan sekadar persoalan domestik, melainkan bom waktu sosial yang bisa berdampak pada stabilitas daerah hingga nasional.
"Jangan bangga hanya jadi pencari nafkah! Banyak anak kehilangan arah bukan karena miskin, tapi karena kehilangan sosok ayah," tegasnya lantang, memantik perhatian seluruh peserta upacara.
Baca Lainnya :
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
Upacara yang digelar di Lapangan Setda Majalengka itu tak lagi sekadar seremoni tahunan.
Tema "Ayah Wajib Hadir" menjelma menjadi seruan moral sekaligus sinyal politik pembangunan manusia yang lebih serius. Pemerintah daerah menilai, tanpa keluarga kuat, mimpi Indonesia Emas 2045 hanya akan jadi slogan kosong.
Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, turut memperkuat pesan tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan ekonomi sering menjadi akar rapuhnya keluarga, sehingga intervensi sosial melalui zakat, infak, dan sedekah menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan rumah tangga.
"Kemiskinan bisa memisahkan peran ayah dari keluarganya. Maka penguatan ekonomi adalah kunci agar ayah bisa benar-benar hadir," ujarnya.
Pernyataan-pernyataan dalam momentum Harganas ini dinilai sebagai bentuk keberanian pemerintah daerah membuka realita pahit di tengah masyarakat banyak keluarga kehilangan figur ayah yang utuh bukan secara fisik, tapi secara emosional dan spiritual.
Suasana makin emosional saat Bupati bersama Ketua TP-PKK menyanyikan lagu "Ayah" di akhir acara. Namun di balik kehangatan itu, tersimpan pesan keras jika peran ayah terus diabaikan, generasi mendatang terancam kehilangan arah.
Harganas 2026 di Majalengka akhirnya bukan sekadar peringatan melainkan peringatan keras. Bahwa krisis keluarga sudah di depan mata, dan perubahan harus dimulai sekarang, dari rumah, dari sosok ayah yang benar-benar hadir. ** (Agit)





.jpg)











