- Kejari Kota Tangerang Musnahkan BB 210 Perkara, Pidum Dan Pidsus.
- Diduga Hubungan Arus Pendek Listrik Pemilik Toko Bangunan di Gandusari Rugi Ratusan Juta Toko Ludes Terbakar.
- Hadiri Talkshow Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
- Anggaran BPJS Kota Bogor Tak Ditambah, Dedi Khawatir Banyak BPJS Warga ang Nonaktif
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Film \'People Pleaser\' Si Paling Gak Enakan, Siap Tayang 19 November
- Hadir di Tengah Warga, Babinsa Koramil Perkuat Keamanan, Kebersamaan Lewat Patroli Malam.
- Mendagri dan Mentan Teken SEB, Guna Sukseskan Swasembada Pangan
- Brigjen Aries Syahbudin Resmi Menjabat Kepala Korlantas Polri
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
Jawaban Bupati Majalengka Soal APBD 2025 : PAD, Pajak, hingga Infrastruktur

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman memberikan jawaban atas pendapat Fraksi di DPRD Majalengka
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Dinamika pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Majalengka Tahun Anggaran 2025 memanas. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Majalengka menggelar rapat paripurna lanjutan dengan agenda mendengarkan jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi, Selasa (30/6/2026).
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD H. Didi Supriadi ini menjadi panggung krusial dalam menentukan arah kebijakan fiskal daerah di tengah tekanan anggaran yang semakin kompleks.
Dalam forum tersebut, Bupati Majalengka H. Eman Suherman menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti seluruh temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, khususnya terkait pengelolaan pajak daerah dan kekurangan volume pekerjaan.
Baca Lainnya :
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
"Seluruh temuan akan diselesaikan sesuai action plan yang telah ditetapkan," tegasnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga memastikan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) 2025 sebesar Rp 133,845 miliar akan kembali dialokasikan dalam APBD 2026 guna memperkuat struktur pembiayaan daerah.
Dalam upaya menjaga stabilitas fiskal, Bupati menyoroti pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah tegas pun disiapkan, mulai dari pembinaan wajib pajak, pencarian objek pajak baru, hingga penertiban sektor pertambangan termasuk yang belum berizin agar tetap memberikan kontribusi terhadap kas daerah.
Sorotan tajam juga mengarah pada lonjakan objek pajak dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), yang kini meningkat signifikan di desa-desa. Pemerintah memastikan seluruh objek tersebut akan didata dan ditetapkan sebagai basis pajak baru tanpa menaikkan tarif.
Di sektor pembangunan, Pemkab Majalengka mengalokasikan anggaran besar untuk infrastruktur. Bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 81,8 miliar digelontorkan untuk perbaikan jalan dan jembatan, ditambah alokasi APBD 2026 sebesar Rp 139,9 miliar yang menyasar 284 titik pembangunan.
Sejumlah proyek prioritas pun dikebut, seperti ruas Tonjong-Jatiwangi, Bantarujeg-Malausma, hingga penyelesaian Jembatan Sijurai dan Cimanggu Hilir.
Di sisi lain, Bupati juga menyinggung persoalan krusial ketenagakerjaan. Ia mengungkap adanya praktik pungutan liar dalam rekrutmen tenaga kerja di sejumlah perusahaan, yang dinilai merugikan masyarakat.
"Kami akan telusuri dan tindak tegas praktik transaksional yang menjadikan pencari kerja sebagai 'sapi perahan', ujarnya.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Pemkab Majalengka tetap mencatat capaian membanggakan dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut.
Selain itu, angka pengangguran berhasil ditekan hingga 3,62 persen di bawah rata-rata nasional menjadi indikator positif di tengah tekanan ekonomi.
Menutup penyampaiannya, Bupati menegaskan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, termasuk dalam menghadapi isu perubahan iklim, pelayanan kesehatan, hingga penguatan Desa Tangguh Bencana (Destana).
Rapat paripurna ini menjadi penentu langkah strategis berikutnya, sebelum Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 memasuki tahapan pembahasan lanjutan antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran DPRD. ** (Agit)







.jpg)
.jpg)







