- Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026, Ritual Namaskara hingga Pelepasan Lampion Dimulai
- Melalui Program Robotika untuk Negeri, PRSI Jawa Barat Hadirkan Robotik di Lingkungan Pesantren
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- Sumsel Bhayangkara Run 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata dan Ekonomi Palembang
- BKPSDM Majalengka Melejit! Digitalisasi ASN Dongkrak Peringkat ke 6 Ragional
- Pemkab Barito Utara Serahkan Bantuan Hewan Kurban pada Pawai Tanglong Idul Adha 1447 H
- Pemkab Barito Utara Ikuti Harmonisasi Rancangan Produk Hukum Daerah
- Disdik Barito Utara Perkuat Sinergi Pendidikan Bersama Korwil dan Pengawas Sekolah
- Bupati Barito Utara Sholat Idul Adha Bersama Masyarakat di Masjid Jami Muara Teweh
- PB PRSI Audiensi dengan Kemenpora RI, Siapkan Olimpiade Robotika Indonesia 2026
Munas ASEPHI IX Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) merupakan Organisasi yang menjadi payung bagi para pelaku dunia kerajinan mulai dari perajin, produsen, pedagang dan eksportir produk kerajinan di Indonesia, mulai dari usaha pemula hingga pengusaha bertaraf dunia. Saat Ini, ASEPHI telah memiliki 18 Badan Pengurus Daerah (BPD) ASEPHI tingkat Provinsi dan Badan Pengurus Cabang (BPC) ASEPHI di Kabupaten/Kota yang menghasilkan produk kerajinan di Indonesia.
Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) ke 9 di Hotel JS Luwansa, Jakarta Pada 22-24 Juli 2024 yang dihadiri oleh seluruh pengurus BPP ASEPHI, BPD ASEPHI dan BPC ASEPHI dari seluruh Indonesia sementara pembukaannya turut dihadiri sejumlah Kementerian dan stake holder sektor kreatif kerajinan mitra kerja pendukung kegiatan lainnya. Dengan mengangkat tema : Pelaku Kerajinan Kreatif dan Inovatif Siap Berkolaborasi Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
Baca Lainnya :
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Menteri UMKM Apresiasi KURDA Bunga 0 Persen untuk Pengusaha UMKM Sragen
- Menteri Maman Siapkan Aturan Pelindungan dan Perkuatan Ekosistem Digital UMKM
- Satpol PP Jaktim Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Sejumlah Ruas Jalan Utama
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
Sekjen ASEPHI dan Ketua Organizing Committee (OC), Baby Jurmawati Djuri mengatakan, kegiatan Munas dilakukan
5 tahun sekali. Munas dilaksanakan sebagai pertanggungjawaban selama 5 tahun sebagai
pengurus organisasi.
“Saya selaku Ketua Organisasi Komite tugasnya adalah mempersiapkan kelancaran jalannya Munas serta seluruh atribut-atribut dan kebutuhan yang nanti akan dipakai dalam Munas. Kami juga memfasilitasi siapa saja yang diundang sebagai peserta Munas dari BPP ASEPHI, BPD ASEPHI dan BPC ASEPHI," kata Baby Jurmawati.
Sementara untuk peninjau kata Baby, memberikan kesempatan 2 orang dari tiap-tiap daerah untuk mengirimkan wakilnya " termasuk jika itu anggota yang bukan pengurus untuk ikut hadir di Munas dipersilahkan sebagai peninjau,” ujarnya.
Kemudian untuk acaranya sendiri, lanjut Baby, tentu akan ada opening yang dibuka secara resmi oleh Menteri Perdagangan yang diikuti oleh seluruh peserta maupun tamu undangan lainnya. Dalam acara tersebut ada penampilan tarian yang sudah dikemas khusus, juga seperti tahun yang lalu memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang terlibat di dalam kegiatan baik dari internal maupun dari eksternal ASEPHI.
“Harapan kami dari organizing committee, semoga Munas IX ASEPHI bisa berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan peserta Munas sehingga terpilih kepengurusan yang baru yang bisa berjalan dengan lancar meneruskan roda organisasi dan kepemimpinan yang mulus dengan menjalankan amanah visi misi organisasi dengan baik," katanya.
Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC), Hatman menjelaskan, yang menjadi peserta Munas adalah 17 BPD dan 5 BPC. Satu BPD tidak bisa hadir karena sudah habis masa baktinya dan belum melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda). “Jadi sesuai AD/ART, BPD dan BPC yang masa baktinya telah habis dan belum menyelenggarakan Musda tidak bisa mengikuti acara Munas,” ucapnya. '
Acara Munas ini, terang Hatman, merupakan agenda 5 tahunan ASEPHI untuk mengevaluasi dan memilih kepengurusan baru. Selain itu, dalam acara Munas ada pembahasan bidang program dan bidang organisasi. Yang nanti akan dibagi menjadi 2 komisi yang akan membahas bidangbidang tersebut.
" Bidang organisasi diantaranya akan membahas tentang perkembangan nasional, misalnya masalah tekstil yang sekarang lagi ramai dengan banyaknya tekstil impor dari luar yang masuk ke Indonesia. Hasil pembahasan nanti akan kita rekomendasi tersebut nanti akan kita bawa ke pemerintah sebagai saran dan masukkan dari ASEPHI," terangnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).





.jpg)











