- Pemerintah Perkuat Keamanan Penerbangan Perintis Usai Pembakaran Pesawat AMA di Yahukimo
- DPR Apresiasi BNN dan Polda Jatim Usai Gagalkan Peredaran 3,37 Ton Ganja di Gresik
- Ratusan Mahasiswa LSPR Tampilkan Ekosistem Project-Base Learning melalui COMMFEST 2026 di SMESCO
- PB. Formula: Hukum Cenderung Tajam Ke Bawah Tapi Tumpul Ke Atas
- Maruarar Siraid : Oktober BRI Segera Luncurkan Pinjaman KUR Tanpa Bunga untuk UMKM
- Kunjungan Menteri PKP Berkah untuk Warga Blitar, Tambah Kuota 444 Unit RTLH
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Diskon Besar di Jakarta Fair 2026, Smart Lock hingga Perabot Rumah Dijual Mulai Rp10 Ribuan
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
Merasa Disepelekan Penambang Pasir Lokal Warga Karangrejo Garum Geger Minta CV Penambang Baru Berhenti Operasi

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Gara gara masuknya penambang pasir baru yang diduga belum melengkapi perijinan, sejumlah penambang pasir dan batu warga lokalan desa Karangrejo Garum dan sekitarnya menggelar aksi memprotes CV yang masih menjalankan aktifitas penambangan.
Menurut Asmono (54) masyarakat yang selama ini menambang dialiran Kali Putih kali lahar Gunung Kelud, tepatnya di Desa Karangrejo Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, kini tengah meradang, pasalnya disejumlah tempat penambang menggunakan alat berat berhenti total setelah ada aduan masyarakat, namun selama dua pekan terakhir, muncul CV pendatang baru, yang melakukan penambangan di area tersebut.
Mereka mempersoalkan tidak adanya komunikasi dan sosialisasi sebelumnya, dengan warga sekitar, sehingga mereka sejumlah warga mempertanyakan izin dari aktivitas tambang yang dilakukan CV tersebut.
Baca Lainnya :
- Maruarar Siraid : Oktober BRI Segera Luncurkan Pinjaman KUR Tanpa Bunga untuk UMKM
- Kunjungan Menteri PKP Berkah untuk Warga Blitar, Tambah Kuota 444 Unit RTLH
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
"Selama ini sebenarnya banyak penambang entah manual maupun menggunakan alat, namun kondusif dan tidak pernah ada pertikaian. Akan tetapi dengan masuknya penambang baru itu membuat semua warga resah. Nyatanya warga kami belum pernah diajak koordinasi," ujar Asmono selaku tokoh masyarakat setempat, Rabu 27 Desember 2023.
Asmono juga menyebut, dirinya tak mau masyarakat lokal hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri. Manfaat dari aktivitas pertambangan sejatinya harus dirasakan oleh warga sekitar.
"Disaat mereka menambang, warga sekitar hanya jadi penontonnya saja. Karena mereka merasa punya izin, meskipun kita warga sekitar tidak tau sejauh mana izinnya apakah memang sudah memiliki ataupun belum. Namun yang pasti sampai detik ini mereka tidak pernah koordinasi maupun sosialisasi terhadap kita," tambahnya.
Sebenarnya masyarakat pun tidak mempermasalahkan kegiatan penambangan, selama hal itu tetap menjadikan lingkungan kondusif. Namun, bila ada penambang baru dan muncul konflik diantara para penambang lainnya, masyarakat sekitar pun ikut resah.
Saat itu dilakoasi penambangan pasir kali putih dihadiri oleh Kepolisian Polres Blitar Kota dan sejumlah personil dari Perhutani Blitar. (za/mp)















