- Menteri Maman Ajak Pengusaha UMKM di NTT Optimalkan KUR
- Tak Pakai Helm hingga Lawan Arus? Kini Langsung Tertangkap ETLE Handheld di Kota Tangerang
- Kejati Banten Diduga Lamban Tangani Lapdu LSM Barata
- Baznas Kabupaten Blitar Hadir Dengan Konsep Nyata Bedah Kesenjangan Sosial dan Ekonomi
- DPRD Kota Tangerang Desak RDF Dibangun di Tiap Kecamatan, Sampah Rawa Kucing Bisa Berkurang Drastis
- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
- Komite Lintas Agama Gelar Halal Bihalal di Jakarta Barat, Perkuat Toleransi dan Persatuan Bangsa
- Jelang May Day 2026, Bupati Majalengka Kumpulkan Serikat Buruh : Janji Serap Tenaga Kerja hingga Jaga Kondusivitas Investasi
- Kapolres Majalengka Tegaskan Pengamanan Humanis May Day 2026 : Aspirasi Buruh Dijamin, Ketertiban Jadi Prioritas
- Heboh! Warga Temukan Mayat Mengambang di Sungai, Polisi Pastikan Bukan Pembunuhan
Menteri UMKM Luncurkan Program Lokamodal Sebagai Solusi Pembiayaan Alternatif

Keterangan Gambar : Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman
MEGAPOLITANPOS.COM, Makassar, Sulawesi Selatan - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meluncurkan program Lokamodal yang akan menjadi solusi pembiayaan alternatif selain Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"UMKM kini memiliki banyak pilihan untuk mengakses modal, tidak hanya bergantung pada KUR," ujar Menteri Maman usai meluncurkan program sekaligus kick off roadshow Lokamodal di Makassar, Kamis (28/8).
Melalui LokaModal, Menteri Maman melanjutkan, pengusaha UMKM dapat menjangkau berbagai sumber pembiayaan inovatif seperti mengoptimalkan Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) sebagai agunan, Purchasing Order Financing atau menggunakan surat perjanjian kerja sama sebagai penjamin, Intelectual Property Financing atau pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai agunan, dan Social Funding atau bantuan usaha modal produktif bagi pengusaha yang terdampak bencana.
Baca Lainnya :
- Menteri Maman Ajak Pengusaha UMKM di NTT Optimalkan KUR
- Menteri UMKM Lantik Sekretaris Kementerian dan Deputi Kewirausahaan
- Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
- Kementerian UMKM Dorong Adopsi AI untuk Perkuat Ekonomi Inklusif
- Kunjungan ke China, Menteri Maman Buka Peluang Besar UMKM Tembus Pasar Global
"Dengan begitu, kami berharap masalah permodalan yang selama ini menghambat pertumbuhan UMKM bisa kita atasi bersama," ujarnya.
Menteri Maman menambahkan, hal ini sejalan dengan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk berkolaborasi lintas sektor demi mengikis ego sektoral.
Ia juga mengingatkan bahwa Lokamodal tidak hanya tentang permodalan belaka.
"Di Lokamodal juga ada edukasi literasi keuangan, konsultasi bisnis, dan jejaring dengan mitra strategis," katanya.
Menteri Maman menekankan ada tiga hal penting yang harus menjadi perhatian semua pihak yaitu UMKM harus kuat di pasar dalam negeri, UMKM harus berani menembus pasar ekspor, dan UMKM harus hadir dalam program strategis nasional.
"Saat ini kontribusi UMKM baru sekitar 15% terhadap ekspor nasional. Padahal kita punya potensi luar biasa seperti kopi, rempah, hasil laut, fesyen, makanan olahan, sampai produk kreatif digital. Pemerintah akan terus membantu lewat kurasi produk, sertifikasi, pembiayaan ekspor, serta membuka akses ke berbagai pasar dunia," ujarnya.
Seusai membuka acara Lokamodal, Menteri Maman meresmikan revitalisasi Pusat Layananan Usaha Terpadu (PLUT) Sulawesi Selatan.
Menurutnya penyelenggaraan Lokamodal di halaman PLUT dimaksudkan agar Pemerintah lebih dekat dengan para pengusaha UMKM, dan mudah diakses masyarakat.
"PLUT adalah rumah besar pengusaha UMKM. Di sini tersedia layanan terpadu mulai dari akses pembiayaan, pelatihan manajemen, pendampingan legalitas, hingga strategi pemasaran. Dengan diresmikannya PLUT hari ini, kita ingin memastikan setiap UMKM mendapat tempat bernaung, pendampingan yang nyata, dan jalan menuju naik kelas," ujarnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)















