- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
- Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah.
- Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor IKOPIN University
- Anggaran BPJS Kesehatan Disorot DPRD Kota Bogor
- Anggaran BPJS Kota Bogor Menjadi Sorotan DPRD Kota Bogor
- Soal Video AI Prof Djokosoetono, Mintarsih: Tiga Pendiri Blue Bird Hilang
Kunjungan ke China, Menteri Maman Buka Peluang Besar UMKM Tembus Pasar Global

Keterangan Gambar : Menteri UMKM Maman Abdurrahman
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat rantai pasok global sekaligus memperluas akses pasar bagi produk UMKM Indonesia. Hal ini disampaikan usai kunjungan kerja ke China dalam forum Indonesia–China SME, Trade and Investment Cooperation Forum 2026.
Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4/2026), Menteri Maman menyebut kunjungan tersebut sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan UMKM Indonesia ke dalam ekosistem ekonomi global melalui kemitraan yang saling menguntungkan dengan China.
“Kepentingan utama kita ke China adalah membangun rantai pasok produk UMKM Indonesia dan memperluas akses pasar di negara itu,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Kementerian UMKM Ajak ASN Gemar Belanja Produk Lokal, 11 Jenama Eksportir Ikut Bazar
Ia mengungkapkan, sejumlah komoditas unggulan Indonesia mendapat perhatian besar dalam forum tersebut, di antaranya durian, manggis, buah naga, serta sarang burung walet yang saat ini telah memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan pasar China.
Menurutnya, tingginya permintaan terhadap komoditas tersebut membuka peluang luas bagi pelaku UMKM dan petani lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas ekspor.
“Kebutuhan durian di China sangat tinggi, sementara Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen. Ini menjadi peluang untuk mendorong pengusaha UMKM, khususnya sektor musiman seperti petani durian, agar naik kelas,” kata Menteri Maman.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan kerja sama tidak hanya berfokus pada distribusi produk, tetapi juga mencakup integrasi sistem digital.
Kementerian UMKM, lanjutnya, akan mengoptimalkan program SAPA UMKM sebagai bagian dari digitalisasi, sekaligus menyiapkan penguatan sumber daya manusia agar mampu mengadopsi model pengembangan UMKM di China.
“Ke depan, kami akan berfokus pada integrasi data dan digitalisasi melalui SAPA UMKM, sekaligus menyiapkan SDM untuk mempelajari kebijakan pengembangan UMKM di sana,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga mendorong penyelesaian berbagai kendala ekspor, termasuk tertahannya produk sarang burung walet Indonesia di bea cukai China.
“Kami telah berkomunikasi dengan otoritas terkait di China untuk mencari solusi agar arus ekspor kembali lancar,” ujarnya.
Selain itu, kedua negara sepakat membentuk tim bersama guna mempercepat harmonisasi standar dan regulasi teknis, sehingga produk UMKM Indonesia dapat lebih mudah menembus pasar China.
“Kami sepakat membentuk tim bersama untuk mempercepat penyesuaian persyaratan agar produk UMKM Indonesia semakin mudah masuk ke pasar China,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, kerja sama ini akan memasuki tahap implementasi melalui penandatanganan nota kesepahaman dalam pertemuan negara-negara APEC khusus UMKM di China pada September 2026 mendatang.
Kementerian UMKM optimistis langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi UMKM Indonesia di pasar global, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi perekonomian nasional. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).


1.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)



.jpg)






