- Berbagi di Ramadan, PRI Santuni 1.000 Anak Yatim dan Dhuafa serta Bagikan 20 Ribu Paket Bantuan
- Polri Fasilitasi Mediasi, Kasus Nabilah O\'brien dan Zendhy Kusuma Berakhir Damai
- Undangan Bukber Wagub Kalsel, PRSI Dorong Penguatan Teknologi untuk Generasi Muda
- Momentum Nuzulul Qur-an, H. Nurul Anwar Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Ibadah di Bulan Ramadhan
- Ramadhan Momentum Memperbaiki Diri, Hj Nety Herawati Ajak Masyarakat Tingkatkan Ibadah dan Jaga Kesehatan
- Musrenbang RKPD 2027 Resmi Dibuka, Bupati Barito Utara Tekankan Perencanaan Terarah dan Prioritas Pembangunan
- Ketua DPRD Barito Utara Musrenbang RKPD Jadi Wadah Menyelaraskan Aspirasi Masyarakat
- Taufik Nugraha Dorong Revisi RTRWK dan Peningkatan Layanan Pendidikan - Kesehatan
- Hj. Henny Rosgiaty Usulkan Lokasi Strategis Pembangunan Jembatan Lahei
- Salurkan 200 Becak Listrik Banpres Presiden ini Pesan Bupati Blitar Rijanto
Menteri Abdul Kadir Karding: Presiden Prabowo Minta Jangan Ada Eksploitasi Pekerja Migran

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Abdul Kadir Karding ungkap dua pesan penting Presiden Prabowo Subianto terhadap dirinya untuk melaksanakan tugas pelindungan pekerja migran Indonesia.
Salah satu pesan yaitu, Presiden minta tidak ada ekploitasi terhadap pekerja migran Indonesia.
"(Pesan) Pertama yang disampaikan oleh beliau adalah (Presiden Prabowo) minta tolong supaya pekerja-pekerja yang ada di luar negeri atau buruh-buruh migran itu tidak ada eksploitasi, tidak ada perdagangan orang, dan seterusnya dan seterusnya. Itu pesan beliau. Di kepala saya langsung, oh perlindungan. Oke. Hak-hak pekerja harus kita jaga semaksimal mungkin sesuai dengan Pasal 27 Undang-Undang Dasar 1945 setiap warga negara berhak mendapat pekerjaan yang layak," ujar Karding dihadapan seluruh pejabat dan pegawai Kementerian P2MI/BP2MI saat memberikan sambutan dan arahan, di Aula Abdurrahman Wahid, Kantor BP2MI Pusat, Jakarta, Selasa (22/10/2024) lalu.
Baca Lainnya :
- Berbagi di Ramadan, PRI Santuni 1.000 Anak Yatim dan Dhuafa serta Bagikan 20 Ribu Paket Bantuan
- Polri Fasilitasi Mediasi, Kasus Nabilah O\'brien dan Zendhy Kusuma Berakhir Damai
- Undangan Bukber Wagub Kalsel, PRSI Dorong Penguatan Teknologi untuk Generasi Muda
- Momentum Nuzulul Qur-an, H. Nurul Anwar Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Ibadah di Bulan Ramadhan
- Ramadhan Momentum Memperbaiki Diri, Hj Nety Herawati Ajak Masyarakat Tingkatkan Ibadah dan Jaga Kesehatan
"Kedua, beliau menyampaikan, kalau bisa devisanya ditambah (bertambah). Tentu imajinasi kita, sebagai calon pembantu udah ke mana-mana tuh. Devisa ditambah, artinya apa? Beliau mengharapkan apa yang sudah berjalan ini tetap dan kita tingkatkan dalam hal penambahan devisa," tambah Karding.
Dia mengungkapkan, dua instruksi tersebut disampaikan saat dirinya dan kedua wakil menteri yang akan membantunya dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto ke Hambalang.
"Ketika saya dipanggil presiden (Prabowo Subianto) ke Hambalang, Bu Wamen juga, Pak Wamen juga, saya dipanggil tidak lebih dari 5 menit ketemu Pak Prabowo," imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, Karding juga bersyukur BP2MI, yang sebelumnya merupakan badan, telah berubah menjadi kementerian. Dia mengajak seluruh jajaran dan pegawai BP2MI lebih kompak dan meningkatkan kapasitas pekerjaan secara profesional.
"Kita bersyukur hari ini kita ditolong oleh Allah lewat Pak Prabowo, badan yang kita cintai menjadi Kementerian. Karena jadi Kementerian, tentunya banyak hal yang harus berubah," bebernya.
Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Abdul Kadir Karding sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Menteri P2MI) dalam Kabinet Merah Putih. Menteri Karding dibantu oleh dua Wakil Menteri P2MI/Wakil Kepala BP2MI, yakni Christina Aryani dan Dzulfikar Ahmad Tawalla. ** (Anton)















