- Romy Soekarno Gandeng KPU Kota Blitar Dorong Gen Z Jadi Pengawal Demokrasi Digital.
- Kamenag Kab Tangerang Dampingi Stafsus Kementrian Agama Persoalan GKPI.
- Pangkogabwilhan II Jadi Narasumber Latihan Posko OMP Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026.
- Romy Soekarno : Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan Sosial.
- Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi.
- Praktisi Hukum M Haryono S.H., M.H., : Elim Tyu Samba Masih Layak Menggunakan Azas Praduga Tak Bersalah ini Penjelasanya.
- Dugaan Ancaman Golok Saat Ibadah GKPI Rajeg, LBH Gekira Desak Penyelidikan Menyeluruh
- Kementerian UMKM dan UI Perkuat Sinergi Kewirausahaan Berbasis Inovasi
- PELNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
Romy Soekarno Gandeng KPU Kota Blitar Dorong Gen Z Jadi Pengawal Demokrasi Digital.

Keterangan Gambar : Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno bersama KPU Kota Blitar memberikan sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan kepada ratusan pemilih pemula dari SMA/SMK se-Blitar Raya di Hall Hotel Santika Kota Blitar, Senin (21/09/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar bersama Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno menggelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan tahun 2026 di Hall Hotel Santika Kota Blitar, Senin(21/09/26).
Kegiatan ini menghadirkan ratusan pemilih pemula dari SMA/SMK se Blitar Raya.
Ketua KPU Kota Blitar Sugino menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai fondasi masa depan demokrasi. Ia mengangkat semangat pendidikan pemilih ala Bung Karno melalui Rumah Pintar Pemilu (RPP) Nasional Bung Karno yang ada di Kota Blitar sebagai satu-satunya RPP di dalam perpustakaan.
Baca Lainnya :
- Romy Soekarno Gandeng KPU Kota Blitar Dorong Gen Z Jadi Pengawal Demokrasi Digital.
- Romy Soekarno : Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan Sosial.
- Anggota Komisi 2 DPR RI Romy Soekarno: Blitar Bisa Jadi Laboratorium Demokrasi Digital
- DKPP RI Perkuat Integritas Pemilu Lewat Penegakan Etika Penyelenggara
- Dugaan Pemotongan Uang Transportasi Peserta Sosialisasi Bawaslu Kota Tangerang Mencuat
“Pemilih pemula harus memahami karakter pemilu digital dan menjadi ‘genset’ yang menyalakan kembali harapan bangsa,” katanya.
Sementara itu Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno mendorong generasi Z menjadi pemilih yang kritis, mandiri, dan memiliki literasi digital kuat menuju Pemilu 2029.
Romy menyoroti tantangan baru pemilu di era digital seperti hoaks, buzzer, politik uang, hingga ancaman kecerdasan buatan (AI). Ia mendorong Gen Z memiliki “jiwa merdeka” dalam menentukan pilihan politik.
“Gen Z ini sangat nyambung ketika saya bicara digitalisasi pemilu, bagaimana itu hoaks, bagaimana itu buzzer. Saya memberikan arahan bagaimana mereka menjadi pemilih yang berjiwa merdeka,” tegas Romy.
Romy juga memperkenalkan gagasan e-operating system sebagai Kawah Candradimuka bagi Gen Z untuk mengenal simulasi pemilu berbasis teknologi termasuk e-voting. Ia juga meminta Gen Z menjadi jembatan literasi bagi masyarakat yang belum melek teknologi seperti petani dan peternak.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program KPU RI untuk pendidikan pemilih yang tidak hanya dilakukan menjelang pemilu, tetapi harus berjalan berkelanjutan untuk menangkal hoaks dan meningkatkan partisipasi.
"Dan yang paling saya banggakan, anak-anakku Generasi Z, Pemilih Pemula Kota Blitar, calon pemimpin masa depan Indonesia," Ungkap Romy
Hari ini kita tidak sedang bicara soal coblos-mencoblos saja. Hari ini kita bicara soal masa depan demokrasi kita. Romy harus jujur mengatakan didepan publik. Data The Economist Intelligence Unit mencatat indeks demokrasi kita hanya 6,71, berada di peringkat 87 dunia, di bawah Papua Nugini dan Timor Leste. Malu dong, ngisin-ngisini! Kita ini bangsa besar, warisan Bung Karno, karena itu, di sinilah tugas kalian, Gen Z.
"Saya melihat kalian berbeda. Kalian adalah generasi digital. Kalian sangat nyambung ketika saya bicara soal digitalisasi pemilu, bagaimana bahayanya hoaks, bagaimana kerja buzzer, bagaimana ancaman AI yang bisa memalsukan video calon. Kalian paham itu. Orang tua kalian belum tentu paham,"beber Romy
Terkait hal ini Tomy titip 3 pesan sebagai bekal menjadi pemilih yang berjiwa merdeka:
Pertama, Jadilah Genset Demokrasi. Ketua KPU tadi menyebut kalian harus menjadi genset. Betul. Genset yang menyalakan kembali harapan bangsa yang sempat redup. Kalau listrik mati, genset yang menyala. Kalau demokrasi kita lesu karena politik uang, kalian yang harus menyalakan harapan itu kembali.
Kedua, Tolak Politik Uang dan Lihat Rekam Jejak. Jangan hanya melihat janji manis di baliho. Jangan mau dibeli 50 ribu, 100 ribu. Ingat, kalau kalian dibeli hari ini, masa depan kalian digadaikan 5 tahun ke depan. Jadilah pemilih kritis, lihat rekam jejak, lihat integritasnya.
Ketiga, Kuasai Teknologi Untuk Kebaikan," Saya sedang mendorong gagasan e-operating system, sebuah Kawah Candradimuka digital untuk kalian. Di sana kalian bisa simulasi e-voting, belajar pemilu masa depan. Tapi yang paling penting, kalian harus menjadi guru bagi masyarakat kita.
Yang ekonomi menengah ke bawah, bapak-bapak petani, ibu-ibu peternak di Blitar yang tidak mengerti teknologi, kalianlah yang harus bertugas membicarakan kepada mereka apa itu hoaks, apa itu pemilu yang benar.
KPU tidak bisa bekerja sendiri. Saya di Komisi II DPR RI bertugas mengawasi dan memastikan KPU netral, KPU profesional. Tapi pengawasan terbaik adalah dari rakyat sendiri. Dari kalian.
Manfaatkan Rumah Pintar Pemilu Nasional Bung Karno di Perpustakaan Kota Blitar. Itu satu-satunya RPP di dalam perpustakaan di Indonesia. Itu laboratorium demokrasi kita. Datang, belajar, dan berdebat di sana. (za/mp )













