- Robot Wudhu Otomatis hingga Robot Sumo, Wapres Gibran Tinjau Karya Santri Didampingi PRSI
- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Jadi Tersangka KPK
- PLN UID Jakarta Raya Perkuat Ketahanan Air Tanah Lewat Bantuan 12 Mesin Bor
- Persatuan Perempuan Sidoarjo Berbagi Takjil dan Suarakan Perdamaian Untuk Pimpinan Sidoarjo
- AKG Jadi Sorotan Utama, Bupati dan Kadisdik Awasi Menu MBG hingga Detail
- Satgas Saber Polda Metro Tegur dan Minta Pedagang Pasar di Jakarta Barat Menjual Bapokting Sesuai Harga Acuan
- 117 Kilometer Jalan Dikebut, Warga Majalengka Sambut Mudik Tanpa Waswas
- PWHI Surati DPKAD Kab.Tangerang Terkait Dugaan Penyalahgunaan Lahan Fasos Fasum RW 09 Kel. Kutabumi
- Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman
- Kembangkan Aplikasi Dashboard SDM, Sekjen ATR/BPN: Proses Mutasi dan Promosi Jadi Lebih Efektif dan Efisien
Mendengar Suara Tembakan, Putri Cendrawati Mengaku Syok dan Tutup Telinga

Keterangan Gambar : Putri Cendrawati
Megapolitanpos com, Jakarta- Putri Cendrawati (PC) mengaku kaget dan Syok saat mendengar suara tembakan yang dilakukan para tersangka kasus pembunuhan Brigadir Joshua di duren tiga Jakarta Selatan.
Beberapa lama kemudian setelah suara tembakan berhenti barulah suaminya Ferdy Sambo menjemput dan mengantarnya ke mobil.
Pada saat terjadi penembakan, apakah saudara(PC) dengar peristiwa itu?maaf, Dengar letusan?, Tanya hakim.
Baca Lainnya :
- Dugaan Kasus Korupsi bansos, DPRD Akan Panggil Perumda Pasar Jaya
- Terbukti Bersalah, Jaksa Juga Tuntut Terdakwa Ricky Rizal Hukuman 8 Tahun Penjara
- JPU, Kuat Maruf dituntut 8 tahun Penjara
- Demo di PN Jaksel, AMPPUH Dorong Masyarakat Awasi Jalannya Sidang Kasus Sambo
- Tim PH Richard Eliezer Berharap Tuntutannya Harus Sesuai Fakta Persidangan
PC menjawab mendengar suara letusan tembakan tersebut, dan juga sempat mendengar percakapan para tersangka.
" Iya saya dengar suara tembakan, tapi percakapannya saya tidak begitu jelas, karena saya waktu itu mengantuk karena saya ingin beristirahat," kata PC.
Pada saat mendengar suara tembakan PC mengaku ketakutan dan Syok bingung harus melakukan apa.
" waktu itu Saya menurup telinga saya, karena saya ketakutan, dan saya syok.saya juga bingung ini ada apa," terang PC.
Setelah itu lanjut PC dirinya kaget dan melihat suaminya (Ferdy Sambo) dalam keadaan panik
“ saya lihat suami saya panik lalu beliau langsung merarangkul saya membawa saya keluar," katanya
Hakim kemudian mempertanyakan dari kejadian tersebut apakah dirinya melihat jenazah Brigadir Joshua, PC menjawab tidak melihat jenazah Joshua karena dirangkul oleh suaminya.
Kemudian Hakim kembali mempertanyakan PC sejak kapan dirinya tahu bahwa brigadir Joshua telah meninggal.
" Tanggal 9 juli, waktu itu suami saya menyampaikan bahwa yosua ditembak oleh richard, kemudian suami saya menyampaikan bahwa sudah melaporkan ke pak kapolri, bahwa telah terjadi tembak menembak antara yosua dan rochard, dikarenakan melecehkan saya lalu saya marah sama suami saya kenapa saya diikut ikutkan dengan peristiwa tersebut," ungkap PC.(AAl/Red/Mp).

















