- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
- KAI Gandeng Komunitas Kampanyekan Keselamatan serta Ajak Masyarakat Disiplin di Perlintasan
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
Kepala BP2MI Sebut Korea Selatan Jadi Negara Idola Pilihan Pekerja Migran Indonesia, 3 Sektor Pekerjaan Bakal Ditambah

Keterangan Gambar : Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat memotivasi ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor manufaktur dan perikanan yang akan berangkat kerja ke Korea Selatan.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan, Korea Selatan merupakan negara tujuan yang paling banyak diminati dan menjadi idola bagi pekerja migran Indonesia (PMI) untuk bekerja di luar negeri.
"Korea Selatan merupakan negara idola pilihan bagi pekerja migran Indonesia," ujar Benny saat melepas 431 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korsel, di hotel eL Royal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (12/2/2024).
Dikatakan Benny, sejauh ini BP2MI telah memberangkatkan sebanyak ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) ke negara yang dijuluki negeri Ginseng itu.
Baca Lainnya :
- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
"Artinya animo masyarakat untuk bekerja di Korea Selatan sangat besar," cetusnya.
Benny menyebut di tahun 2023, untuk skema Government to Government Korea Selatan sekitar 35 ribu pendaftar, dengan jumlah pahlawan devisa yang diberangkatkan di tahun tersebut sebanyak hampir 13 ribu PMI.
Sementara di tahun-tahun sebelumnya, pendaftar tidak lebih dari 20 ribu calon PMI tiap tahunnya, dan penempatan hanya mencapai angka 7 ribu.
"Tahun 2023 adalah suatu pencapaian di mana animo masyarakat semakin besar," imbuh dia.
Melihat peningkatan serta animo yang besar itu, Kepala BP2MI bersama jajarannya kemudian melakukan upaya terobosan untuk menambah kuota dan peluang pekerjaan baru bagi calon PMI yang akan bekerja di Korea Selatan.
"Dengan tingginya animo minat anak-anak muda Indonesia ini, memang harus ditambah kuota atau sektor untuk skema G to G Korea Selatan," tukasnya.
Adapun BP2MI bakal membuka peluang kerja baru berupa sektor pertanian, hospitality dan logistik dalam skema Government to Government (G to G) di Korea Selatan.
Pihaknya, lanjut Benny, tengah melakukan komunikasi dengan Human Resources Development (HRD) Korea Selatan terkait dengan tiga sektor tersebut.
"Kita tengah negosiasi dengan pihak Korea agar bisa menambah sektor baru yaitu pertanian, logistik dan hospitality," paparnya.
Sebagai informasi, 431 pekerja migran Indonesia yang diberangkatkan untuk bekerja ke Korea Selatan yakni terdiri 273 sektor manufaktur dan 158 sektor perikanan (fishing). ** (Anton)
















