- Anis Byarwati: Reformasi Pajak Harus Perluas Basis, Bukan Sekadar Digitalisasi
- Hebat! Siswa SMA Taruna Nusantara Tembus 15 Universitas Global dengan Beasiswa Fantastis
- Tiga Personel Polda Metro Jaya Wakili Indonesia di World Cup Indoor Skydiving 2026 Prancis
- Kementerian ATR/BPN Jadi _Supporting_ Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat
- Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya
- Serapan Lokal Didorong, Program MBG Dinilai DPRD Bisa Dongkrak Kesejahteraan Petani Barito Utara
- DPRD Barito Utara Soroti Program MBG Terurai Dari Varian Menu Tak Sesuai Selera Anak hingga Dugaan Kualitas Makanan Tak Layak
- Anggota DPRD Hj Nety Herawati Soroti Program MBG Pengawasan Diminta Diperketat
- Dinkes Absen dalam Audiensi, DPRD Majalengka Tegaskan Pentingnya Akuntabilitas Pengelolaan IPAL
- MBG Belum Merata, Patih Herman Soroti Pengawasan dan Ketepatan Sasaran
Kementerian UMKM Berkolaborasi Gelar Festival Musik KOPLING 2025 Promosikan Ekonomi Rakyat

Keterangan Gambar : Festival Musik Koplo Keliling (KOPLING) 2025.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan sejumlah pihak kembali menghadirkan terobosan baru dalam memadukan industri kreatif dan ekonomi rakyat melalui gelaran Festival Musik Koplo Keliling (KOPLING) 2025, sebuah perhelatan musik dan UMKM terbesar di Indonesia yang siap mengguncang pencinta musik tanah air.
Diselenggarakan bersama Gajah Mada Entertainment, KOPLING akan digelar di dua kota sekaligus yakni Gambir Expo Jakarta pada 8–9 November dan Stadion Pakansari Cibinong pada 22–23 November. Festival ini mengusung semangat baru yaitu menjadikan musik koplo bukan hanya hiburan, tetapi juga motor penggerak ekonomi rakyat melalui promosi dan pemberdayaan UMKM.
Deputi Bidang Usaha Kecil KemenUMKM, Temmy Satya Permana, menyampaikan KOPLING bukan sekadar konser, tetapi sebuah panggung besar berskala internasional yang mempertemukan kreativitas musisi papan atas dengan semangat kewirausahaan pelaku UMKM.
Baca Lainnya :
- Kunjungan ke China, Menteri Maman Buka Peluang Besar UMKM Tembus Pasar Global
- Wamen UMKM Sebut Kewirausahaan Jadi Kunci Keberhasilan Hadapi Puncak Demografi
- Dibalik Kemewahan dan Utang, Film Aku Harus Mati, Ungkap Sisi Gelap Ambisi
- Diskusi UMKM: KUR Meningkat, Tapi Produk Impor dan Biaya Platform Digital Jadi Tantangan
- Kementerian UMKM Dukung BKPM Percepat Legalitas Usaha Mikro
“KOPLING menjadi ajang bagi para musisi untuk menunjukkan karya terbaik mereka sekaligus ruang promosi produk-produk unggulan UMKM. Ini adalah wujud nyata sinergi antara industri kreatif dan ekonomi rakyat,” ujar Temmy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/10).
Deretan musisi ternama seperti The Changcuters, Drive, Feby Putri, Danilla, hingga Starbee siap memeriahkan panggung KOPLING. Mereka akan menghadirkan penampilan istimewa lewat aransemen koplo modern yang memadukan warna musik pop dengan nuansa khas dangdut kekinian. Konsep kolaboratif ini menawarkan pengalaman baru bagi penonton dan menegaskan bahwa koplo bisa tampil sejajar dengan genre musik lain.
Festival yang mengusung tagline “Goyang Ambyar, UMKM Bersinar” ini tak hanya menyajikan hiburan musik, tetapi juga menghadirkan ratusan pelaku UMKM dari sektor kuliner, fesyen, dan gaya hidup. Seluruh produk telah melalui proses kurasi sehingga kualitasnya terjamin, memberikan pengalaman belanja sekaligus memberdayakan ekonomi rakyat.
“Kami ingin KOPLING menjadi ruang UMKM bersinar dan sarana memperkenalkan musik koplo tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke kancah internasional,” kata Temmy.
Ia juga menekankan KOPLING merupakan momentum penting bagi pekerja kreatif, khususnya musisi, untuk memahami peran mereka sebagai bagian dari ekosistem UMKM. Menurutnya, karya seni seperti lagu, aransemen, dan penampilan memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola secara profesional.
“Musisi juga pengusaha. Mereka perlu memahami manajemen usaha, menjaga hak cipta, mengelola keuangan, dan membangun profesionalitas. KOPLING menjadi ruang belajar sekaligus panggung untuk itu,” katanya.
Senada dengan itu, CEO Gajah Mada Entertainment Jemmy Tyonoto menyebut KOPLING bukanlah festival musik biasa, melainkan gerakan budaya dan ekonomi. Festival ini ingin membuktikan bahwa musik koplo mampu berdiri sejajar dengan genre lain, menjadi kekuatan baru dalam industri kreatif nasional, sekaligus mengangkat UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
“Kolaborasi dengan Kementerian UMKM dan BUMN membuat dampak acara ini jauh lebih luas. Bukan sekadar hiburan, KOPLING adalah bagian dari penguatan ekonomi rakyat,” ujar Jemmy.
Tiket KOPLING 2025 dapat diperoleh melalui platform Goers dengan harga Rp99.000 (Festival) dan Rp150.000 (VIP) untuk kategori Daily Pass, serta Rp185.000 (Festival) dan Rp270.000 (VIP) untuk 2 Day Pass.
Dengan kemasan musik yang inovatif, pelibatan pelaku UMKM yang masif, serta misi besar dalam menggerakkan ekonomi kreatif, Festival Musik KOPLING 2025 siap menjadi perhelatan yang bukan hanya menggoyang panggung, tetapi juga menguatkan fondasi ekonomi rakyat Indonesia.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).




.jpg)
.jpg)











