- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
- Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah.
Kemenkop Genjot Ekspor Produk Koperasi Dalam Ajang TEI 2025

Keterangan Gambar : ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025.
MEGAPOLITANPOS Jakarta - Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus memperkuat strategi ekspor produk koperasi melalui kolaborasi strategis salah satunya melalui ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025.
Dalam gelaran pameran dagang internasional yang berlangsung di ICE BSD Hall 3A, Tangerang pada 15-19 Oktober 2025, Kemenkop berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan menghadirkan zona khusus bertajuk “Koperasi x Desa Bisa Ekspor”, yang menjadi etalase produk unggulan dari desa.
Melalui Zona Khusus ini Kemenkop melibatkan tujuh koperasi untuk terlibat dalam pameran atas produk-produknya dan memfasilitasi lima koperasi untuk melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan INA Trading. Melalui MoU tersebut kelima koperasi dapat melakukan ekspor produk-produknya ke sejumlah mitra dagang.
Baca Lainnya :
- Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor IKOPIN University
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
- Menkop: Percepatan Operasional KDKMP Di Toba Prioritaskan Ekonomi Lokal
INA Trading sendiri sebagai mitra distribusi global, akan membuka akses pasar ekspor ke Belanda dan Australia bagi produk-produk koperasi seperti kopi, gula kelapa, pala, nanas, dan manggis olahan.
“Kolaborasi semacam ini perlu terus diperkuat agar produk lokal Indonesia bisa menembus pasar global. Koperasi menghadirkan produk berkualitas, INA Trading membuka akses internasional, dan dukungan teknologi seperti RFID dari Peruri menjamin kepercayaan pasar,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari dalam keterangan resminya, Senin (20/10).
Adapun tujuh koperasi tersebut adalah Koperasi Konsumen Pondok Pesantren An-Nur II Al Murtadlo, Koperasi Pemasaran Komoditi Kopi Papua (KOPPA), Koperasi Modern Wanita Ikaboga, Koperasi Mitra Malabar, Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya, Koperasi Nira Kamukten dan Koperasi Pemasaran Citra Nusantara Maju.
Total transaksi dari tujuh Koperasi selama 5 hari adalah sebesar Rp493.086.000. Selain pameran produk, kegiatan di booth juga mencakup business matching, promosi digital, distribusi katalog, serta wawancara media dengan perwakilan koperasi.
Selain itu, beberapa koperasi juga telah melakukan pertemuan dengan buyer lokal maupun internasional yang menyatakan ketertarikan untuk berkolaborasi. Pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui diskusi teknis lebih lanjut setelah pelaksanaan TEI. Adapun negara buyer yang terlibat dalam business matching antara lain Maldives, Amerika Serikat, Australia, Afrika Selatan, Qatar, Oman, Swiss dan Arab Saudi.
Dari kegiatan business matching tersebut, terdapat tiga koperasi yang telah mencatatkan potensi nilai transaksi dengan total mencapai Rp3,6 miliar, yaitu Koppontren Annur II Al Murtadlo, Koperasi Nira Kamukten, dan Koperasi Mitra Malabar. Selain itu, Koperasi Mitra Malabar juga telah menandatangani MoU dengan buyer asal Qatar pada saat acara, dengan nilai kontrak sebesar USD 7,7 juta atau setara dengan Rp127 miliar untuk ekspor produk kopi.
Destry menekankan bahwa partisipasi koperasi dalam TEI bukan sekadar pameran, melainkan langkah konkret untuk naik kelas. Melalui TEI, Koperasi berpotensi besar meningkatkan daya saingnya dengan menampilkan produk-produk terbaiknya kepada calon buyer/mitra strategis dari berbagai negara yang turut hadir dalam ajang internasional tersebut.
"Kami ingin koperasi tidak hanya menjadi pemain lokal, tapi juga pelaku ekspor yang tangguh. TEI adalah panggung yang tepat untuk itu,” tegasnya.
TEI sendiri merupakan ajang tahunan berskala internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan. Tahun ini, TEI memasuki edisi ke-40 dan mengusung tema “Discover Indonesia’s Excellence, Trade Beyond Boundaries.”
Pameran ini menjadi gerbang strategis bagi pelaku usaha nasional untuk menembus pasar dunia melalui pertemuan langsung dengan pembeli dan investor global. "Saya berharap kolaborasi ini dapat berjalan dengan lancar, dengan setiap pihak menjalankan perannya secara optimal," ulasnya.
Melalui dukungan penuh dari Kemenkop dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui penyediaan stand dan design serta stakeholder lainnya, langkah ini diharapkan menjadi awal lahirnya peluang ekspor baru bagi koperasi Indonesia.
“Semoga ini menjadi momentum kebangkitan koperasi sebagai pelaku ekspor yang berdaya saing,” tutup Destry.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)


1.jpg)
.jpg)




.jpg)





