- Shalahuddin Tegaskan Pendataan dan Verifikasi Pelebaran Jalan Dilakukan Secara Cermat
- Pemkab Barito Utara Percepat Pelebaran Ruas Jalan Dalam Kota Muara Teweh
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
- Wamen UMKM: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Cetak Wirausaha Baru
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Hari Pramuka ke-65, Dandim 0506/Tgr Hadiri Upacara Kwarcab Tangsel.
- Jaga Jakarta On The Spot, Babinsa-Bhabinkamtibmas Bagikan Sembako kepada Warga.
- Pangkogabwilhan II Hadiri Puncak HUT TNI Ke-81.
- Pastikan Kesiapan Operasi Unsur Laut, Pangkogabwilhan I Kunjungi Koarmada II Surabaya.
Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana

Keterangan Gambar : Asisten Deputi Bidang Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindya Hartika
MEGAPOLITANPOS.COM, Padang, Sumatera Barat – Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat tidak hanya menyebabkan kerusakan sarana dan prasarana, tetapi juga berdampak pada keberlangsungan usaha masyarakat, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aktivitas produksi terganggu, rantai pasok terhambat, dan akses pasar menjadi terbatas.
Di tengah proses pemulihan tersebut, pemanfaatan ekosistem digital menjadi salah satu jalan bagi pengusaha UMKM untuk kembali menjangkau konsumen sekaligus memperluas pasar.
Sebagai bagian dari upaya mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 18 Tahun 2025, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendampingi pengusaha UMKM melalui kegiatan “Fasilitasi Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Bersama” serta mengaktifkan kembali Klinik UMKM Bangkit di Sumatera Barat.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
- Wamen UMKM: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Cetak Wirausaha Baru
- Kementerian UMKM Dorong Flobamorata Creative Expo Jadi Pintu Perluasan Pasar UMKM NTT
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Non-KUR melalui SHAT
Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid di Kabupaten Padang Pariaman pada 6 Oktober 2026 dan Kota Padang pada 7 Oktober 2026 tersebut dirancang untuk membantu pengusaha UMKM mempersiapkan pemulihan usaha sekaligus memperluas akses pasar.
Rangkaian kegiatan dimulai dari tahap pra-business matching, pembekalan peningkatan kapasitas, hingga kurasi untuk mempersiapkan UMKM mengikuti puncak kegiatan business matching yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Asisten Deputi Bidang Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindya Hartika menjelaskan, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan mengembalikan kemampuan UMKM untuk berproduksi. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan produk yang dihasilkan memiliki akses terhadap pasar.
“Ini adalah bagian dari pemulihan UMKM pascabencana dan juga sebagai tindak lanjut dari rangkaian percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah dilaksanakan di wilayah Sumatera Barat,” ujar Ari.
Menurut Ari, proses untuk kembali menjalankan usaha setelah terdampak bencana bukan perkara mudah. Karena itu, pendampingan diperlukan agar pengusaha UMKM dapat kembali berproduksi sekaligus memperoleh respons positif dari pasar.
“Pemulihan ini tidak cukup hanya tentang bagaimana usaha bisa kembali berjalan, tetapi kami juga memastikan ada pasar yang siap menampung produk. Hari ini kami tidak hanya berbicara mengenai akses pasar, digitalisasi, dan kemitraan, tetapi juga menghadirkan langkah nyata. Karena itu, fasilitasi landing page ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ekosistem digital,” katanya.
Pemanfaatan kanal digital diharapkan dapat membuka peluang bagi pengusaha UMKM terdampak bencana untuk menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa sepenuhnya bergantung pada pasar di sekitar lokasi usaha.
Upaya tersebut mendapat respons positif dari pengusaha UMKM peserta kegiatan. Salah satunya Ulfa, pengusaha kuliner asal Padang Pariaman yang tengah berupaya memulihkan usahanya setelah terdampak bencana.
Ulfa mengakui kemampuan memanfaatkan teknologi digital masih menjadi salah satu tantangan dalam mengembangkan usahanya. Karena itu, pendampingan yang diperolehnya menjadi kesempatan untuk meningkatkan literasi digital sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
“Literasi digital merupakan hal yang perlu saya pelajari karena saya memahami ini masih menjadi kelemahan yang saya miliki. Melalui kegiatan optimalisasi landing page UMKM Bangkit ini, saya berharap produk saya bisa terjual hingga ke luar Sumatera Barat,” ujar Ulfa.
Harapan serupa disampaikan Ina, pengusaha UMKM asal Kota Padang. Ia berharap dapat mengikuti tahapan business matching dan bertemu dengan calon pembeli yang mampu menyerap produknya dalam jumlah lebih besar.
Bagi Ina, perluasan pasar tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan usahanya sendiri. Peningkatan permintaan dan kapasitas produksi juga berpotensi membuka kesempatan bagi masyarakat di sekitarnya untuk memperoleh penghasilan.
“Saya ingin bisa mengikuti business matching dan bertemu dengan pembeli untuk jumlah yang besar. Harapannya, kapasitas produksi ikut meningkat sehingga saya bisa mengajak ibu-ibu di sekitar untuk produktif dan memiliki penghasilan,” kata Ina.
Pengalaman Ulfa dan Ina menunjukkan bahwa pemulihan UMKM pascabencana tidak hanya berkaitan dengan menghidupkan kembali aktivitas produksi, tetapi juga membangun kemampuan usaha agar dapat beradaptasi dengan perubahan pasar.
Literasi digital, perluasan akses pasar, kemitraan, serta pertemuan dengan calon pembeli menjadi bagian penting agar pengusaha UMKM tidak sekadar pulih, tetapi juga memiliki fondasi usaha yang lebih tangguh setelah melewati masa krisis.
Melalui kolaborasi pemerintah, korporasi, BUMN, asosiasi, serta pengusaha UMKM, proses pemulihan ekonomi Sumatera Barat diharapkan tidak berhenti pada dukungan jangka pendek. Upaya tersebut sekaligus menjadi momentum bagi UMKM lokal untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta semakin terhubung dengan ekosistem dan rantai pasok nasional secara berkelanjutan.(AS/MP).







.jpg)







