Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

By Achmad Sholeh(Alek) 14 Okt 2026, 17:06:18 WIB UMKM
Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Keterangan Gambar : Indonesia Capai Swasembada Lebih Cepat


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Indonesia mencatat capaian penting di sektor ketahanan pangan setelah produksi beras nasional sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton. Capaian tersebut menandai keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras lebih cepat dari target empat tahun yang ditetapkan.

Keberhasilan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar negeri.

Penguatan ketahanan pangan juga ditopang oleh cadangan beras pemerintah yang mencapai 4,61 juta ton per 19 September 2026. Sementara itu, estimasi ketersediaan beras nasional pada September 2026 mencapai 26,91 juta ton, yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar 310 hari.

Baca Lainnya :

Untuk mempertahankan capaian tersebut, pemerintah terus melakukan pembenahan sektor pertanian dari hulu hingga hilir. Upaya ini mencakup penyediaan sarana produksi, perbaikan distribusi pupuk bersubsidi, serta penguatan industri pupuk dalam negeri.

Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah deregulasi penyaluran pupuk bersubsidi. Pemerintah menyederhanakan jalur distribusi agar penyaluran pupuk dari produsen kepada petani menjadi lebih efektif, dengan pengawasan yang tetap diperkuat.

Langkah tersebut diharapkan mempermudah petani memperoleh pupuk sesuai kebutuhan dan waktu tanam sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat.

Selain itu, pemerintah menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen serta menambah alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 700.000 ton. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan biaya produksi dan meringankan beban petani.

Prabowo Tegaskan Pentingnya Kemandirian Pangan

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan salah satu syarat penting bagi bangsa untuk berdiri di atas kekuatannya sendiri.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” ujar Prabowo.

Penegasan tersebut mencerminkan pentingnya ketersediaan pangan sebagai bagian dari kedaulatan nasional. Swasembada beras tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga mencakup pengelolaan cadangan, distribusi, serta dukungan berkelanjutan bagi petani.

Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, penguatan produksi beras, cadangan pangan, dan tata kelola pupuk menjadi bagian dari upaya membangun sistem pangan nasional yang lebih mandiri dan tangguh.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, distribusi pupuk yang efektif, serta penguatan industri dalam negeri, pemerintah diharapkan mampu menjaga keberlanjutan swasembada dan memastikan manfaatnya dirasakan oleh petani maupun masyarakat luas.(AS/MP).




  • Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

    🕔17:06:18, 14 Okt 2026
  • Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha

    🕔16:53:52, 14 Okt 2026
  • Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor IKOPIN University

    🕔23:13:50, 13 Okt 2026
  • BRI Life Perkuat Integrasi Layanan Kesehatan Lewat Kerja Sama KAPJ

    🕔20:37:02, 13 Okt 2026
  • Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis

    🕔19:28:37, 10 Okt 2026