- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
- Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah.
Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
.jpg)
Keterangan Gambar : Indonesia Capai Swasembada Lebih Cepat
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Indonesia mencatat capaian penting di sektor ketahanan pangan setelah produksi beras nasional sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton. Capaian tersebut menandai keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras lebih cepat dari target empat tahun yang ditetapkan.
Keberhasilan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar negeri.
Penguatan ketahanan pangan juga ditopang oleh cadangan beras pemerintah yang mencapai 4,61 juta ton per 19 September 2026. Sementara itu, estimasi ketersediaan beras nasional pada September 2026 mencapai 26,91 juta ton, yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar 310 hari.
Baca Lainnya :
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Pangkogabwilhan II Hadiri Puncak HUT TNI Ke-81.
- Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Pilar Utama Kekuatan Ekonomi Nasional
- Ringankan Beban Pengemudi Lansia, 120 Becak Listrik Bantuan Prabowo Hadir di Depok
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
Untuk mempertahankan capaian tersebut, pemerintah terus melakukan pembenahan sektor pertanian dari hulu hingga hilir. Upaya ini mencakup penyediaan sarana produksi, perbaikan distribusi pupuk bersubsidi, serta penguatan industri pupuk dalam negeri.
Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah deregulasi penyaluran pupuk bersubsidi. Pemerintah menyederhanakan jalur distribusi agar penyaluran pupuk dari produsen kepada petani menjadi lebih efektif, dengan pengawasan yang tetap diperkuat.
Langkah tersebut diharapkan mempermudah petani memperoleh pupuk sesuai kebutuhan dan waktu tanam sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat.
Selain itu, pemerintah menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen serta menambah alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 700.000 ton. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan biaya produksi dan meringankan beban petani.
Prabowo Tegaskan Pentingnya Kemandirian Pangan
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan salah satu syarat penting bagi bangsa untuk berdiri di atas kekuatannya sendiri.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” ujar Prabowo.
Penegasan tersebut mencerminkan pentingnya ketersediaan pangan sebagai bagian dari kedaulatan nasional. Swasembada beras tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga mencakup pengelolaan cadangan, distribusi, serta dukungan berkelanjutan bagi petani.
Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, penguatan produksi beras, cadangan pangan, dan tata kelola pupuk menjadi bagian dari upaya membangun sistem pangan nasional yang lebih mandiri dan tangguh.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat, distribusi pupuk yang efektif, serta penguatan industri dalam negeri, pemerintah diharapkan mampu menjaga keberlanjutan swasembada dan memastikan manfaatnya dirasakan oleh petani maupun masyarakat luas.(AS/MP).



1.jpg)
.jpg)




.jpg)





