- Babinsa Koramil Ciledug Dan Serpong Bersama Komduk Aktif Patroli Malam.
- Tembus 3.000 Pelari, Sachrudin: Tangerang 10K Semakin Ramai dan Berdampak.
- Koramil 10/Sepatan Gelar Baksos, Komsos dan Santunan Anak Yatim.
- Kompi Produksi Kodim 0808/Blitar Aktif Kelola Pertanian, Peternakan Kambing dan Perikanan Untuk ini.
- Paguyuban Jawa Tengah dan Persejasi DKI Jakarta Tampilkan Sepakbola Berjalan (Walking Football)
- Warga RW 11 VTE Antusias Ikuti Skrining Kesehatan
- Bupati Barito Utara Sampaikan Apresiasi kepada AKBP Singgih, Sambut Kapolres Baru
- Babinsa Jajaran Kodim 0506/Tgr Bersama Komduk Patroli Malam.
- Perbasi Cup Bergulir, Maryono: Olahraga Buka Peluang Wisata dan Ekonomi.
- Berita Sahih dan Kabar Bohong Makin Kabur, Masyarakat Harus Cermat
Kemendikbudristek dan ICCN Kumpulkan Penggerak Kreativitas Berbasis Budaya dari 10 Provinsi di Bali

Megapolitanpos.com, Bali- Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) Tahun 2023 berkolaborasi dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN), menyelenggarakan serangkaian Lokakarya Luring serta Rancang Aksi di Jakarta, Bali, serta Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Dewan Kurator PKN Tahun 2023, Dengan tema “Merawat Bumi, Merawat Kebudayaan”, Yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kreativitas dari budaya lokal.
“Saya sangat mengapresiasi Lokakarya Penjenamaan Kota dan Cipta Ruang bersama perwakilan Pentahelix stakeholders dari 10 provinsi yang menghasilkan gagasan program di level kota masing-masing. Saya sangat berharap dapat terus ditindaklanjuti dan menghasilkan kolaborasi-kolaborasi kreatif ke depannya,” tegas Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki Chikara Satari,
Baca Lainnya :
- Tembus 3.000 Pelari, Sachrudin: Tangerang 10K Semakin Ramai dan Berdampak.
- Ratusan UMKM Aceh Ikuti Workshop Pemulihan Usaha, Akses Modal hingga Pemasaran Diperkuat
- Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas
- KDMP Desa Tambakrejo Beroperasi Semakin Memperkokoh Kemandirian Perekonomian Desa.
- LPDB Koperasi Siapkan SOP Baru untuk Perkuat Pengelolaan Dana Bergulir
Dihadiri para peserta dari 10 provinsi, yaitu Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Nusa Tenggara Barat (NTB), Papua Barat Daya, serta Papua Tengah. Masing-masing peserta berasal dari unsur Pentahelix Ekonomi Kreatif, yakni Akademisi, Pengusaha atau UMKM, Komunitas Kreatif, dan Pemerintah Daerah (Bappeda).
Pembahasan serta diskusi Rancang Aksi dalam Lokakarya di Bali ini adalah Cipta Ruang (Placemaking), yang mana dapat digunakan pula menjadi sumber daya inspirasi dan kreativitas untuk diterapkan di daerah-daerah asal.
Selain itu, mengenai Penjenamaan Kota (City Branding) sebagaimana telah lama diperjuangkan ICCN sejak tahun 2015, hingga berhasil menjadikan jejaring Kota Kreatif Dunia dari Indonesia, seperti Pekalongan, Bandung, Ambon, serta Jakarta.
Lokakarya di Bali ini dimulai dari Uma Seminyak, dengan diskusi mengenai PKN 2023 sebagai program dua tahunan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan bersama narasumber Rifandi Nugroho, Asisten Kurator Segala Bidang PKN 2023.
Giat tersebut juga terkait program Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek yang dihadiri pula Abi Kusno, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV (Bali dan Nusa Tenggara Barat), termasuk mengenai amanat strategi kebudayaan, yang mana semua memusat kepada 7 Agenda Strategis Pemajuan Kebudayaan.
Program strategis Ditjen Kebudayaan di antaranya ada BLU Museum, Dana Abadi Kebudayaan, atau Indonesiana.
Jika terdahulu hanya dibagi “benda” dan “takbenda”, maka kini dinilai menjadi lebih mengalir serta fleksibel sebagai “proses” secara menyeluruh.
Gede Robi Navicula, selaku seniman musik menekankan mengenai Agroekologi, atau menciptakan lagu dengan esensi yang tajam memandang fenomena sosial.
" produk kreatif dari Bali, atau Indonesia secara keseluruhan, juga banyak sekali terinspirasi dari kondisi alam serta budaya kita, sehingga dapat menjadi tindakan ekonomi untuk tujuan kemakmuran bersama. Ujar Gede Robi Navicula.
Ida Bagus Agung Gunarthawa, Pendiri Samsara Living Museum, saat yang sama bercerita mengenai proses kehidupan manusia, atau khususnya The Circle of Balinese Life. Termasuk nilai Segehan, proses harmonisasi, api, angin, air, serta udara.
Musim kehidupan di Samsara Living Museum menjadikannya bukan hanya destinasi, melainkan praktik baik permodelan. “Inisiatif Samsara Living Museum sebagai strategi pengembangan potensi sumber daya unggulan berbasis budaya di daerah yang penuh tantangan,” jelas Ida Bagus Agung Gunarthawa, yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) ICCN.
Dalam Lokakarya di Bali ini juga para peserta memiliki ruang dan waktu untuk memaparkan berbagai potensi budaya lokal, rencana, hingga tantangan yang dihadapi daerah masing-masing. Koordinator Fasilitator Lokakarya Rancang Aksi, Tita Larasati juga selaku Executive Committe ICCN, dalam hal ini menegaskan bahwa setiap daerah penting untuk memiliki daya pikat, daya wujud, serta daya langgeng.
Reporter: Achmad Sholeh

.jpg)
.jpg)













