Kemendag Dorong Pelaku Usaha Indonesia Garap Ekspor Nontradisional

By Achmad Sholeh(Alek) 19 Okt 2023, 16:35:20 WIB UMKM
Kemendag Dorong Pelaku Usaha Indonesia Garap Ekspor Nontradisional

MEGAPOLITANPOS.COM, Tangerang– Kementerian Perdagangan(Kemendag)melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional mendorong para pelaku usaha untuk melakukan penetrasi pasarekspor ke pasar nontradisional. Beberapa diantaranya yaitu Tunisia, Bosnia dan Herzegovina, Kenya, Pakistan, serta Aljazair. 

"Sesuai arahan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Indonesia akan fokus melakukan penetrasi ke pasar nontradisional karena jika hanya mengandalkan ekspor ke pasar tradisional pertumbuhannya sangat kecil," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Didi Sumedi dalam acara Ambassador Dialogue Series dengan tema "Grab The Market" di Tangerang, Banten pada Kamis, (19/10/2023).

Acara Ambassador Dialogue Series merupakan bagian dari rangkaian Trade Expo Indonesia ke-38 2023 yang digelar secara luring pada 18—22 Oktober 2023 dan secara daring hingga 18 Desember 2023 di website www.tradexpoindonesia.com.

Baca Lainnya :

Hadir sebagai narasumber yakni Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi, Duta Besar LBBP Bosnia dan Herzegovina Roem Kono, Duta Besar LBBP RI untuk Kenya Mohamad Hery Saripudin, Duta Besar LBBP RI untuk Aljazair Chalief Akbar, Konsul Jenderal RI untuk Karachi Pakistan June Kuncoro Hadiningrat, dan dimoderatori Analis Kebijakan Perdagangan Kemendag Arief Wibisono. 

Selanjutnya Didi mengungkapkan, tren ekspor ke pasar nontradisional, khususnya Tunisia, Bosnia dan Herzegovina, Kenya, Pakistan, serta Aljazair sangat menggembirakan. Secara umum, nilai tren ekspor Indonesia ke negara ini pada periode 2018—2022 tumbuh positif. Pada periode ini tren ekspor Indonesia ke Tunisia sebesar 34,01 persen, Bosnia dan Herzegovina -10,27 persen, Kenya 19,57 persen, Pakistan 20,69 persen, dan Aljazair 13,63 persen. "Ini luar biasa. Pasar ekspor ke lima negara ini harus terus digarap," tandas Didi. 

Dalam memasuki pasar nontradisional, kata Didi perlu diperhatikan tantangan ke depan mengingat pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat. International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat dari 3,4 persen pada 2022 menjadi 2,9 persen pada 2023.

"Hal ini biasanya linier dengan permintaan impor dunia. Artinya, pertumbuhan akan sedikit turun sehingga persaingan dengan negara lainnya semakin ketat," jelas Didi. 

Didi mengajak pelaku usaha Indonesia untuk melirik pasar negara nontradisional seperti Afrika, Asia Selatan, Asia Tengah, serta Eropa Barat karena sangat menjanjikan. Apalagi melihat pertumbuhan ekonomi negara di wilayah tersebut, khususnya Afrika. Potensi pasar di wilayah ini mencapai 1,5 miliar penduduk. 

Terlebih, produk yang diminati di wilayah Afrika sangat relevan dengan produk yang dihasilkan Indonesia. "Indonesia dapat memenuhi permintaan produk dasar kebutuhan sehari-hari misalnya pakaian, alas kaki, hingga produk kecantikan sehingga untuk memasuki pasar tersebut relatif tidak berat," terang Didi.

Didi berharap, kehadiran para duta besar yang hadir sebagai narasumber akan memberikan informasi yang bermanfaat. Kemendag mengapresiasi kehadiran narasumber yang akan menambah wawasan pasar di negara mitra tersebut, khususnya dalam mengahadapi tantangan memasuki pasar tersebut.

"Kami optimistis dari sisi produk ke negara wilayah tersebut permintaan dapat dipenuhi pelaku usaha Indonesia. Mudah-mudahan informasi yang disampaikan pada kegiatan ini bermanfaat untuk pelaku usaha Indonesia," tutup Didi. (Reporter Achmad Sholeh)




  • Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih

    🕔00:40:32, 17 Mar 2026
  • Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa

    🕔04:31:36, 16 Mar 2026
  • Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis

    🕔15:11:33, 16 Mar 2026
  • BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road

    🕔15:55:33, 16 Mar 2026
  • Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih

    🕔01:11:07, 15 Mar 2026