Breaking News
- Kapolda Metro Cek Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 serta Kesiapsiagaan Personel di Terminal Bus dan Stasiun KA
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
Kembangkan Usaha Kuliner Sebagai Subsektor Ekraf

MEGAPOLITANPOS.COM, Puruk Cahu - Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) terus berupaya dan berkomitmen untuk membangun dan mengembangkan sektor ekonomi kreatif (ekraf.red) di wilayahnya khususnya di Kota Puruk Cahu. Dari iklim usaha yang saat ini terus bergerak, tampaknya subsektor kuliner menjadi pilihan, khususnya kopi sebagai komoditi yang bahan bakunya cukup dan berpotensi dikembangkan di Murung Raya. Bupati Murung Raya Drs Perdie M Yoseph MA mengatakan, bahwa pihaknya telah berkomitmen untuk penguatan sektor ekonomi kreatif dengan melibatkan pengusaha pengusaha muda guna merangsang ide ide kreatif kedepannya. "Tahun anggaran 2022 ini akan kita coba siapkan stimulan bagi para pelaku ekonomi kreatif khususnya kopi, dan beberapa komoditi lainnya," kata Perdie saat dibincangi awak media, Senin (14/2/2022). Perdie menjelaskan tahun ini dari dinas terkait akan mencoba membenahi beberapa lokasi di pusat keramaian kota seperti Alun Alun Jorih Jerah, untuk dijadikan lokasi pengembangan ekraf ini. "Untuk sumber bahan baku, produksi biji kopi di wilayah kita sudah ada beberapa kelompok tani maupun perorangan yang sudah berproduksi rutin, selain itu jahe merah asli hasil bumi kita yang belum terekspose keluar yang potensinya luar biasa," jelasnya lagi. Saat ini menurutnya setiap dinas teknis terkait telah di dorong untuk melakukan pembinaan dan pengembangan terkait produksi bahan baku tersebut. "Kedepan sektor pertanian dan perkebunan akan kita fokuskan ke beberapa komoditi yang mendukung suksesnya pembangunan ekonomi kreatif di Kota Puruk Cahu, dan tidak menutup kemungkinan bisa go regional, nasional maupun internasional," pungkasnya. (Aseng)

















