- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
- Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah.
- Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor IKOPIN University
- Anggaran BPJS Kesehatan Disorot DPRD Kota Bogor
- Anggaran BPJS Kota Bogor Menjadi Sorotan DPRD Kota Bogor
- Soal Video AI Prof Djokosoetono, Mintarsih: Tiga Pendiri Blue Bird Hilang
- Jangkau Lokasi Sempit, Babinsa Dan Komduk Patroli Malam Gunakan Motor.
- TMMD 130 Jadi Kado Istimewa HUT Kab Tangerang Ke-394.
- Banten Investment Forum 2026 Dorong Investasi Asing dan Domestik, Pacu Ekonomi Daerah.
- BRI Life Perkuat Integrasi Layanan Kesehatan Lewat Kerja Sama KAPJ
Karya Wisata Memberatkan, Aktifis Minta Arief Jangan Tutup Mata

Keterangan Gambar : Paling kiri H Nur Fajar Rukmana Pemerhati Pendidikan LSM MERAPPI
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang, - Kegiatan Karya wisata SMPN 14 yang sempat dikeluhkan sejumlah orangtua lantaran dinilai memberatkan menuai kritik tajam dari sejumlah aktifis dan pemerhati pendidikan di kota Tangerang.
Hal tersebut lantaran kegiatan yang disebut - sebut kurang tepat dan disinyalir hanya sebagai sarana sekolah dalam mencari celah untuk kepentingan pribadi dinilai memberatkan orangtua khususnya dari kalangan tidak mampu.
Demikian diungkapkan H. Nur Fajar Rukmana Pemerhati pendidikan dari LSM Masyarakat Peduli Pendidikan (MERAPPI) menyusul berangkatnya ratusan siswa SMPN 14 ke Jogja dalam rangka karya wisata selama beberapa hari kedepan.
Baca Lainnya :
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
"Ini sudah tidak lagi bisa ditoleransi karna sudah dipastikan sekolah membangkang edaran yang telah dikeluarkan oleh walikota Tangerang melalui dinas pendidikan," ungkap H. Nur Fajar Rukmana melalui sambungan telponnya rabu (24/5/2023).
Ia menyebut, dalam Surat Edaran beregistrasi 421.3/0452-Pemb.SMP/ sudah jelas Dinas Pendidikan Kota Tangerang telah resmi melarang kegiatan study tour bagi semua pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
"Apapun alasannya, Peraturan yang sudah tertuang sudah jelas dikangkangi oleh SMPN 14, jadi tidak lagi ada alasan untuk menunda sanksi, kalau perlu copot dari jabatannya sebagai kepala sekolah," ujarnya.
Ia berujar, keberangkaan ratusan siswa tersebut disebut - sebut sebagai bentuk dari pembangkangan atas program - program unggulan pelayanan pendidikan dikota Tangerang.
"Walikota Tangerang sudah seharusnya bisa menjawab apa yang menjadi keresahan masyarakat, jangan tutup mata kalau perlu copot dari jabatannya sebagai kepala sekolah," ungkap dia.
Ia menilai hal itu dinilai perlu lantaran program pendidikan yang kini sudah berjalan saat ini sudah dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat kota tangerang khususnya masyarakat yang kurang mampu.
"Program pendidikan dikota Tangerang bisa dibilang sangat berpihak kepada masyarakat lapisan bawah mulai dari segi masyarakat tidak mampu Tangcer bisa diandalkan, belum lagi Sekolah Swasta Gratis disetiap kecamatan untuk masyarakat yang tidak terakomodir di (Sekolah) Negeri sudah bagus dan semua program tersebut dinodai oleh SMPN 14 Kota Tangerang," ungkap dia. ** (Jhn)

.jpg)





.jpg)







