- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
Karya Wisata Memberatkan, Aktifis Minta Arief Jangan Tutup Mata

Keterangan Gambar : Paling kiri H Nur Fajar Rukmana Pemerhati Pendidikan LSM MERAPPI
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang, - Kegiatan Karya wisata SMPN 14 yang sempat dikeluhkan sejumlah orangtua lantaran dinilai memberatkan menuai kritik tajam dari sejumlah aktifis dan pemerhati pendidikan di kota Tangerang.
Hal tersebut lantaran kegiatan yang disebut - sebut kurang tepat dan disinyalir hanya sebagai sarana sekolah dalam mencari celah untuk kepentingan pribadi dinilai memberatkan orangtua khususnya dari kalangan tidak mampu.
Demikian diungkapkan H. Nur Fajar Rukmana Pemerhati pendidikan dari LSM Masyarakat Peduli Pendidikan (MERAPPI) menyusul berangkatnya ratusan siswa SMPN 14 ke Jogja dalam rangka karya wisata selama beberapa hari kedepan.
Baca Lainnya :
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
"Ini sudah tidak lagi bisa ditoleransi karna sudah dipastikan sekolah membangkang edaran yang telah dikeluarkan oleh walikota Tangerang melalui dinas pendidikan," ungkap H. Nur Fajar Rukmana melalui sambungan telponnya rabu (24/5/2023).
Ia menyebut, dalam Surat Edaran beregistrasi 421.3/0452-Pemb.SMP/ sudah jelas Dinas Pendidikan Kota Tangerang telah resmi melarang kegiatan study tour bagi semua pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
"Apapun alasannya, Peraturan yang sudah tertuang sudah jelas dikangkangi oleh SMPN 14, jadi tidak lagi ada alasan untuk menunda sanksi, kalau perlu copot dari jabatannya sebagai kepala sekolah," ujarnya.
Ia berujar, keberangkaan ratusan siswa tersebut disebut - sebut sebagai bentuk dari pembangkangan atas program - program unggulan pelayanan pendidikan dikota Tangerang.
"Walikota Tangerang sudah seharusnya bisa menjawab apa yang menjadi keresahan masyarakat, jangan tutup mata kalau perlu copot dari jabatannya sebagai kepala sekolah," ungkap dia.
Ia menilai hal itu dinilai perlu lantaran program pendidikan yang kini sudah berjalan saat ini sudah dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat kota tangerang khususnya masyarakat yang kurang mampu.
"Program pendidikan dikota Tangerang bisa dibilang sangat berpihak kepada masyarakat lapisan bawah mulai dari segi masyarakat tidak mampu Tangcer bisa diandalkan, belum lagi Sekolah Swasta Gratis disetiap kecamatan untuk masyarakat yang tidak terakomodir di (Sekolah) Negeri sudah bagus dan semua program tersebut dinodai oleh SMPN 14 Kota Tangerang," ungkap dia. ** (Jhn)

















