- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
Kapolri Didesak Usut Dugaan Keterlibatan Kabareskrim Polri dalam Konsorsium Tambang Ilegal

Keterangan Gambar : Konferensi pers JARAK Indonesia dan Aliansi Mahasiswa Lingkar Nusantara terkait 'Konsorsium tambang batubara ilegal'.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - JARAK (Jaringan Aktivis) Indonesia dan Aliansi Mahasiswa Lingkar Nusantara (AMALAN) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut dugaan keterlibatan Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto dalam konsorsium tambang ilegal.
"Kami minta bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera memeriksa, memanggil Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto. Apabila benar terbukti terlibat dalam jaringan mafia tambang atau konsorsium 158 tambang, Komjen Agus Andrianto segera dicopot dari jabatannya," ujar Ketua Jarak Indonesia, Donny Manurung, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/11/2022).
Sebelumnya diberitakan, dugaan kasus bisnis tambang ilegal yang menyeret nama Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mencuat setelah mantan anggota Polri, Ismail Bolong mengaku sebagai pengepul dari penjualan batu bara ilegal tanpa izin usaha penambangan (IUP) di wilayah Kalimantan Timur.
Baca Lainnya :
- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
Disebutkan juga Ismail Bolong mengklaim sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto. Bahkan telah menyetor uang hasil penjualan tambang batu bara ilegal kepada Jenderal bintang tiga itu.
"Uang tersebut saya serahkan langsung kepada Komjen Pol Agus Andrianto di ruang kerja beliau setiap bulannya, sejak bulan Januari 2021 sampai dengan bulan Agustus yang saya serahkan langsung ke ruangan beliau," kata Ismail Bolong dalam video rekaman pengakuannya yang beredar viral.
Pengakuan tersebut kemudian diklarifikasi Ismail Bolong dengan membuat pernyataan melalui video rekaman yang juga beredar viral di media sosial. Dalam video tersebut, Ismail Bolong memberi klarifikasi permohonan maaf kepada Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto atas berita yang beredar.
"Saya mohon maaf kepada Kabareskrim atas berita viral saat ini yang beredar. Saya klarifikasi bahwa berita itu tidak benar," kata Ismail Bolong dikutip dari video rekaman klarifikasinya.
Masih terkait hal tersebut, Donny menyampaikan alasan pihaknya mendesak Kapolri lantaran Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto tak memberikan tanggapan atau respon terhadap viral pernyataan Ismail Bolong.
"Menjadi pertanyaan bagi kami bahwa kenapa Komjen Pol Agus Andrianto, sebagai seorang Kabareskrim tidak melakukan pengusutan terhadap pengakuan Ismail Bolong yang dianggap hoax," lugas Donny.

.jpg)
.jpg)














