Breaking News
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
- Bupati Barito Utara Sholat Idulfitri Bersama Warga di Masjid Raya Shirathal Mustaqim
- Takbir Bergema, Barito Utara Rayakan Malam Kemenangan Dengan Pawai Meriah
- Wasekjen PRSI Muhamad Ied Hadiri Halal Bihalal di Balai Kota DKI
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
- Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit
Inisiatif Forum RW di Pasar Kemis Galian Drainase Dikeluhkan Warga

MEGAPOLITANPOS.COM, Pasar Kemis- Warga Kelurahan Kuta Baru Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang mengeluhkan mangkraknya pembangunan drainase yang telah setahun tak kunjung dikerjakan. Selain dinilai kurang dinilai mengganggu, mangkraknya pembangunan drainase sepanjang kurang lebih 2 KM tersebut seringkali menyebabkan kecelakaan bagi pengguna Jalan dan warga sekitar. Asen salah seorang warga kepada wartawan Senin (9/5/2022) berharap pemerintah kabupaten Tangerang dapat segera membenahi persoalan tersebut. “Saya sebagai pemilik toko merasa terganggu, karena selain kumuh, kita juga ngga bisa bangun jembatan permanen karena belum tuntasnya pengerjaan itu, paling cuma sebatas jembatan darurat dari kayu,” ungkap Asen. Dihubungi terpisah, Sayadi pelaksana pada kelurahan Kuta Baru Kecamatan Pasar kemis membenarkan hal itu, ia menjelaskan pemerintah kabupaten Tangerang telah mealokasikan anggaran sebesar Rp1.6 Milyar untuk pembangunan drainase sepanjang 200 Meter. “Penggalian sepanjangan kurang lebih 2KM dilakukan oleh Forum RW, jadi untuk mempercepat awalnya mah karena APBD ngga bisa membangun sekaligus, jadi bertahap,” Ungkap Sayadi. Ia mengaku, pekerjaan Swadaya yang di inisiasi oleh Forum RW dilakukan jauh sebelum pembangunan drainase tersebut dianggarkan dan dilaksanakan untuk mengantisipasi banjir yang seringkali melanda wilayah itu. “Bisa untuk kelancaran aer itu, nah diperkirakan mungkin oleh forum RW itu tidak selambat ini pekerjaannya tapi ternyata kan ya terbentur dengan anggaran, sehingga tertunda,” tukasnya. Meski begitu, ia menyangkan hal itu lantaran pekerjaan galian yang dilakukan dan di inisiasi oleh forum RW menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan warga. “Kita sudah memberikan pandangan, Cuma itukan untuk memancing percepatan kegiatan ini, jadi kalau sudah dinormalisasi tinggal pemasangan U-Dith, mungkin anggapan warga ini akan mempercepat,” ucapnya. Ia tidak menampik, terdapat kesalahan prosedur pasalnya dalam kegiatan pekerjaan peningkatan drainase galian sudah termasuk dalam anggaran 1.6 Milyar yang telah digelontorkan pemerintah Kabupaten Tangerang. “Harusnya mah, karena sebelum belumnya mah sebelum musrembang selalu diusulkan dan diusulkan, nah pada saat itu mungkin ya untuk pelampiasan kekesalan dari masyarakat, kalau sudah dinormalisasi mungkin bisa cepat terealisasi sehingga dilakukanlah itu, dan terealisasi baru 200 Meter,” ujarnya.Jhn

















