- Tak Sekadar Santunan, Pemkot Tangerang Dorong Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Lebih Produktif
- Serahkan 5.000 Sertifikat Halal, Maryono: Sinergi Wujudkan UMKM Makin Naik Kelas
- Harganas 2026, Kemensos Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Keluarga Indonesia
- Momentum Harganas Ke-33, Sachrudin: Keluarga Berkualitas Fondasi Wujudkan Generasi Emas
- Hendi Budi Yuantoro Menuju Kursi Parlemen DPRD Kabupaten Blitar PAW PDI P perjuangan
- USDEK BIRAWA ADI GUNA GPM Gelar Konsolidasi Nasional, Perkuat Soliditas Kader di Seluruh Indonesia
- Jangan Tunda Lagi: Ratifikasi OPCAT dan Sahkan RANHAM
- MUBES Jakmania: Seluruh Jakmania Harus Memiliki Hak yang Sama dalam Demokrasi
- Harap Perdamaian, Keluarga Salah Satu Tersangka Kasus Padel Gelar Doa Bersama
- PRSI Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Robotik di SDN Pancoran 07 Pagi Jakarta Selatan
Ini Tradisi Harga Bahan Pokok Naik Saat Bulan Suci Ramadan di Pasar Anyar Kota Tangerang

Keterangan Gambar : Foto Istimewa : Harga bahan pokok naik tiap Bulan Ramadhan di Pasar Anyar Kota Tangerang.
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Memasuki bulan suci Ramadan, kebanyakan bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari semakin meningkat harga jualnya. Hal tersebut terjadi pada saat seminggu sebelum memasuki bulan Ramadan. Termasuk para pembeli yang merasakan dampak dari meningkatnya harga bahan pokok.

Kenaikan harga bahan pokok juga dialami oleh sekian banyak pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang. Harga bahan pokok yang naik terdiri dari, bawang, cabai, telur, hingga kacang-kacangan.
Baca Lainnya :
- Tak Sekadar Santunan, Pemkot Tangerang Dorong Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Lebih Produktif
- Serahkan 5.000 Sertifikat Halal, Maryono: Sinergi Wujudkan UMKM Makin Naik Kelas
- Sidak di RW 05 Poris Gaga, Komisi I : Para Pengembang di Kota Tangerang Harap Berikan Akses Jalan Untuk Warga
- Panggih Riadi, Kembali Mengabdi untuk Desa Sumberboto Maju
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
Seperti Ibu Zulhimah selaku pedagang cabai dan sayur mayur yang mengungkapkan kenaikan harga bawang dan cabai yang dijualnya.
"Bawang merah harga jualnya sudah 35 ribu per kilogramnya. Cabai rawit setan sudah 70 ribu per kilogramnya, kalau cabai keriting masih murah 25 ribu. Kalau sayur masih stabil," jelasnya.
Selain itu, diikuti pula dengan kenaikan harga ayam per ekornya. Sebelum memasuki Ramadan, harga awal ayam per ekornya ialah Rp. 35 ribu tetapi saat memasuki bulan Ramadan, harganya mencapai 40 ribu lebih untuk per ekornya.
Ditambah kenaikan harga telur per kilogramnya pun semakin tinggi. Sebelum meningkat, harga awalnya ialah Rp. 28 ribu per kilogramnya. Memasuki bulan Ramadan, harga telur naik Rp. 2 ribu menjadi Rp. 30 ribu per kilogramnya.
Terlebih lagi kenaikan harga juga terasa di toko kelontong. "Bahan yang naik itu terutama kacang, minyak. Kayak kacang tunggak, kacang tanah, kacang tanah kupas, pokoknya kacang-kacangan. Tapi bukan itu aja, semua ada yang naik, paling ada beberapa item yang masih stabil. Tapi 80 persen kebanyakan harga pada naik," ungkap Fadlan Iman selaku pedagang kelontong.
Fadlan Iman juga menambahkan nominal kenaikan harga pada dagangannya.
"Kalau ini naiknya melonjak, bahkan ada yang naik sampai 10 ribu kalau kacang. Kalau sarden kalengan, minuman serbuk palingan naik seribu sampai 2 ribu," tambahnya.

Kenaikan bahan pokok ketika memasuki bulan Ramadan memberikan dampak yang begitu besar untuk para pembeli. Dikarenakan lebih banyak pengeluaran di bulan Ramadan, terlebih lagi digunakan untuk membeli bahan pokok untuk sahur dan berbuka puasa.
"Berasa, kalau Ramadan kan pengeluaran lebih banyak, buat sahur dan buka puasa. Jadi double gitu lah istilahnya," tanggapan salah satu pembeli yang merasakan dampak kenaikan harga bahan pokok di Pasar Anyar. ** (Red)














