- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
Ini Tradisi Harga Bahan Pokok Naik Saat Bulan Suci Ramadan di Pasar Anyar Kota Tangerang

Keterangan Gambar : Foto Istimewa : Harga bahan pokok naik tiap Bulan Ramadhan di Pasar Anyar Kota Tangerang.
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Memasuki bulan suci Ramadan, kebanyakan bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari semakin meningkat harga jualnya. Hal tersebut terjadi pada saat seminggu sebelum memasuki bulan Ramadan. Termasuk para pembeli yang merasakan dampak dari meningkatnya harga bahan pokok.

Kenaikan harga bahan pokok juga dialami oleh sekian banyak pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang. Harga bahan pokok yang naik terdiri dari, bawang, cabai, telur, hingga kacang-kacangan.
Baca Lainnya :
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
Seperti Ibu Zulhimah selaku pedagang cabai dan sayur mayur yang mengungkapkan kenaikan harga bawang dan cabai yang dijualnya.
"Bawang merah harga jualnya sudah 35 ribu per kilogramnya. Cabai rawit setan sudah 70 ribu per kilogramnya, kalau cabai keriting masih murah 25 ribu. Kalau sayur masih stabil," jelasnya.
Selain itu, diikuti pula dengan kenaikan harga ayam per ekornya. Sebelum memasuki Ramadan, harga awal ayam per ekornya ialah Rp. 35 ribu tetapi saat memasuki bulan Ramadan, harganya mencapai 40 ribu lebih untuk per ekornya.
Ditambah kenaikan harga telur per kilogramnya pun semakin tinggi. Sebelum meningkat, harga awalnya ialah Rp. 28 ribu per kilogramnya. Memasuki bulan Ramadan, harga telur naik Rp. 2 ribu menjadi Rp. 30 ribu per kilogramnya.
Terlebih lagi kenaikan harga juga terasa di toko kelontong. "Bahan yang naik itu terutama kacang, minyak. Kayak kacang tunggak, kacang tanah, kacang tanah kupas, pokoknya kacang-kacangan. Tapi bukan itu aja, semua ada yang naik, paling ada beberapa item yang masih stabil. Tapi 80 persen kebanyakan harga pada naik," ungkap Fadlan Iman selaku pedagang kelontong.
Fadlan Iman juga menambahkan nominal kenaikan harga pada dagangannya.
"Kalau ini naiknya melonjak, bahkan ada yang naik sampai 10 ribu kalau kacang. Kalau sarden kalengan, minuman serbuk palingan naik seribu sampai 2 ribu," tambahnya.

Kenaikan bahan pokok ketika memasuki bulan Ramadan memberikan dampak yang begitu besar untuk para pembeli. Dikarenakan lebih banyak pengeluaran di bulan Ramadan, terlebih lagi digunakan untuk membeli bahan pokok untuk sahur dan berbuka puasa.
"Berasa, kalau Ramadan kan pengeluaran lebih banyak, buat sahur dan buka puasa. Jadi double gitu lah istilahnya," tanggapan salah satu pembeli yang merasakan dampak kenaikan harga bahan pokok di Pasar Anyar. ** (Red)











.jpg)




