Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar

By Sigit 27 Jun 2026, 13:47:35 WIB Jawa Barat
Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UKM (DK2UKM) Majalengka yang baru dilantik, H. Solehudin


MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka mulai "gaspol" menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat langkah inovatif yang jarang disorot: optimalisasi retribusi Tenaga Kerja Asing (TKA). Strategi ini digadang menjadi mesin baru fiskal daerah di tengah derasnya arus investasi industri.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UKM (DK2UKM) Majalengka yang baru dilantik, H. Solehudin, langsung tancap gas dengan konsep creative financing untuk mendongkrak pendapatan tanpa membebani anggaran pemerintah secara penuh.

"Kami fokus pada inovasi layanan dan optimalisasi retribusi TKA, karena potensi investasinya sangat besar di Majalengka,":tegas Solehudin, Sabtu (27/6/2026).

Baca Lainnya :

Langkah ini bukan tanpa hasil. Sejak pertama kali diterapkan pada 2024, retribusi TKA terus menunjukkan tren melonjak tajam : 

2024: Rp 2,1 miliar (312 TKA)

2025: Rp 2,8 miliar (406 TKA)

2026 (hingga Juni): Rp 3,08 miliar (230 TKA)

Bahkan, dalam perubahan anggaran tahun ini, target ambisius dipatok hingga Rp 5,6 miliar, menjadikannya salah satu akselerasi PAD paling agresif di daerah.

Setiap tenaga kerja asing yang bekerja di Majalengka dikenakan retribusi sebesar 100 dolar AS per bulan, sesuai regulasi yang berlaku. Mayoritas TKA berasal dari China, Vietnam, dan Korea Selatan, yang mengisi posisi strategis di sektor industri manufaktur dan tekstil di kawasan Majalengka Utara.

Untuk memastikan potensi ini tidak bocor, DK2UKM memperkuat pengawasan bersama Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) dari Imigrasi Cirebon. Pendekatan ini dinilai krusial agar seluruh aktivitas TKA tercatat dan berkontribusi maksimal pada kas daerah.

"Pengawasan dan pembinaan terus kami lakukan bersama Timpora agar tertib administrasi dan optimal kontribusinya," tambah Solehudin.

Langkah progresif ini menjadi sinyal kuat bahwa Majalengka tak lagi bergantung pada sumber PAD konvensional. Dengan memanfaatkan arus investasi dan keberadaan tenaga kerja asing secara terukur, daerah ini bersiap melesat menuju kemandirian fiskal dan percepatan pembangunan.

Majalengka kini bukan hanya tujuan investasi, tetapi juga contoh bagaimana inovasi kebijakan bisa mengubah potensi menjadi kekuatan nyata bagi daerah. ** (Agit)




  • LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor

    🕔11:35:34, 27 Jun 2026
  • Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap

    🕔12:38:44, 27 Jun 2026
  • Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga

    🕔12:50:50, 27 Jun 2026
  • Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar

    🕔13:47:35, 27 Jun 2026
  • Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim

    🕔10:07:21, 25 Jun 2026