- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Petugas PPSU Bersihkan Monumen Pancasila Sakti
- Koramil 03/Serpong Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantu Warga Kademangan dan Setu.
- 66 Tahun Peringatan UUPA, Kementerian ATR/BPN Akselerasi Sejumlah Program Strategis di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang.
- Pemprov DKI Cairkan KAJ, KLJ, dan KPDJ untuk 216.993 Penerima, Justin PSI Minta Penyaluran Bansos Tepat Sasaran.
- Pilkades Kedungbanteng 2026-2034\"Dua Hati Satu Tujuan\" Tentukan Arah Pembangunan.
- Aksi Kemanusiaan HUT ke-7 Kogabwilhan II: Sinergi Tanpa Batas TNI, Polri, SAR, dan Mahasiswa di Balikpapan.
- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
.jpg)
Keterangan Gambar : rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9/2026).(Setneg).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan kualitas pelayanan BPJS Kesehatan agar masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik, cepat, dan optimal. Salah satu perhatian utama Presiden adalah memangkas waktu antrean pasien serta memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan yang setara di rumah sakit.
Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin seusai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Menkes Budi mengatakan, Presiden Prabowo secara khusus meminta agar kualitas pelayanan BPJS Kesehatan terus ditingkatkan, termasuk memperpendek waktu antrean dan memastikan pasien memperoleh penanganan yang baik.
Baca Lainnya :
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Petugas PPSU Bersihkan Monumen Pancasila Sakti
- 66 Tahun Peringatan UUPA, Kementerian ATR/BPN Akselerasi Sejumlah Program Strategis di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang.
- Pemprov DKI Cairkan KAJ, KLJ, dan KPDJ untuk 216.993 Penerima, Justin PSI Minta Penyaluran Bansos Tepat Sasaran.
- Pilkades Kedungbanteng 2026-2034\"Dua Hati Satu Tujuan\" Tentukan Arah Pembangunan.
“Harapan Bapak Presiden tadi di rapat adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan. Antriannya bisa lebih pendek lagi, kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik,” ujar Budi.
Selain peningkatan kualitas pelayanan, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kesetaraan layanan bagi seluruh pasien di rumah sakit. Pemerintah ingin memastikan tidak ada perbedaan perlakuan antara pasien peserta BPJS Kesehatan dan pasien umum.
Menurut Budi, seluruh rumah sakit harus memberikan pelayanan yang sama tanpa membedakan status kepesertaan pasien.
“Kemudian dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS,” katanya.
Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Pembiayaan BPJS
Dalam rapat terbatas tersebut, keberlanjutan pembiayaan BPJS Kesehatan juga menjadi salah satu pembahasan penting. Kepastian kondisi keuangan dinilai diperlukan agar program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat terus berjalan dengan baik, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan.
Budi menjelaskan, Kementerian Keuangan telah memberikan kejelasan mengenai keberlanjutan pembiayaan BPJS Kesehatan, dengan tetap memperhatikan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Teman-teman dari BPJS juga menanyakan, Pak kita butuh kepastian dari sisi keuangannya terjaga. Kebetulan di sini juga ada Pak Menkeu, Pak Menkeu juga sudah memberikan kejelasan bagaimana ke depannya BPJS ini selama pelayanannya baik, ke masyarakat baik dan masyarakat juga membutuhkan, keuangannya nanti akan dipastikan terjaga,” ungkap Budi.
Kepastian pembiayaan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlangsungan program BPJS Kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
BPJS Kesehatan Siapkan Perbaikan Sistem Pelayanan
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai tantangan dalam sistem kesehatan.
Sejumlah faktor yang menjadi perhatian antara lain inflasi medis, pertumbuhan penduduk, pergeseran pola penyakit, serta meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan oleh masyarakat.
BPJS Kesehatan juga akan melakukan sejumlah pembenahan, termasuk memperkuat pengawasan terhadap potensi kecurangan atau fraud dalam pelayanan kesehatan.
Selain itu, BPJS Kesehatan berencana mendorong perubahan pendekatan pelayanan dari berbasis volume menjadi berbasis nilai atau value based.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong pelayanan kesehatan yang lebih berorientasi pada kualitas dan kebutuhan pasien, bukan semata-mata pada jumlah tindakan medis yang diberikan.
“Ini kita akan tegakkan ke depan untuk bisa value based dan itu juga yang kita janjikan untuk memperbaiki kualitas layanan kepada peserta yang lebih sesuai dengan kebutuhan yang tepat sasaran,” kata Prihati.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah bersama BPJS Kesehatan berupaya meningkatkan mutu pelayanan, memperpendek antrean, serta memastikan peserta JKN memperoleh layanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.(AS/MP).

.jpg)







.jpg)
.jpg)




