- PRSI dan PT Angri Pangan Indonesia Maju Teken MoU Dukung Program Robotika untuk Negeri
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- Hingga Juni 2026 Polda Metro Berhasil Ungkap 3.809 Kasus dan Sita 17,45 Ton Narkotika
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Ribuan Relawan MBG Tasikmalaya Turun ke Jalan, Tegaskan Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis
- Jakarta Fair 2026 Hadirkan Berbagai Booth Laptop Best Seller, Keluaran Terbaru, Dapat Voucher Servis Rp550.000
- Bupati Serap Aspirasi dan Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat, Saat Safari Jumat Di Gunung Purei
- Apa Instruksi Bupati Saat Tinjau Jalan Km 30 Menuju Desa Jamut Teweh Timur
Habib Rizieq Dukung Program Koperasi Menkop Ferry: Lawan Oligarki dengan Ekonomi Umat

Keterangan Gambar : Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri acara Multaqo Pengajian Guru-Guru dan Ulama se-Jawa Barat di Pondok Pesantren Alam Agrikultural, Megamendung, Bogor, pada Kamis (7/5/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM, Bogor – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri acara Multaqo Pengajian Guru-Guru dan Ulama se-Jawa Barat di Pondok Pesantren Alam Agrikultural, Megamendung, Bogor, pada Kamis (7/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Menkop menekankan pentingnya penguatan ekonomi umat melalui koperasi berbasis pesantren.
Ferry Juliantono menyampaikan bahwa koperasi harus kembali menjadi “sokoguru” perekonomian nasional sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa. Menurutnya, dominasi korporasi besar dan sistem pasar selama beberapa dekade terakhir telah memicu ketimpangan ekonomi di masyarakat.
“Presiden ingin supaya koperasi itu kembali seperti dulu dicita-citakan oleh para pemimpin bangsa. Negara harus hadir mengatur sistem ekonomi agar ada keadilan, dan koperasi adalah instrumen utamanya,” ujar Ferry.
Baca Lainnya :
Ia juga mengingatkan bahwa sejarah koperasi di Indonesia memiliki akar kuat dari perjuangan tokoh-tokoh Islam seperti H.O.S. Cokroaminoto sejak tahun 1913. Nilai gotong royong dan kebersamaan dalam koperasi dinilai sangat sejalan dengan budaya pesantren.
Dalam forum yang turut dihadiri Habib Rizieq Syihab, para ulama, asatidz, dan tokoh masyarakat Jawa Barat itu, Ferry memaparkan percepatan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang ditargetkan hadir di 83 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Menurut Ferry, KDKMP akan menjalankan tiga fungsi utama, yakni menyalurkan kebutuhan pokok dan sarana produksi ke desa, menyerap hasil pertanian dan peternakan masyarakat, serta menjadi saluran distribusi bantuan pemerintah agar lebih tepat sasaran.
Secara khusus, Menkop mendorong penguatan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren). Ia mencontohkan keberhasilan Kopontren Sidogiri dan Sunan Drajat yang berkembang hingga memiliki pabrik, pusat grosir, dan sistem pembiayaan syariah.
Ferry yang juga menjabat Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengajak pesantren untuk masuk ke sektor riil dengan memproduksi kebutuhan sehari-hari seperti sabun, kecap, hingga saus yang nantinya dipasarkan melalui jaringan koperasi desa.
“Kita ingin membangun ekosistem bersama. Koperasi akan kita dampingi, kita bina, bahkan kita biayai melalui LPDB,” tegasnya.
Sementara itu, Habib Rizieq Syihab menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah menghidupkan kembali ekonomi kerakyatan berbasis koperasi. Ia menilai koperasi menjadi solusi efektif dalam menghadapi dominasi oligarki ekonomi.
Habib Rizieq juga menyinggung sejarah Nabi Muhammad SAW dalam membangun kemandirian ekonomi umat di Madinah melalui persatuan dan semangat berbagi antara kaum Muhajirin dan Ansar.
“Persaudaraan itulah yang menjadi basis usaha bersama, yang sekarang kita kenal sebagai koperasi,” ujar Habib Rizieq.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).









.jpg)







