- Kementerian UMKM: Holding Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok
- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
- Wali Kota Blitar ; Sekolah Rakyat Terpadu 2 Membuka Harapan Baru Pendidikan Layak dan Memadai
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Teken Kesepakatan KUA-PPAS 2027 Legislatif dan Eksekutif Dorong Percepatan pembangunan Kabupaten Blitar
Habib Rizieq Dukung Program Koperasi Menkop Ferry: Lawan Oligarki dengan Ekonomi Umat

Keterangan Gambar : Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri acara Multaqo Pengajian Guru-Guru dan Ulama se-Jawa Barat di Pondok Pesantren Alam Agrikultural, Megamendung, Bogor, pada Kamis (7/5/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM, Bogor – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri acara Multaqo Pengajian Guru-Guru dan Ulama se-Jawa Barat di Pondok Pesantren Alam Agrikultural, Megamendung, Bogor, pada Kamis (7/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Menkop menekankan pentingnya penguatan ekonomi umat melalui koperasi berbasis pesantren.
Ferry Juliantono menyampaikan bahwa koperasi harus kembali menjadi “sokoguru” perekonomian nasional sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa. Menurutnya, dominasi korporasi besar dan sistem pasar selama beberapa dekade terakhir telah memicu ketimpangan ekonomi di masyarakat.
“Presiden ingin supaya koperasi itu kembali seperti dulu dicita-citakan oleh para pemimpin bangsa. Negara harus hadir mengatur sistem ekonomi agar ada keadilan, dan koperasi adalah instrumen utamanya,” ujar Ferry.
Baca Lainnya :
Ia juga mengingatkan bahwa sejarah koperasi di Indonesia memiliki akar kuat dari perjuangan tokoh-tokoh Islam seperti H.O.S. Cokroaminoto sejak tahun 1913. Nilai gotong royong dan kebersamaan dalam koperasi dinilai sangat sejalan dengan budaya pesantren.
Dalam forum yang turut dihadiri Habib Rizieq Syihab, para ulama, asatidz, dan tokoh masyarakat Jawa Barat itu, Ferry memaparkan percepatan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang ditargetkan hadir di 83 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Menurut Ferry, KDKMP akan menjalankan tiga fungsi utama, yakni menyalurkan kebutuhan pokok dan sarana produksi ke desa, menyerap hasil pertanian dan peternakan masyarakat, serta menjadi saluran distribusi bantuan pemerintah agar lebih tepat sasaran.
Secara khusus, Menkop mendorong penguatan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren). Ia mencontohkan keberhasilan Kopontren Sidogiri dan Sunan Drajat yang berkembang hingga memiliki pabrik, pusat grosir, dan sistem pembiayaan syariah.
Ferry yang juga menjabat Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengajak pesantren untuk masuk ke sektor riil dengan memproduksi kebutuhan sehari-hari seperti sabun, kecap, hingga saus yang nantinya dipasarkan melalui jaringan koperasi desa.
“Kita ingin membangun ekosistem bersama. Koperasi akan kita dampingi, kita bina, bahkan kita biayai melalui LPDB,” tegasnya.
Sementara itu, Habib Rizieq Syihab menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah menghidupkan kembali ekonomi kerakyatan berbasis koperasi. Ia menilai koperasi menjadi solusi efektif dalam menghadapi dominasi oligarki ekonomi.
Habib Rizieq juga menyinggung sejarah Nabi Muhammad SAW dalam membangun kemandirian ekonomi umat di Madinah melalui persatuan dan semangat berbagi antara kaum Muhajirin dan Ansar.
“Persaudaraan itulah yang menjadi basis usaha bersama, yang sekarang kita kenal sebagai koperasi,” ujar Habib Rizieq.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).










.jpg)






