- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Petugas PPSU Bersihkan Monumen Pancasila Sakti
Forwat Kecam Keras Pemukulan Wartawan oleh Ajudan Kapolri di Semarang

MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Forum Wartawan Tangerang (Forwat) mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ajudan Kapolri, Ipda Endry Purwa Sefa kepada seoranag wartawan, Makna Zaezar yang tengah melakukan liputan arus balik di Semarang.
Insiden pemukulan wartawan tersebut menuai kecaman luas dari berbagai komunitas pers di tanah air.
Ketua Forwat Andi Lala dengan tegas mengecam keras akan insiden kekerasan yang menimpa jurnalis yang tengah melakukan liputan kegiatan arus balik mudik lebaran.
Baca Lainnya :
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Bazar Sembako Koperasi Merah Putih Kutajaya Diserbu Warga, Barang Dagangan Ludes Terjual
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Pasangan Suami Istri Resmi Maju Pilkades Kedungbanteng 2026-2031 \"Dua Hati Satu Tujuan\".
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
"Insiden tersebut jangan dibiarkan, jelas ini tindakan kekerasan dan merusak insitusi Polri. Harus di tindak, karena ini bisa terjadi juga kepada wartawan lain. Kami dengan tegas mengecam tindakan pemukulan itu," cetus Lala.
Kemudian, dirinya akan mengajak seluruh organisasi pers di Tangerang untuk melakukan aksi turun ke jalan atas insiden yang telah terjadi.
"Kami menghimbau untuk seluruh organisasi pers agar turun aksi sebagai bentuk solidaritas sesama profesi dan mengecam tindakan represif aparat yang menghalangi kerja jurnalistik." tegasnya.

Untuk diketahui, awal peristiwa pemukulan tersebut berlangsung saat Kapolri meninjau arus balik Lebaran 2025 di Stasiun Tawang, Kota Semarang, pada Sabtu (5/4) sore.
Saat Kapolri mendatangi salah satu penumpang yang duduk di kursi roda di dalam area stasiun. Sejumlah jurnalis dari berbagai media, termasuk pewarta foto dan tim humas dari sejumlah lembaga, tengah meliput dan mengambil gambar dari jarak yang wajar.
Namun tiba- tiba ajudan orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu melakukan aksi arogan dengan memukul kepala seorang jurnalis bahkan mengancam jurnalis lain dengan kalimat, 'Kalian pers, saya tempeleng satu-satu'.
Sejumlah jurnalis juga mengaku didorong dan diintimidasi, bahkan terdapat jurnalis yang sempat dicekik. ** (Red)




.jpg)











