- DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata
- Kapolda Metro Cek Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 serta Kesiapsiagaan Personel di Terminal Bus dan Stasiun KA
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
FKUB Kabupaten Serang adakan Dialog Tokoh Lintas Agama

MEGAPOLITANPOS.COM Serang -- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Serang mengadakan kegiatan Dialog Tokoh Lintas Agama yang berlangsung di Aula TB. Suwandi, Jum'at (23/05/2025).
Hadir pada acara tersebut Kepala Kementrian Agama Kabupaten Serang Uweul Qurni. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Serang Epi Priatna memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Dialog Tokoh Lintas Agama dengan tema Peran Tokoh Agama dalam menjaga keutuhan NKRI di Kabupaten Serang.
Epi mengapresiasi kegiatan ini dan berterima kasih kepada FKUB yang telah memprakarsai kegiatan ini. Dia juga mengungkapkan, masyarakat Kabupaten Serang termasuk masyarakat heterogen yang beragam dalam memeluk agama. Oleh karena itu, diperlukan sikap untuk saling mendengarkan, saling menghormati dan saling menghargai atas perbedaan serta terciptanya kedamaian. Ia mengajak seluruh umat beragama, khususnya Kabupaten Serang untuk selalu menjaga kerukunan antar umat agama agar tercipta situasi yang kondusif.
Baca Lainnya :
- DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
“serang adalah wilayah yang heterogen dalam umat beragamanya, semua agama ada. Oleh karena itu, dalam rangka untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian, maka diperlukan adanya kerukunan antar sesama umat beragama,” ungkapnya.
Ia berpesan kepada masyarakat Kabupaten serang, selagi adanya perbedaan dalam memeluk agama dan mempunyai keyakinan masing-masing agar berpegang teguh untuk bersikap menghormati perbedaan, menghargai perbedaan, dan bekerjasama guna membangun Bangsa Indonesia menjadi lebih maju demi terciptanya kerukunan masyarakat.
Odih Hasan Ketua Pelaksana kegiatan mengungkapkan bahwa Kegiatan dialog ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama, membangun saling pengertian, serta memperkuat komitmen kita bersama dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat yang majemuk.
Melalui dialog yang terbuka dan konstruktif ini, kita berharap dapat menemukan titik temu dalam perbedaan, serta menghindari potensi konflik yang bersumber dari kesalahpahaman antarumat beragama.
Hadir menjadi narasumber kegiatan tersebut, Roko Osner Purba dari Umat Katolik, Pendeta Junit Sihombing dari Umat Protestan , Ketua FKUN Hamdan Suhaimi.

“Kita mempunyai keyakinan kita masing-masing yang tidak sama, mari kita ciptakan kerukunan. Kita saling menghargai dan menghormati, saling bekerjasama dalam rangka membangun negeri ini. Sehingga kita dapat membangun bangsa ini menjadi bangsa yang maju, karena adanya kerukunan,” ungkap KH. Hamdan Suhaimi.
Dialog kerukunan umat beragama ini bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi dan persatuan antar umat beragama di Kota Manado.
Hamdan mengungkapkan, atas nama FKUB Kabupaten Serang berterima kasih atas dukungan Kementerian Agama sehingga acara ini bisa terselenggara. Ia menambahkan, kegiatan ini dapat menjadi konsolidasi sosial antar umat beragama. ** (Jhn)

















