- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
Film Indonesia Women From Rote Island Diharapkan Terus Melaju Nominasi Oscar 2025

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Lembaga Sensor Film (LSF) menyatakan bangga dan mengapresiasi film 'Women From Rote Island' yang masuk dalam nominasi Piala Oscar 2025 dan tengah berkompetisi untuk menang.
"Kita memberikan apresiasi dan mendukung penuh terhadap film ini (Women From Rote Island), agar film-film nasional kita semakin berbicara banyak di dunia internasional. Dan kita berharap film ini terus melaju ke tahapan nominasi Oscar 2025 (Go Oscar 2025)," kata Ketua LSF Naswardi dalam sambutannya pada acara Nonton Bareng Film Indonesia ‘Women From Rote Island' bersama LSF, di Cinepolis Cinema, Senayan Park, Jakarta, Rabu (4/12/2024).
Lanjut Naswardi mengungkapkan, film tersebut memiliki tema yang sangat kuat sehingga dari komite film nasional Indonesia (FNI) dan LSF mendorong agar film 'Women From Rote Island' dapat melaju dan melangkah dalam proses nominasi Oscar 2025.
Baca Lainnya :
- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
"Tema dari film ini sangat memiliki kaitan yang signifikan dengan tugas-tugas kita dalam pemajuan film nasional terutama yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan," ujarnya.
Seperti diketahui, LSF menggelar acara nobar untuk mempromosikan serta mengkampanyekan film 'Women From Rote Island', agar mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia.
"Ini hari kedua kita (sebelumnya nobar di FX Sudirman Jakarta) memberikan apresiasi dan mendukung penuh terhadap film ini. Harapannya adalah film ini (Women From Rote Island) mendapatkan dukungan dari semua pemangku kepentingan dari semua stakeholder agar apresiasi terhadap film ini semakin meninggi semakin meningkat sehingga tahapan untuk menuju Oskar nominasi terus melaju dengan dukungan dari semua pihak," imbuhnya.
Sebagai informasi, film ‘Women From Rote Island’ mengisahkan kejadian nyata kehidupan seorang perempuan di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban kekerasan.
Film Women From Rote Island merupakan hasil garapan dari sutradara Jeremias Nyangoen yang sebelumnya dikenal sebagai penulis film Rumah Merah Putih dan Sang Dewi.
Jeremias Nyangoen menuturkan, tujuan utama dari perjalanan filmnya menuju nominasi pada ajang Piala Oscar 2025 bukanlah semata untuk memenangkan nominasi.
Menurutnya, memahami dan mempelajari mekanisme kompetisi di ajang penghargaan film paling bergengsi itu juga penting.
"Kami tidak ingin muluk-muluk, kita harus tahu rulesnya oscar seperti apa. Justru kita harus ber’campaign’ dengan publisher di luar, sehingga kita bisa tahu aturan itu yang lebih penting," beber Bang Jerry, sapaan akrab Jeremias Nyangoen, seperti dikutip suarakarya.(*/Anton)




.jpg)












