- Sidak Lampu Hias Kota Muara Teweh, Bupati Pastikan Suasana Ramadhan dan Jelang Lebaran Semarak
- Hangatkan Kebersamaan Ramadhan, Bupati Barito Utara Buka Puasa Bersama PAKUWOJO
- Dari Majalengka untuk Indonesia: Program Gentengisasi Rumah Rakyat Era Presiden Prabowo Dimulai
- Muscab X Pramuka Barito Utara Digelar, Bupati Tekankan Pembinaan Karakter Generasi Muda
- Operasi Ketupat Jaya 2026 Siagakan 6.802 Personel Gabungan
- Milad Ke-4 AKSARA Jadi Ajang Silaturahmi Warga dan Tokoh Masyarakat di Bekasi
- Ancaman Dunia Maya Mengintai Anak, Diskominfo Majalengka Dukung PP Tunas
- DPR Soroti Risiko Fiskal 2026, Program Makan Bergizi Gratis Bisa Disesuaikan
- Majalengka Gaungkan Gerakan Sedekah Anak, Bupati Eman Suherman Tekankan Nilai Kepedulian Sosial
- Berbagi di Ramadan, PRI Santuni 1.000 Anak Yatim dan Dhuafa serta Bagikan 20 Ribu Paket Bantuan
Film Indonesia Women From Rote Island Diharapkan Terus Melaju Nominasi Oscar 2025

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Lembaga Sensor Film (LSF) menyatakan bangga dan mengapresiasi film 'Women From Rote Island' yang masuk dalam nominasi Piala Oscar 2025 dan tengah berkompetisi untuk menang.
"Kita memberikan apresiasi dan mendukung penuh terhadap film ini (Women From Rote Island), agar film-film nasional kita semakin berbicara banyak di dunia internasional. Dan kita berharap film ini terus melaju ke tahapan nominasi Oscar 2025 (Go Oscar 2025)," kata Ketua LSF Naswardi dalam sambutannya pada acara Nonton Bareng Film Indonesia ‘Women From Rote Island' bersama LSF, di Cinepolis Cinema, Senayan Park, Jakarta, Rabu (4/12/2024).
Lanjut Naswardi mengungkapkan, film tersebut memiliki tema yang sangat kuat sehingga dari komite film nasional Indonesia (FNI) dan LSF mendorong agar film 'Women From Rote Island' dapat melaju dan melangkah dalam proses nominasi Oscar 2025.
Baca Lainnya :
- Sidak Lampu Hias Kota Muara Teweh, Bupati Pastikan Suasana Ramadhan dan Jelang Lebaran Semarak
- Hangatkan Kebersamaan Ramadhan, Bupati Barito Utara Buka Puasa Bersama PAKUWOJO
- Dari Majalengka untuk Indonesia: Program Gentengisasi Rumah Rakyat Era Presiden Prabowo Dimulai
- Muscab X Pramuka Barito Utara Digelar, Bupati Tekankan Pembinaan Karakter Generasi Muda
- Operasi Ketupat Jaya 2026 Siagakan 6.802 Personel Gabungan
"Tema dari film ini sangat memiliki kaitan yang signifikan dengan tugas-tugas kita dalam pemajuan film nasional terutama yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan," ujarnya.
Seperti diketahui, LSF menggelar acara nobar untuk mempromosikan serta mengkampanyekan film 'Women From Rote Island', agar mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia.
"Ini hari kedua kita (sebelumnya nobar di FX Sudirman Jakarta) memberikan apresiasi dan mendukung penuh terhadap film ini. Harapannya adalah film ini (Women From Rote Island) mendapatkan dukungan dari semua pemangku kepentingan dari semua stakeholder agar apresiasi terhadap film ini semakin meninggi semakin meningkat sehingga tahapan untuk menuju Oskar nominasi terus melaju dengan dukungan dari semua pihak," imbuhnya.
Sebagai informasi, film ‘Women From Rote Island’ mengisahkan kejadian nyata kehidupan seorang perempuan di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban kekerasan.
Film Women From Rote Island merupakan hasil garapan dari sutradara Jeremias Nyangoen yang sebelumnya dikenal sebagai penulis film Rumah Merah Putih dan Sang Dewi.
Jeremias Nyangoen menuturkan, tujuan utama dari perjalanan filmnya menuju nominasi pada ajang Piala Oscar 2025 bukanlah semata untuk memenangkan nominasi.
Menurutnya, memahami dan mempelajari mekanisme kompetisi di ajang penghargaan film paling bergengsi itu juga penting.
"Kami tidak ingin muluk-muluk, kita harus tahu rulesnya oscar seperti apa. Justru kita harus ber’campaign’ dengan publisher di luar, sehingga kita bisa tahu aturan itu yang lebih penting," beber Bang Jerry, sapaan akrab Jeremias Nyangoen, seperti dikutip suarakarya.(*/Anton)















