Breaking News
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
Dukungan Rakyat Kepada Anies Baswedan Makin Meluas, Bikin Yang Lain Jiper
Hal ini diungkapkan oleh Agung Nugroho, ketua nasional Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia

Keterangan Gambar : KETUA NASIONAL REKAN INDONESIA
MEGAPOLITANPOS.COM: Nama Anies Baswedan makin moncer di elektabilitas nasional, apalagi gelombang arus bawah yang selama ini tidak tampak kini mulai menujukan riaknya di segala penjuru untuk menyatakan dukungan kepada Anies Baswedan.
Selain
itu dukungan internasional makin hari juga makin ikut meluas, lewat
kapasitas kepemimpinan Anies yang dinilai oleh dunia internasional
berhasil merubah Jakarta dalam waktu 5 tahun ke arah yang lebih modern,
tertata, nyaman, inklusif, dan kuatnya perlindungan terhadap warganya,
terbukti berbagai penghargaan Internasional dihujamkan kepada Anies
Baswedan sang gubernur DKI Jakarta.
Menguatnya
dukungan nasional dan internasional kepada Anies Baswedan membuat
beberapa kalangan ketar ketir menghadapi situasi yang hari demi hari
semakin melambungkan Anies Baswedan.
Hal
ini diungkapkan oleh Agung Nugroho, ketua nasional Relawan Kesehatan
(Rekan) Indonesia dalam siaran persnya kepada media hari ini (16/8) di
Jakarta.
Agung
mengatakan, bukti adanya pihak yang ketar ketir adalah berkembangnya
opini yang menyatakan seakan-akan Anies Baswedan akan maju sebagai
cawapres di 2024 karena janji dengan Prabowo yang tidak akan maju capres
kalau Prabowo maju capres juga, adalah opini yang mengada-ada.
Pasalnya,
kata Agung. Janji Anies Baswedan itu diutarakan dalam konteks pemilu
2019, dimana Anies Baswedan didorong banyak pihak untuk maju sebagai
capres. Dan Anies Baswedan saat itu menolak karena janji tidak akan maju
capres selama Prabowo maju capres di 2019.
"Para
relawan Anies Baswedan sudah lama memprediksi bahwa opini soal janji
Anies tidak akan maju jika Prabowo maju Capres akan dimainkan untuk
menurunkan popularitas Anies Baswedan." ungkap Agung.
Menurut
Agung, janji tersebut dalam konteks pemilu 2019 bukan pada pemilu 2024,
karena untuk pemilu 2024 gelombang arus bawah menghendaki Anies
Baswedan maju menjadi presiden meski tidak didukung oleh Gerindra yang
mencalonkan Prabowo.
Gelombang
arus bawah ini banyak diorganisir oleh relawan pendukung Anies Baswedan
yang saat ini semakin besar dan meluas di seluruh wilayah Indonesia,
sehingga membuat ketar ketir para pendukung calon rival Anies Baswedan
di pemilu 2024 nanti.
"Ditengah
kondisi ketar ketir tersebut, maka ada upaya untuk memoderasi dan
mendemoralisasi gerakan arus bawah yang mendukung Anies Baswedan" ujar
Agung.
Agung
menjelaskan, bahwa kondisi relawan pendukung Anies Baswedan saat ini
sedang memperkuat konsolidasi dan perluasan jaringannya masing-masing di
seluruh Indonesia sampai ke RT/RW.
"Kita
bisa lihat jarang relawan Anies Baswedan merespon segala bentuk
serangan kepada Anies, karena memang pesan Anies Baswedan kepada relawan
pendukungnya untuk tidak terjebak masuk ke dalam perseteruan yang ada
dan lebih memfokuskan konsolidasi" jelas Agung.
Agung menambahkan, konsolidasi tersebut akan terus dilakukan sampai partai pengusung menyatakan mencalonkan Anies Baswedan.
"Soal
parpol insya Allah sudah fixed mengusung Anies Baswedan sebagai capres
2024, bahkan untuk wakilnya sudah mulai dibahas. Yang saya tahu wakilnya
adalah anak tokoh nasional yang memiliki trah keturunan yang kuat dari
tokoh nasional tersebut" ungkap Agung.

















