- Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan
- DPRD Kota Bogor Tinjau Trase Baru Batutulis, Progres Pembangunan Capai 84 Persen
- 179 Sekolah Masuk Revitalisasi, Bupati Majalengka Bidik Pemerataan Pendidikan
- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- Kompetitif di 4 Putaran Awal, Tim HRI Target Raih Gelar Juara Nasional Akhir Pekan Ini di Mandalika
- Jaga Stabilitas Keamanan, Babinsa Koramil Ciledug Dan Pondok Aren Patroli Malam Bersama Komduk.
- Mediasi Dugaan Limbah Greenfields Memanas, kenapa Pejabat Masih Baru Akan Turun ke Lokasi.
- Pemkab Barut Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal dan Cegah Stunting Lewat Lomba Cipta Menu B2SA
- Ketua TP-PKK Barito Utara Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting melalui Pangan B2SA
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
Dorong Peningkatan Ekspor ke Pasar Global, Mendag Melepas Ekspor Kopi Indonesia ke Amerika Serikat
.jpg)
Keterangan Gambar : Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melakukan pelepasan ekspor kopi green bean produksi PT Ujang Jaya International sebanyak 10 kontainer di Deli Serdang, Sumatra Utara pada Senin, (1/7/2024).
MEGAPOLITANPOS.COM, Deli Serdang– Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan melakukan pelepasan ekspor kopi green bean produksi PT Ujang Jaya International sebanyak 10 kontainer senilai USD 1,48 juta dengan tujuan Amerika Serikat (AS). Acara pelepasan ekspor ini berlangsung di Deli Serdang, Sumatra Utara, pada Senin (1/7/2024). Pemerintah terus mendorong ekspor untuk memperkuat surplus perdagangan.
"Saya bersyukur pagi ini kita bersama-sama melepas ekspor produk kopi oleh PT Ujang Jaya Internasional sebanyak 10 kontainer ke AS dengan nilai USD1,48 juta. Ini luar biasa. Kami terus menggalakkan ekspor karena ini merupakan momentum surplus neraca dagang 49 bulan berturut-turut," ujar Mendag Zulkifli Hasan.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Produk Indonesia Kian Diminati di Arab Saudi, Kemendag Perkuat Promosi dan Penjajakan Bisnis
- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
Zulkifli Hasan menekankan bahwa Kemendag terus bekerja keras membuka akses pasar produk Indonesia dengan mempercepat penyelesaian perjanjian dagang dengan negara mitra, salah satunya Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
"Kita sedang bekerja keras untuk menyelesaikan perjanjian CEPA dengan Uni Eropa. Jika perjanjian ini selesai, kita berharap tidak ada lagi masalah dalam ekspor lada, kopi, dan terutama CPO ke Uni Eropa. Perjanjian ini hampir selesai dan diharapkan akan rampung sebelum Oktober," tambahnya.
Zulkifli Hasan juga mengapresiasi PT Ujang Jaya International yang terus mendorong peningkatan ekspor produk kopi Indonesia ke pasar global, meski dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Penghargaan juga diberikan kepada seluruh pihak yang mendukung peningkatan ekspor ini.
"Penghargaan yang tinggi kepada PT Ujang Jaya International yang bergerak di bidang ekspor kopi, bahkan mengurus para petani dengan membuat koperasi. Kita doakan dan dukung, apa yang diperlukan dari pemerintah akan difasilitasi karena kita akan menghadapi persaingan dengan negara lain. Kata kunci untuk menjadi negara maju adalah kerja sama. Dengan kerja sama, ekspor kita bisa naik dan perbankan membantu pengembangan kredit untuk memajukan perekonomian sehingga pedagang dan petani berkembang," jelas Zulkifli Hasan.
Dalam lima tahun terakhir (2019-2023), tren ekspor kopi Indonesia menunjukkan peningkatan sebesar 4,46 persen. AS menempati urutan pertama sebagai negara tujuan ekspor produk kopi asal Indonesia dengan nilai mencapai USD215,96 juta, setara dengan 23,24 persen pangsa ekspor.
"Pesaing utama ekspor kopi ke AS adalah negara-negara Amerika Latin, salah satunya Kolombia. Kolombia memiliki merek sendiri yang dikelola koperasi dan didukung pemerintahnya. Untuk itu, kualitas kopi Indonesia harus ditingkatkan, termasuk dalam hal pengemasan dan pengeringan. Saya mendukung penuh koperasi dan resi gudang karena kunci sukses adalah kerja sama," jelas Mendag Zulkifli Hasan.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)









.jpg)




