- Dewan Hasrat Minta Program Antinarkoba Berbasis Pemetaan, Anggaran Harus Terukur hingga Hasilnya
- Hasrat PAN Usulkan Lomba Cerita Pendek Bahaya Narkoba, Edukasi Generasi Muda Lewat Media Sosial
- Hasrat Minta SOP Perlindungan Relawan Antinarkoba, Masyarakat Pelapor Jangan Dibiarkan Takut
- Hasrat PAN Dukung Perda P4GN dan Anggaran Antinarkoba, Selamatkan Generasi Muda Barito Utara
- Peredaran Narkoba Jadi Keprihatinan, Ardianto Soroti Dugaan Jaringan Narkoba hingga Wilayah Desa
- Ardianto Minta Bupati Perkuat Peran Kades dalam Pencegahan Narkoba
- Perkuat Sinergi Pertahanan Serumpun, Pangkogabwilhan II Sambut Kunjungan PP Tentara Malaysia di Mako Kogabwilhan II
- Perkokoh Soliditas TNI, Pangkogabwilhan II Sambut Kunjungan Kerja Danrem 091/ASN.
- Pangkogabwilhan II Terima Kunjungan Kootban Wilayah VII, Perkuat Sinergitas dan Koordinasi Pertahanan.
- Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa Semen.
H Ateng Sutisna : WFH Bukan Solusi Instan, Distribusi LPG Harus Dibenahi

Keterangan Gambar : Anggota Komisi XII DPR RI, H Ateng Sutisna. (dok. instagram)
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna, melontarkan dua sorotan tajam terkait persoalan energi nasional. Wacana penerapan work from home (WFH) untuk menekan konsumsi BBM, serta berulangnya kelangkaan LPG 3 kilogram saat momentum Lebaran.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun pribadi media sosialnya, dikutip pada Sabtu, (28/03/2025).
Dalam unggahannya, Ateng menilai wacana WFH satu hari dalam sepekan sebagai langkah yang perlu dikaji secara mendalam, bukan sekadar solusi instan. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut harus berbasis perhitungan matang agar benar-benar berdampak signifikan terhadap penurunan konsumsi bahan bakar minyak.
Baca Lainnya :
- Nurhadi Anggota DPR RI : Perlancar Layanyan Kesehatan Serahkan Mobil Ambulan Untuk Pemdes Bacem.
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
- Kapolres Majalengka Bongkar Dua Kasus Pengeroyokan, Ini Kronologinya
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
"WFH bisa menjadi opsi, tapi harus dievaluasi secara komprehensif. Jangan sampai hanya jadi kebijakan simbolik tanpa dampak nyata terhadap penghematan energi," tegasnya.
Selain itu, Ateng juga menyoroti persoalan klasik yang kembali terulang setiap tahun, yakni kelangkaan LPG 3 kg terutama saat periode Lebaran. Ia menilai distribusi yang belum optimal menjadi akar persoalan yang harus segera dibenahi oleh pemerintah.
"Kelangkaan LPG 3 kg saat Lebaran ini bukan hal baru. Artinya ada yang tidak beres dalam sistem distribusi. Ini harus jadi perhatian serius," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai pasok energi bersubsidi, mulai dari distribusi hingga pengawasan di lapangan. Ia juga mendorong adanya transparansi dan akurasi data penerima subsidi agar penyaluran lebih tepat sasaran.
Sorotan ini muncul di tengah meningkatnya konsumsi energi nasional pasca-mudik Lebaran, di mana mobilitas masyarakat melonjak signifikan dan berdampak langsung pada kebutuhan BBM serta LPG.
Pengamat menilai, kombinasi antara kebijakan efisiensi seperti WFH dan pembenahan distribusi energi bisa menjadi kunci untuk meredam tekanan konsumsi nasional. Namun, tanpa eksekusi yang tepat, kedua isu ini berpotensi terus menjadi masalah berulang setiap tahun.
Pemerintah kini didorong untuk tidak hanya merespons secara jangka pendek, tetapi juga menyiapkan strategi jangka panjang guna menjaga stabilitas energi nasional di tengah dinamika global dan lonjakan kebutuhan domestik. ** (Agit)




.jpg)





.jpg)





