- Kwarcab Pramuka Majalengka Libatkan 808 Peserta dalam JOTA-JOTI 2026
- Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital.
- Patroli Bersama Pwrsonil Kodim dan Komduk Jaga Stabilitas Kamtibmas.
- Gelaran Soekarno Run 2026 Wariskan Semangat Juang Putra Sang Fajar.
- Soroti Nasib Warga Lahei, Waket II DPRD Barito Utara Siap Cek Langsung Jalan Hauling
- Koramil 03/Legok Gelar Karya Bakti Gerakan Nasional Indonesia Asri di Desa Palasari
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Laksanakan Pembongkaran RTLH Milik Ibu Sukesti.
- Perkuat Sinergitas Wilayah, Pangkogabwilhan II Terima Kunjungan Dankodaeral XIII dan Danlanal Balikpapan
- Tak Kenal Lelah, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Cor Jalan hingga Malam Hari.
- MHX Jakarta 2026 Hadirkan 21 Rumah Sakit Malaysia, Tawarkan Konsultasi Kesehatan Gratis
Dirut Perum Bulog Buwas Pastikan Impor 2 Juta Ton Beras Tahun Ini Sudah Selesai

Keterangan Gambar : Poto Istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas menyebut impor 2 juta ton beras untuk tahun ini sudah selesai. Indonesia sendiri mengimpor 2 juta ton beras untuk tahun ini. Namun, hingga akhir Agustus impor tersebut baru terpenuhi 1,6 juta ton.
Buwas mengatakan sisa 400 ribu ton beras impor saat ini sudah terpenuhi. Namun, kedatangannya ke Tanah Air akan bertahap.
Artinya sudah selesai. Kalau sudah selesai kan berdatangannya ada yang baru packing, ada yang sudah di perjalanan. Kan enggak mungkin beras kami beli bentuknya karungan gini," jelasnya seperti dikutip CNN di Gudang Bulog, Jakarta Utara, Senin (11/9).
Baca Lainnya :
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Pimpin HUT ke-81 TNI, Prabowo Ingatkan Prajurit Selalu Hadir untuk Rakyat
- Komisi II DPRD Kota Blitar Panggil Suplayer dan Toko Mitra KKMP Atas Temuan Beras Apeg di Masyarakat.
- PT Jaya Putra Kundur Minta Perlindungan Hukum kepada Presiden, Persoalkan Pembatalan Lahan di Batam
- Sebanyak 19 Ribu keluarga Miskin PBP Kota Blitar Menerima Bantuan
Dalam kesempatan terpisah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan stok beras RI aman dengan masuknya impor beras tersebut. Dengan begitu, pemerintah pun optimis bisa menjaga stabilitas harga di pasaran.
Biasanya stok kita itu hanya 1,2 (juta ton). Normal 1,2 juta (ton). Ini kita memiliki 2 juta (ton) sehingga kita tidak usah khawatir," ujar Jokowi saat meninjau Gudang Bulog Dramaga, Bogor, Jawa Barat.
Presiden menerangkan seluruh negara sedang mengalami kekeringan el nino, termasuk Indonesia. Setidaknya ada 7 provinsi yang diperkirakan menghadapi kekeringan di Indonesia.
Oleh sebab itu, saya datang ke gudang-gudang Bulog di sini, nanti di Jakarta, mungkin nanti di daerah untuk memastikan bahwa stoknya itu ada," ujarnya.
Meski disebut aman, Jokowi pun tetap membuka kemungkinan Indonesia kembali mengimpor beras. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi penurunan produksi beras dalam negeri buntut el nino.
Harus, harus untuk menjaga agar tidak terjadi kenaikan karena memang produksi pasti turun karena el nino meskipun juga saya lihat angkanya juga tidak banyak," ucapnya.
Selain itu, per 1 September lalu, Jokowi juga sudah memerintahkan untuk mempercepat penyaluran bantuan pangan ke masyarakat. Dengan demikian, masyarakat bisa terhindar dari kenaikan harga beras dan pemerintah bisa meredam inflasi.
"Setiap bulan kira-kira 210 ribu ton dikeluarkan oleh Bulog untuk bantuan pangan itu dan ini sudah dimulai terus September, Oktober, November," ujarnya
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi sebelumnya mengatakan bansos beras diberikan untuk 21,35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total anggaran Rp8 triliun.
Setiap KPM masing-masing akan mendapatkan 10 kg beras per bulan atau 30 kg beras selama tiga bulan.(AS)

.jpg)







.jpg)






