- Sambut Tahun Baru Saka 1948, Umat Hindu Tempek Kelapadua Depok Gelar Persembahyangan
- Puspom TNI Merilis 4 Identitas Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
- Penghujung Ramadhan, Forwat Gelar Sarasehan Bukber dan Sodaqoh
- Dinas PUPR Pastikan Tak Ada Jalan Berlubang Jelang Lebaran 1447 Hijriah
- Babinsa bersama Komduk gelar Patroli Siskamling Jelang Idul Fitri
- Dipenghujung Ramadhan 1447 H, Pemkab Barut Pererat Silaturahmi Bersama Masyarakat, Dalam Nuansa Ramah Tamah Dan Buka Puasa Bersama
- Ribuan Warga Terima Bantuan, Pemkab Barito Utara Salurkan Kartu Huma Betang
- Musrenbang RKPD 2027 di Palangka Raya, Shalahuddin Gaspol Perjuangkan Program Prioritas Barito Utara
- Dewan Adat BAMUS Betawi Gaungkan Persatuan Bangsa Lewat Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan
- Wujud Solidaritas, Ratusan Paket Lebaran Dibagikan untuk Wartawan dan Masyarakat Prasejahtera
Bagas Wigasto : Desa Rejowinangun Gercep Bangun Fasilitas Koperasi Desa Merah Putih

Keterangan Gambar : Desa Rejowinangun Gercep Bangun Fasilitas Koperasi Desa Merah Putih
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Dalam rangka mendukung peningkatan pelayanan usaha mikro di pedesaan, Pemerintah Desa Rejowinangun Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar telah menindaklanjuti instruksi Presiden tentang Koperasi Merah Putih ( KMP-Desa/Kelurahan ), Pemdes setempat mengawali Musyawarah Desa (Musdes) untuk membahas dan menetapkan rencana percepatan pembangunan fisik Gerai, Pergudangan, dan Perlengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hal ini dikemukakan Kades Rejowinangun Bagas Wigasto Jum'at ( 19/12/25) kepada media ini di ruang kerjanya.
Dalam kesepakatan pemerintahan setempat menentukan lahan tanah kas desa Rejowinangun seluas 1.ll200 meter persegi bukan tanah area persawahan, sehingga sangat tidak mengganggu lahan pertanian." itu semua sudah konsensus dalam musyawarah antar lembaga, sangat mendukung dan bersepakat membangun gerai Koperasi Merah Putih Desa Rejowinangun,"ungkap Bagas.
Kegiatan ini dihadiri oleh Muspika Kecamatan Kademangan, pendamping desa, BPD, musyawarah juga mencakup jajaran RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh lingkungan yang turut memberikan pandangan dalam proses perencanaan pembangunan koperasi tersebut.
Baca Lainnya :
- Dinas PUPR Pastikan Tak Ada Jalan Berlubang Jelang Lebaran 1447 Hijriah
- KNPI Majalengka Konsolidasi Besar, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Wakil Ketua DPC Gerindra: Peran Media Diakui Jembatan Komunikasi Kemasyarakatan Handal.
- IR H Ateng Sutisna Tegaskan Peran Strategis Jurnalis, Jadi Penyambung Lidah Rakyat
- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
Kepala Desa Rejowinangun juga menegaskan bahwa Musdes ini menjadi langkah awal untuk mempercepat realisasi pembangunan fisik yang akan menopang operasional Koperasi Merah Putih. Ia menjelaskan bahwa pemerintah desa akan melengkapi seluruh kebutuhan administrasi pendukung lainnya lokasi dan perizinan pembangunan rampung.
“Setelah musyawarah ini, kami dari pemerintah desa saat ini sudah mengawali pembangunan masih dalam tahap membuat pondasi, dan Insyaalah secara keseluruhan awal tahun 2026 nanti pembangunan rampung dan segera beroperasi Koperasi Merah Putih Desa Rejowinangun,"paparnya.
Menurutnya, Koperasi Merah Putih dirancang untuk menaungi berbagai jenis usaha yang dapat mendorong kemajuan ekonomi masyarakat Desa Sumber. Karena banyaknya unit usaha yang akan dijalankan, pembangunan fasilitas pendukung harus segera direalisasikan agar koperasi dapat beroperasi secara optimal.
“Melihat banyaknya jenis usaha yang akan dijalankan, pembangunan fasilitas menjadi prioritas agar koperasi dapat segera bergerak,” jelasnya.
Orang nomor satu di Pemerintahan desa Rejowinangun lebih jauh juga sangat berharap bahwa pembangunan fasilitas koperasi ini ada dukungan pemerintah pusat utamanya, dan tidak bergantung pada Dana Desa semata. Pemerintah desa berharap adanya dukungan hibah dari pemerintah pusat sehingga anggaran desa tetap dapat difokuskan pada program prioritas lainnya di desa.
“Harapan kami, anggaran pembangunan fasilitas koperasi ini tidak menggunakan Dana Desa, tetapi melalui hibah dari negara,”imbuh Bagas.
Momentum penting bagi Desa Rejowinangun guna lebih memperkuat sektor ekonomi melalui pembentukan koperasi yang lebih modern dan terstruktur." Kami Pemerintahan desa Rejowinangun totalitas mensuport program Presiden Prabowo adanya Koperasi Merah Putih,agar pelaku usaha ekonomi mikro lebih berkembang dan lebih sejahtera,"tutup Bagas (za/mp)
















