- Wamendesa Dorong Produk Unggulan Desa Tembus Pasar Internasional.
- Sachrudin-Baznas, Perkuat Peran Masjid Melalui TBMM.
- Kementerian UMKM Salurkan Bantuan Alat Produksi untuk Pulihkan Usaha Pascabencana di Aceh
- Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026
- Bupati Hasbi Sambut Menhan Sjafrie di Lebak, Yonif TP 840 Diminta Dukung Pembangunan Daerah.
- Hadapi Cuaca Ekstrem, Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026 polres Blitar Apel Siaga Bencana.
- 30 Tahun ke Depan, Sachrudin Siapkan Arah Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.
- Menjaga Keamanan, Babinsa Dan Komduk Senergi Patroli Malam.
- Polisi Hentikan Penyelidikan Dugaan Pelanggaran Perjanjian Pengalihan Merek, SIAL Food & Drinks Indonesia Sambut Baik
- Dewan Hasrat Minta Program Antinarkoba Berbasis Pemetaan, Anggaran Harus Terukur hingga Hasilnya
DPR RI Bongkar Fakta Gudang Bulog Penuh, Beras Aman hingga 2027

Keterangan Gambar : Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Jefry Romdonny
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Lonjakan stok beras nasional kini membuat sejumlah gudang Bulog di Jawa Barat nyaris tak mampu lagi menampung cadangan pangan pemerintah.
Fakta mengejutkan itu ditemukan langsung Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Jefry Romdonny saat melakukan inspeksi ke gudang Bulog di Majalengka, Sumedang, dan Subang.
Dalam rangkaian kunjungan Masa Reses IV tersebut, Jefry menyebut kondisi stok beras nasional bukan sekadar aman, tetapi melimpah hingga diproyeksikan cukup sampai tahun 2027.
Baca Lainnya :
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
- Kapolres Majalengka Bongkar Dua Kasus Pengeroyokan, Ini Kronologinya
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- Lima Hari Kades Sangkanhurip Sulit Ditemui, Warga Pertanyakan Pelayanan Desa
Gudang Bulog Kasokandel Majalengka menjadi sorotan utama. Gudang yang hanya memiliki kapasitas maksimal 14 ribu ton itu kini dijejali sekitar 15.900 ton beras per 4 Mei 2026. Kondisi overcapacity membuat Bulog harus putar otak mencari tambahan ruang penyimpanan baru.
"Kondisi ini bukti nyata. Gudang kita penuh, bahkan melampaui kapasitas. Kalau masih ada yang meragukan swasembada pangan, silakan cek langsung ke lapangan," tegas Jefry, Kamis (07/05/2026).
Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Imam Mahdi mengungkapkan stok cadangan pangan di wilayah Cirebon, Majalengka, dan Kuningan kini mencapai 223.400 ton yang tersebar di 10 gudang Bulog.
Besarnya stok tersebut disebut menjadi sinyal kuat keberhasilan serapan gabah petani sekaligus bukti cadangan pangan nasional tengah berada di level tinggi.
Jefry juga mengungkapkan, stok beras hasil serapan tahun 2025 masih belum banyak tersalurkan lantaran pemerintah masih menuntaskan distribusi sisa impor beras Pakistan tahun 2024.
Tak hanya Majalengka, Gudang Bulog Paseh Sumedang juga dipastikan memiliki cadangan beras yang aman hingga 2027. Meski proses fumigasi membatasi akses masuk gudang, koordinasi data bersama Wakil Pimpinan Bulog Cabang Bandung, Ratih Rachmawati menunjukkan stok pangan tetap dalam kondisi terkendali.
Sementara di Gudang Bulog Binong Subang, Jefry memberi peringatan penting soal ancaman membludaknya hasil panen raya September - Oktober 2026 mendatang.
Menurutnya, percepatan distribusi beras harus segera dilakukan agar gudang tetap siap menerima hasil panen petani, terutama di Subang yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional.
"Kita tidak boleh lengah. Gudang harus siap menampung hasil panen petani. Distribusi harus dipercepat supaya keberhasilan swasembada benar-benar dirasakan rakyat," ujarnya.
Di akhir kunjungan, Ketua DPC Partai Gerindra itu juga mendesak Bulog lebih terbuka kepada publik terkait pengelolaan stok pangan nasional.
Ia bahkan mengusulkan masyarakat dan kelompok tani diberi akses langsung melihat isi gudang Bulog agar publik mengetahui kondisi riil cadangan beras nasional.
"Kedaulatan pangan tidak boleh hanya jadi slogan. Kami di DPR RI akan terus mengawal asta cita Presiden Prabowo Subianto agar swasembada pangan benar-benar terjaga," pungkasnya. ** (Agit)
















