- Ramadhan 1447 H, Zakat Fitrah Majalengka Rp. 40 Ribu
- H Tajeri Soroti Maraknya Narkoba di Kalteng, Ajak Semua Elemen Bergerak Bersama
- Penyalahgunaan Narkoba di Kalteng Meningkat, DPRD Barut Soroti Sulitnya Tangkap Bandar
- Bahas Implementasi Perpres 4/2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Menteri Nusron Paparkan _Roadmap_ Penetapan LSD di 2026
- Dari Kampus ke Desa, 304 Taruna/i STPN Ambil Peran Menguatkan Data Tanah Masyarakat di Jawa Tengah
- Perkuat Sinergi Pemberantasan Narkoba, Pemkab Barut Dan BNNP Kalteng Gelar Audensi
- Pembangunan Flyover Sudirman dan Batuceper Solusi Mengatasi Kemacetan
- Hotel 88 Batu Licin Resmi Hadir Februari 2026: Pilihan Utama Menginap di Pusat Bisnis Tanah Bumbu
- Edukasi Robotika Sejak Dini Dimulai di SDN 01 Menteng
- DPRD Kota Tangerang Dukung Program Isbat Nikah Pemkot untuk Perkuat Perlindungan Keluarga
Dikeluhkan Warga, Pengerjaan Sambungan Pipa PDAM TKR Jadi Penyebab Kemacetan

Keterangan Gambar : Beberapa hari terakhir ini terpantau Jalan Raya Cadas-Kukun dikeluhkan warga pengguna jalan, lantaran terjadi kemacetan yang cukup panjang.
MEGAPOLITANPOS.COM Tangerang,- Beberapa hari terakhir ini terpantau Jalan Raya Cadas-Kukun dikeluhkan warga pengguna jalan, lantaran terjadi kemacetan yang cukup panjang.
Kemacetan terjadi karena adanya proyek sambungan pipa besar milik PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) kabupaten Tangerang yang memakan badan jalan sehingga terjadi penyempitan Jalan.
Salah satu pengguna jalan sebut saja NS yang setiap hari melintasi jalan tesebut merasa kesal, karena perjalanan pulang ke Rajeg yang biasanya hanya 25 menit jadi memakan waktu 1 jam.
Baca Lainnya :
- Pembangunan Flyover Sudirman dan Batuceper Solusi Mengatasi Kemacetan
- DPRD Kota Tangerang Dukung Program Isbat Nikah Pemkot untuk Perkuat Perlindungan Keluarga
- HUT Majalengka ke-186, Ketua Komisi III DPRD: Sejarah Pijakan, Inovasi Jalan Menuju Langkung SAE
- TMMD ke-127 Resmi Dimulai di Majalengka, Sinergi TNI dan Pemda Bangun Infrastruktur Desa
- Majalengka Ubah Penetapan Hari Jadi, Kirab dan Ziarah Jadi Penanda Awal
"Saya kesal mas jalan jadi macet, masak proyek PDAM TKR yang cukup besar hingga membuat jalan macet tidak satupun petugas dari dishub atau Polisi yang mengatur lalu lintas, saya minta dipercepat pengerjaanya," kata NS kepada wartawan, Rabu (25/1/2023).
Sementara Ketua DPP LSM Barata Harahap saat ditemui dikantornya mengatakan, setiap pengerjaan semestinya ada Izinya dari dinas PUPR dan harus berkoordinasi dengan beberapa dinas terkait termasuk Dishub dan Kepolisian.
"Saya kemarin juga melintas disitu, kena macet juga dan saya lihat tidak satupun anggota Dishub maupun Polantas di lokasi proyek sambungan Pipa PDAM TKR," ujar Harahap.
Menurutnya, koordinasi dengan beberapa dinas terkait sangat penting agar tidak terjadi miskomunikasi dilapangan."Saya minta koordinasi dengan semua pihak segera dilakukan agar tidak terjadi kemacetan, harus ada solusi agar jalan lancar dan tidak dikeluhkan warga pengguna jalan," pungkasnya.
Terpisah Kepala UPT TKR Rajeg Alex saat dihubungi via sambungan WhatsApp mengaku baru mau melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.
"Iya bang kita akan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, saya akan sampaikan dengan kontraktornya," kata Alex.
Untuk diketahui bahwa proyek sambungan pipa PDAM TKR dikerjakan oleh PT Karya Sepakat Kita dan PT Rafa Karya Indonesia(Frwt/Korwil Kab Tng)



.jpg)








.jpg)




