- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
Diduga Sejumlah Kontrakan di Sepatan Dijadikan Wisata Lendir

Keterangan Gambar : Ilustrasi sumber google
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang- Sejumlah rumah kontrakan di RW 04 Kp Pisangan Talang, Sepatan Kabupaten Tangerang diduga dijadikan destinasi wisata lendir.
Berdasarkan penelusuran wartawan pada selasa dinihari (13/12/2022), sejumlah rumah kontrakan tersebut juga diduga menjadi lokasi peredaran minuman keras.
Dari pantauan di lokasi, para pengedar minuman keras tersebut sengaja memperkerjakan wanita - wanita berbusana seksi sebagai umpan agar lebih menarik lelaki hidung belang yang menjadi target pasarnya.
Baca Lainnya :
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Sebanyak 19 Ribu keluarga Miskin PBP Kota Blitar Menerima Bantuan
Kepada wartawan, salahseorang pelayan wanita berinisial LS (26) mengaku dari setiap botol minuman yang berhasil dijualnya dirinya mendapatkan bagian dua puluh ribu rupiah.
"Tugas kita nemenin tamu syukur syukur tamunya bae dikasih dah uang tips, ya cuma gitu ngobrol ngobrol gitu tapi kan tau sendiri kebanyakan tamunya mabok terus ya agak nakal nakal gitu dah tangannya," jelas LS
LS yang mengaku baru beberapa bulan bekerja di kontrakan tersebut mengaku, tidak sungkan untuk memberikan layanan kehangatan, asalkan tarif yang disepakati sesuai.
"Paling minim 350 karna yang 50 ribu buat bayar kamar sama keamanan," ungkap LS.
Ia berujar, uang keamanan yang dimaksud adalah jaminan agar dirinya dan perempuan - perempuan lain yang bekerja dikontrakan tersebut tidak terjaring razia, dari pihak terkait.
"Kalau mau ada razia kita dikasih info, jadi keamanan ya kayak gitu," ujar LS.
Meski menjual kehangatan kepada pria hidung belang, dengan alasan keamanan LS mengaku menolak berkencan diluar kontrakan tersebut kendati harga yang dijanjikan lebih besar.
"Kalau yang lain mungkin mau, kalau saya ngga ah takut," kata LS.(**)

















