- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
- Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah.
- Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor IKOPIN University
- Anggaran BPJS Kesehatan Disorot DPRD Kota Bogor
- Anggaran BPJS Kota Bogor Menjadi Sorotan DPRD Kota Bogor
- Soal Video AI Prof Djokosoetono, Mintarsih: Tiga Pendiri Blue Bird Hilang
- Jangkau Lokasi Sempit, Babinsa Dan Komduk Patroli Malam Gunakan Motor.
- TMMD 130 Jadi Kado Istimewa HUT Kab Tangerang Ke-394.
- Banten Investment Forum 2026 Dorong Investasi Asing dan Domestik, Pacu Ekonomi Daerah.
- BRI Life Perkuat Integrasi Layanan Kesehatan Lewat Kerja Sama KAPJ
Diduga Sejumlah Kontrakan di Sepatan Dijadikan Wisata Lendir

Keterangan Gambar : Ilustrasi sumber google
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang- Sejumlah rumah kontrakan di RW 04 Kp Pisangan Talang, Sepatan Kabupaten Tangerang diduga dijadikan destinasi wisata lendir.
Berdasarkan penelusuran wartawan pada selasa dinihari (13/12/2022), sejumlah rumah kontrakan tersebut juga diduga menjadi lokasi peredaran minuman keras.
Dari pantauan di lokasi, para pengedar minuman keras tersebut sengaja memperkerjakan wanita - wanita berbusana seksi sebagai umpan agar lebih menarik lelaki hidung belang yang menjadi target pasarnya.
Baca Lainnya :
- Anggaran BPJS Kesehatan Disorot DPRD Kota Bogor
- Hadiri Talk show Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
Kepada wartawan, salahseorang pelayan wanita berinisial LS (26) mengaku dari setiap botol minuman yang berhasil dijualnya dirinya mendapatkan bagian dua puluh ribu rupiah.
"Tugas kita nemenin tamu syukur syukur tamunya bae dikasih dah uang tips, ya cuma gitu ngobrol ngobrol gitu tapi kan tau sendiri kebanyakan tamunya mabok terus ya agak nakal nakal gitu dah tangannya," jelas LS
LS yang mengaku baru beberapa bulan bekerja di kontrakan tersebut mengaku, tidak sungkan untuk memberikan layanan kehangatan, asalkan tarif yang disepakati sesuai.
"Paling minim 350 karna yang 50 ribu buat bayar kamar sama keamanan," ungkap LS.
Ia berujar, uang keamanan yang dimaksud adalah jaminan agar dirinya dan perempuan - perempuan lain yang bekerja dikontrakan tersebut tidak terjaring razia, dari pihak terkait.
"Kalau mau ada razia kita dikasih info, jadi keamanan ya kayak gitu," ujar LS.
Meski menjual kehangatan kepada pria hidung belang, dengan alasan keamanan LS mengaku menolak berkencan diluar kontrakan tersebut kendati harga yang dijanjikan lebih besar.
"Kalau yang lain mungkin mau, kalau saya ngga ah takut," kata LS.(**)


.jpg)




.jpg)


.jpg)




